
"Beraninya kau!!!" Teriak Lulu marah melihat manajer nya terjatuh dan kesakitan.
"Scurity scurity cepat tangkap gadis berandalan ini dan bawa dia ke kantor polisi.?!" Perintah Lulu.
Para satpam itu mendekat pada Alea yang masih santai. Ketika satpam itu ingin menarik Alea, Alea langsung menendang dan menghajar habis satpam itu.
Semua orang terbelalak kaget. Bagaimana seorang gadis bertubuh kecil mampu mengalahkan para pria-pria berbadan besar.
"Cih, nyalimu begitu besar wanita sialan." Teriak Lulu mendekat dan ingin menjambak rambut Alea.
.Matilah kau hari ini wanita laknat. Batin Alea.
Ketika Lulu ingin menjambak Alea dengan sigap Alea memelintir tangan Lulu.
"Aduh aduh sakit. Dasar ja*ang!!" Teriak Lulu. Tak ada yang berani ikut campur dan lebih baik diam dan menonton.
Plak
Satu tamparan mendarat di pipi Lulu yang membuat sudut bibirnya mengeluarkan darah.
"Apa yang..."
Plak
Plak
Plak
Alea meniup tangannya yang seolah-olah mengeluarkan asap, ia menyeringai kejam melihat wajah Lulu sudah bengkak.
"Dasar ja*..."
Belum sempat Lulu berbicara, Alea sudah menyumbat mulut Lulu dengan tisu yang ia temukan di lantai.
Lulu membulatkan matanya dan membuka tisu itu.
"Kurang ajar!!" Teriak Lulu.
"Diam!!! Wajahmu terlalu jelek dan tak punya hak untuk berbicara apalagi berteriak." Bentak Alea.
Selang beberapa detik polisi pun datang untuk melerai.
"Nona mari ikut kami ke kantor dan jelaskan di sana." Ucap polisi itu ingin memborgol Alea tapi langsung di tepis kasar oleh Alea.
"Aku tak tahu apa yang kau maksud, tapi tak perlu memegang tangan ku dengan tangan mu yang menjijikan itu aku bisa berjalan sendiri tanpa di pegang. Aku bukan orang cacat." Ucap Alea membuat polisi yang tadi memerah menahan marah.
Alea mengikuti polisi itu memasuki mobil mereka. Ia tak tahu akan di bawa kemana tapi sepertinya ada yang ia lupakan tapi apa yah. Seperti ada yang tertinggal di dalam Mall itu.
Alea membulatkan matanya dan menatap ke belakang ke arah Mall. Ia baru ingat apa yang tertinggal dan itu adalah. SUAMINYA.
Di sisi lain.
Leon sebenarnya sudah selesai menelepon dan pergi ke sebuah tokoh es krim. Ia ingin membelikan eskrim pada Alea. Karena kelihatannya Alea sangat menyukai eskrim.
Setelah membeli eskrim Leon bergegas kembali ke tempat dimana ia menyuruh Alea menunggu.
Sesampainya di tempat Alea. Leon tak menemukan keberadaan Alea dan melihat sekitarannya.
Oh kemana istrinya ini pergi?
Tempat ini begitu besar dan akan sulit untuk menemuinya.
Leon pun mengambil handphone dan menghubungi seseorang.
"Cepat periksa rekaman cctv mall dan temukan istriku." Perintah Leon.
"Baik tuan."
__ADS_1
Leon memilih duduk dan menunggu informasi dari anak buahnya. Ia melihat eskrim yang ada di tangan nya.
Kalau seperti ini eskrim nya pasti akan cair.
Leon menoleh pada sepasang remaja yang sedang duduk dan berbincang mesra.
Leon berjalan menuju mereka dan memberikan eskrim itu pada mereka.
"Semoga hubungan kalian langgeng." Ucap Leon datar lalu pergi.
Kedua orang itu saling menatap dan menoleh pada eskrim itu lalu kemudian tertawa.
"Bagaimana bisa tuan itu mendoakan kita supaya langgeng hahaha?" Ucap si wanita.
"Memangnya kenapa?" Tanya pria yang di sampingnya.
"Hahaha itu sangat lucu. Kitakan cuman berteman bukan berpacaran." Ucap wanita itu membuat pria seperti terhantam batu pada tubuhnya.
Kembali pada Leon.
Drrrttt
Drrrttt
"Bagaimana?" Tanya Leon mengangkat handphone nya.
"Tuan berdasarkan info yang saya cari. Nona sekarang ada di kantor polisi karena melakukan sebuah tindak kriminal. Tuan bisa lihat dari rekaman cctv ini." Ucap anak buah Leon.
Leon memutuskan panggilan dan melihat Vidio yang dikirim anak buahnya itu.
Leon tersenyum melihat Vidio itu.
"Dasar pembuat onar." Ucap Leon pergi menuju mobilnya.
Di kantor polisi.
Alea tengah di interogasi dan di sampingnya ada Lulu yang sebagai korban.
"Nona anda sudah terbukti bersalah dan harus di hukum sesuai dengan perbuatan." Ucap polisi itu tegas.
Lulu tersenyum puas mendengar itu. Matilah kau ja*ang
"Bawa dia masuk ke jeruji!" Perintah polisi itu.
"Berhenti!!" Ucap salah seorang pria.
"Siapa anda?" Tanya polisi itu.
Pria itu langsung membisikkan sesuatu pada polisi itu yang membuat polisi itu terkejut dan gemetar.
"Ada apa pak? Mengapa anda tak menjebloskan ja*ang ini ke penjara?" Tanya Lulu tak sabar.
"Jaga bicara anda nona!" Ucap polisi itu tegas.
Tak
Tak
Tak
Semua orang menoleh pada sumber suara langkah kaki. Orang-orang menunduk hormat ketika melihat siapa pria yang masuk.
"Selamat siang tuan." Ucap para polisi itu.
Lulu yang melihat kehadiran Leon menyeringai licik. Ia pasti bisa mendapatkan dukungan dari seorang yang berpengaruh seperti Leon. Apa lagi ia sangat cantik dan seksi tak ada yang bisa menolak daya tarik nya.
"Tuan Leon hiks hiks hiks." Ucap Lulu mendekat tapi di hentikan oleh Vino asisten Leon.
__ADS_1
"Cukup bicara dari sana saja nona. Tak perlu mendekat.
Lulu berdecak kesal karena tak bisa menyentuh Leon yang tampan dan mempesona itu.
"Tuan saya dianiaya oleh wanita sialan itu. Tolong beri saya keadilan." Ucap Lulu dengan berderai air mata.
Leon hanya menatap datar dan melihat ke arah Alea. yang tengah berdiri dengan tampang sangar.
"Apa maksud anda nona?" Tanya vino pura-pura tak tahu.
"Itu, itu wanita ja*ang itu telah menganiaya ku." Ucap Lulu menunjuk pada Alea.
Plak
Satu tamparan mendarat di pipi Lulu dan itu adalah tangan Leon yang besar.
Sudah ditampar berulang kali dan sekarang ditampar lagi, wajah Lulu sangat kebas dan perih.
"Mengapa anda menampar saya tuan? Seharusnya yang di tampar itu si ja*ang itu." Ucap Lulu
Plak
Satu tamparan lagi mendarat di pipi Lulu.
Hah, seharusnya anda diam saja nona. Batin Vino.
"Tu tuan." Ucap Lulu menangis.
Leon mengabaikan Lulu dan berjalan menuju Alea yang masih berdiri dan menyaksikan.
"Kau baik-baik saja sayang?" Tanya Leon dengan lembut.
Apa?
Sayang?
Semua orang terkejut dan semakin gemetar ketakutan.
"Hmmm." Ucap Alea cuek.
"Ayo kita pulang!" Ucap Leon
"Aku tidak mau." Ucap Alea.
"Mengapa? Apa ada yang menyakiti mu di sini beritahu aku." Ucap Leon memandang datar pada orang-orang dalam ruangan itu.
"Tidak ada." Ucap Alea.
"Jadi ayo kita pulang, nanti akan ku belikan eskrim yang banyak." Ucap Leon memancing Alea dan akhirnya berhasil.
"Ayo!! Tapi kalau kau bohong aku akan membunuh mu." Ucap Alea horor.
Semua orang yang melihat itu tercengang. Belum ada yang pernah mengancam seorang Leon Fernandes. Cukup memelototi nya saja matamuu akan hilang belum lagi mengancamnya.
Nona kau sungguh hebat
_
_
_
_
Jangan lupa vote dan tinggalkan jejak yah
Agar author makin semangat untuk update setiap hari nya.
__ADS_1
Typo bertebaran dimana-mana harap tenang dan bijak dalam berkomentar yah.
tbc