Berpindah Ke Masa Depan

Berpindah Ke Masa Depan
Ular berkepala dua


__ADS_3

Alea kini sedang duduk di taman belakang, menikmati secangkir teh hijau dan beberapa potong roti.


Alea masih harus mencerna keadaan sekarang yang masih begitu membingungkan. Rahasia keluarga Leon, apa yang membuat Leon menjadi dingin terhadap keluarganya? Hal itu membuat Alea semakin penasaran.


"Sedang menikmati teh yah." Ucap seseorang dari arah belakang Alea. Alea pun menoleh dan mendapati Maya sedang tersenyum padanya.


"Yah." Ucap Alea.


"Boleh bergabung.?" Tanya Maya.


"Tentu saja boleh." Ucap Alea ingin mendengar drama apa yang akan di main kan saat ini.


"Mama dengar kau itu sempat melakukan percobaan bunuh diri yah." Ucap Maya santai.


"Yah." Ucap Alea yang semakin tertarik ke arah pembicaraan.


"Hmmm mama pikir setelah kalian menikah, tak ada sesuatu yang kan memisahkan kalian, tapi itu terlalu naif untuk di sebut sebuah pikiran. Ternyata hubungan kalian tidak terlalu baik." Ucap Maya menatap lekat mata Alea.


"Maksud nya.?" Tanya Alea seolah-olah bingung.


"Yah Leon itu memang bukan pria yang baik, sebelum bersama mu dia itu dulu nya seorang ******** yang suka mempermainkan wanita." Ucap Maya.


Alea tak habis pikir dengan kata-kata ibu mertuanya itu, bukannya memperbagus citra anaknya tapi malah memperburuk. Sekarang Alea baru paham apa maksud dari pembicaraan itu.


"Mengapa mama mengatakan hal seperti itu? Bukankah dengan begitu mama sama saja memperburuk citra Leon." Tanya Alea.


"Bukan begitu maksudnya, mama hanya ingin mengatakan nya saja agar nanti kau tak akan sakit hati ketika melihat Leon akan kembali seperti sebelumnya." Ucap Maya.


"Terserah mau Leon suka mempermainkan wanita atau tidak dulunya. Yang penting Leon sekarang sudah berubah dan sangat mencintai ku." Ucap Alea.


"Hmmm kau berpikir dia mencintai mu.?" Tanya Maya dengan nada meremehkan.


"Tentu." Ucap Alea.


"Aku tidak yakin dia benar-benar mencintai mu." Ucap Maya mengeluarkan sesuatu dari balik saku bajunya. Itu adalah sebuah foto Leon dan seorang wanita yang berpose romantis dan bahagia.


He, menunjukan sebuah foto padaku dan berharap aku akan menangis dan meninggalkan Leon. Anda terlalu berharap nyonya. Mana mungkin aku mau meninggalkan Leon, kalau aku tinggalkan nanti aku mau hidup dimana. Batin Alea.

__ADS_1


"Kau lihat foto ini, Leon sangat bahagia dengan wanita yang ada di foto ini. Wanita itu namanya Bella dia adalah cinta pertama Leon. Leon butuh waktu bertahun-tahun agar ia bisa melupakan Bella yang pergi ke luar negeri untuk melanjutkan pendidikannya, aku pikir ketika dia menikahi mu dia benar-benar melupakan Bella, tapi ternyata itu semua hanya lah sebuah pelarian saja. Kau adalah tempat pelarian cinta Leon." Ucap Maya.


Kalau itu memang benar, maka pistol yang ku ambil hari itu akan ku gunakan dengan baik untuk melubangi jantung laki-laki itu. Batin Alea.


"Tunggu sebentar ma, sepertinya mama tak suka paa ku." Ucap Alea.


"Bu bukan begitu Lea, mama hanya mengingatkan mu saja." Ucap Maya gugup.


"Mengingat kan yah."


"Yah biarkan saja, mau itu cinta pertama ataupun terakhir aku tidak peduli yang terpenting adalah sekarang aku sudah menjadi istri dari Leon Fernandes dan mungkin saja sebentar lagi kami akan mempunyai anak." Ucap Alea mengelus perutnya dengan senyuman bahagia.


"Kami melakukan nya setiap malam, agar di dalam perut ku ini tumbuh benih cinta antara aku dan suami ku." Ucap Alea tersenyum menatap wajah Maya yang terlihat tidak suka.


Aku pasti sudah gila mengatakan soal anak. Tapi aku sangat senang melihat wajah murung nenek tua itu, ingin rasanya aku menyayat mulutnya itu menjadi lebar.


"Hmmm semoga kalian cepat punya anak." Ucap Maya memalingkan wajahnya.


Mati kau nenek tua, akan ku buat hari-hari mu selama di sini seperti berada di neraka. batin Alea tertawa.


"Tidak lama lagi Bella akan pulang ke negara ini karena pendidikannya sudah selesai, mungkin yang pertama kali ingin ia lihat adalah Leon." Ucap Maya.


Maksud ku adalah, aku akan mengurungkan dia mencuci otak nya. Menanam kan kalau aku satu-satunya cinta pertama nya.


Loh loh kok cinta pertama,apa yang terjadi pada ku? Biar saja kalau dia masih mencintai wanita itu apa urusannya pada ku.


"Aku senang kalau kau bahagia Alea. Tapi jangan terlalu berharap karena nanti hati mu akan terluka saat melihat Leon akan berpaling pada cinta pertamanya." Ucap Maya berdiri meninggalkan Alea yang masih saja tersenyum.


"Aku tidak akan terluka nenek tua. Karena aku sama sekali belum mempunyai perasaan dengan anak mu itu, tapi jika aku melihat dia berpaling pada wanita yang kau maksud. Maka bersiaplah untuk mendengar kematian dua insan yang telah lama tak bertemu dan saling mencintai mati secara mengenaskan." Ucap Alea melihat kepergian ibu mertuanya itu.


"Nenek tua itu ingin membuatku menangis rupanya. Hahahaha dia tak pernah tahu kalau aku Selena tak pernah menangis." Ucap Alea menyeruput teh nya.


Alea masih berada di taman karena malas masuk ke mansion yang terasa seperti kuburan itu. Alea merenung sejenak bagaimana dulu ia sempat menjalani hidup. Menjalani hidup dengan hal-hal yang berbau darah.


Alea mengingat-ingat apa dia dulu juga punya cinta pertama.?


Kalau di pikir-pikir dulu sepertinya aku pernah menyukai seseorang, tapi siapa.? Pikir Alea

__ADS_1


Disaat asyik berfikir, tiba-tiba kepala Alea terasa pusing seperti ada sesuatu yang berusaha masuk ke dalam pikirannya.


"Akkhhhhh sakit." Pekik Alea memegangi kepalanya.Sebuah bayangan samar muncul di hadapan Alea tapi Alea tak bisa melihatnya dengan jelas. Seperti bayangan laki-laki.


"Aku datang Lena."


Suara lembut laki-laki terngiang di telinga Alea membuat wajah Alea memucat.


"Aku datang sayang,aku akan menemukan mu. Aku merindukan mu."


"Siapa.?" Tanya Alea yang tiba-tiba ada di sebuah ruangan gelap


"Ini aku. Aku datang mengejar mu hingga kemari, aku menyusul mu Lena. Aku menyusul mu hingga kemari karena aku mencintaimu dan kau juga mencintai ku."Ucap seseorang dari balik kegelapan.


"Siapa? Jangan main-main dengan ku ukhhh." Pekik Alea memegangi kepalanya yang semakin terasa sakit.


"Kau akan tahu nanti setelah kita bertemu, aku datang untuk mu sayang." Ucap pria dalam kegelapan itu.


"Aku tak mengenal mu." Ucap Alea.


"Kau sudah melupakan ku karena hidup bersama pria lain, tapi setelah aku datang dan menemui mu kau akan mengingat ku kembali dan kita akan hidup bahagia seperti yang kau inginkan dulu." Ucap pria itu.


"Akkhhhhh." Kepala Alea terasa sangat sakit, mata Alea terasa berat dan nafas yang terasa tertahan.


Bukkk


Tubuh Alea terjatuh ke tanah dan tepat saat itu salah satu pelayan melihat Alea yang jatuh pingsan pun berteriak minta tolong.


_


_


_


_


Typo bertebaran dimana-mana harap bijak dalam berkomentar yah.

__ADS_1


tbc


__ADS_2