
"Ah lelah nya" Gumam Ayla menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang di ikuti Alea.
"Apa se lelah itu kalau pulang kerja?" Tanya Alea.
"Yah ini masih di bawah standar karena tak ada kasus atau apapun itu yang harus di bereskan hari ini." Ucap Ayla.
"Memangnya kau itu kerja apa?" Tanya Alea.
"Hmmm aku bekerja di bagian militer dan juga aku ini seorang detektif hahaha"Ucap Ayla tertawa bangga.
"Hmmm apa itu menyenangkan?" Tanya Alea penasaran.
"Sungguh, itu sangat menyenangkan. Kita akan menyelidiki kasus-kasus yang membuat otak kita bekerja dengan hebat hahaha" Ucap Ayla.
"Wah aku juga ingin mencoba nya." Ucap Alea antusias.
"Hehehe aku berbohong kak, pekerjaan ku ini sungguh melelahkan karena kita harus selalu siap siaga dimana pun kita berada, lagi pula pekerjaan ini sudah termasuk pekerjaan berat." Ucap Ayla.
"Lalu mengapa kau malah bekerja di situ kalau tahu pekerjaan ini berat?" Tanya Alea.
"Yah karena itu hobi ku." Ucap Ayla.
"Apa pekerjaan mu mengunakan benda yang waktu di pantai itu.?" Tanya Alea.
"Hmmm maksudnya pistol?" Tanya Ayla.
"Entah lah aku tidak ingat namanya." Ucap Alea.
Ayla pun bangun dari ranjang dan menuju lemari yang ada di dekat ranjang nya, ia mengeluarkan sebuah pistol yang tidak ada pelurunya.
"Apa yang kakak maksud ini?" Tanya Ayla duduk di atas ranjang.
"Yah ini." Ucap Alea antusias melihat benda yang ada di tangan Ayla.
"Hehehe namanya adalah pistol, kakak bisa menembak target atau musuh dengan pistol ini untuk melumpuhkan mereka." Jelas Ayla.
"Boleh aku pegang.!" Pinta Alea.
"Tentu, pistol ini tidak ada pelurunya jadi aman untuk di pegang." Ucap Ayla menyerahkan pistol tersebut.
Alea memegang pistol tersebut dengan rasa ingin tahu yang sangat besar, ingin rasanya ia mencoba pistol tersebut.
"Apa kakak ingin mencoba?" Tanya Ayla karena melihat Alea yang begitu antusias.
"Benarkah? Apa boleh?" Tanya Alea dengan senang.
"Yah, ayo kita ke ruang latihan.!" Ucap Ayla menuntun Alea pergi keruang latihan di lantai atas.
Sesampainya di ruang latihan, Ayla membawa sebuah pistol yang berisi peluru plastik sehingga aman untuk di gunakan.
"Kemari lah" Ucap Ayla. Alea pun mendekat pada Ayla yang menuntun nya cara memegang pistol dengan benar.
"Arahkan target dengan tepat dan fokus." Ucap Ayla lalu mengarahkan agar Alea menekan pelatuk pistol itu.
Dorr.
__ADS_1
Suara tembakan pistol tersebut tepat pada target yang di tuju, awalanya Alea sempat kaget tapi semuanya tertutup dengan rasa puas akan penasaran nya.
"Bagaimana?" Tanya Ayla.
"Ini sangat menyenangkan." Ucap Alea.
Kening Ayla tampak berkerut karena merasa heran dengan seorang wanita yang kelihatannya lemah lembut itu tak takut dengan benda berbahaya.
"Apa ini akan membuat orang terluka.?" Tanya Alea.
"Bukan hanya terluka saja tapi juga bisa membunuh." Ucap Ayla.
Membunuh orang yah. Hahaha.
Sangat menarik dan itulah yang aku suka. Pikir Alea.
******
Hari sudah menjelang malam, tapi Alea masih belum di jemput juga. Alea sih tidak terlalu peduli mau di jemput jam berapa karena di rumah Ayla lebih menyenangkan di banding dengan rumah nya.
Di rumah Ayla banyak terdapat senjata-senjata yang belum pernah Alea lihat dan benda-benda tajam yang sangat menarik.
Awalanya Ayla ragu untuk menampakkan dan mengajari Alea cara memakai senjata, tapi melihat tekad Alea. Ayla menyimpulkan kalau kakak iparnya itu hobi dengan senjata-senjata.
Saatnya makam malam tepatnya jam tujuh malam. Ayla dan Alea kini tengah berada di meja makan, makan sambil mengobrol.
Mereka pun sudah siap makan malam dan kini sedang berada di kamar duduk di balkon sambil minum dan makan cemilan.
"Oh ya Ayla, dalam pekerjaan mu hal apa yang paling sulit kau hadapi.?" Tanya Alea.
"Kasus apa itu?" Tanya Alea.
"Kasus pembunuhan seorang wanita." Ucap Ayla.
"Hmmmm mengapa belum terpecahkan?" Tanya Alea penasaran.
"Pelaku itu sepertinya pembunuh profesional, jadi sangat sulit untuk mencari jejak dari pelaku." Ucap Ayla.
"Memangnya bagaimana cara pelakunya membunuh korban?" Tanya Alea.
"Hmmm sangat menarik, yang pertama kami lihat adalah dia sepertinya merobek perut korban dan entah lah, lukanya sangat tak jelas karena tubuhnya sudah hangus terbakar." Ucap Ayla.
"Kapan kasus itu terjadi, mengapa tak ada beritanya di TV.?" Tanya Alea.
"Yah sekitaran 2 hari yang lalu, tepatnya di pantai X." Ucap Ayla.
"Wanita itu setelah kami selidiki ternyata adalah seorang sekretaris dari seorang pengusaha yang bernama Tuan Wiliam." Ucap Ayla.
Deg
Sebuah seringaian kecil terlukis di bibir Alea tapi tak di sadari oleh Ayla. Sepertinya Alea tahu siapa korban tersebut beserta pelakunya.
Tit
Tit
__ADS_1
Suara klakson mobil menandakan ada seseorang yang bertamu di balik gerbang, dari balkon Ayla dapat melihat mobil siapa itu dan ternyata mobil Leon.
"Kak Leon sudah datang, ayo kita kebawah." Ucap Ayla.
Alea mendengus kesal karena ia harus pulang kerumah yang membosankan itu, padahal banyak sekali yang ingin ia tanyakan pada Ayla.
Terutama tentang masa lalu Leon.
"Ayla bisakah aku datang kemari lagi nanti untuk belajar bersenjata." Ucap Alea.
"Tentu, hehehe tapi jangan lupa minta izin yah. Kalau tidak suami kakak itu akan mengamuk dan membunuh ku nanti." Ucap Ayla dengan senyum meledek.
"Baiklah." Ucap Alea.
Ding dong
Suara bel dari gerbang menandakan ada seseorang yang tak sabaran ingin masuk. Ayla memang tak punya satpam atau penjaga lainnya karena ia mempunyai alat-alat yang lebih canggih untuk keamanan nya.
Ayla pun membuka pintu gerbang lewat jam pintar nya, pintu gerbang sudah di buka Leon langsung masuk ke mobil dan menuju posisi Alea dan Ayla.
"Sayang maaf aku terlambat." Ucap Leon turun dan menghampiri Alea.
"Yah tidak apa-apa." Ucap Alea.
Aku sih berharap kau tak usah datang sekalian.
"Baiklah, ayo kita pulang." Ucap Leon memegang tangan Alea.
"Ehemm sudah minta tolong tapi tak tahu berterima kasih, entah kesalahan apa yang membuat aku mempunyai saudara sepupu yang tak tahu diri." Ucap Ayla sinis.
"Cih, terimakasih." Ucap Leon kesal.
"Hehehe sama-sama, hati-hati yah di jalan. Jangan lupa mampir lagi." Ucap Ayla melambaikan tangganya.
Di dalam mobil kesenyapan menyerang antara dua insan yang sibuk dengan pikirannya masing-masing.
"Emmmm Leon bolehkah aku belajar memakai pistol bersama Ayla?" Tanya Alea yang sukses membuat Leon mengerem mobil secara mendadak.
"Apa?"
_
_
_
_
_
Jangan lupa vote dan tinggalkan jejak yah agar Author makin semangat untuk update setiap hari nya.
Typo bertebaran dimana-mana harap bijak dalam berkomentar yah.
tbc
__ADS_1