
"Apa maksud mu Leon.?" Tanya Maya terkejut ketika barang-barang nya sudah di angkut keluar begitu juga dengan barang-barang Bella.
"Keluar dari rumah ku sekarang juga.!" Ucap Leon datar.
"Tapi mengapa?" Tanya Maya yang tak terima atas perlakuan Leon.
"Karena kau membuat rumah tangga ku berantakan dengan membawa ja*ang ini kerumah." Ucap Leon menatap rendah pada Bella.
deg
Seperti hantaman batu besar mengenai tubuh Bella ketika gelar hina itu di sematkan untuk nya, tak terasa air mata Bella pun jatuh karena semua harapannya kini sudah pupus.
"Tidak bisa. mama ini ibu mu." Ucap Maya.
"Sejak kapan aku menganggap kau sebagai ibu ku ha.?" Tanya Leon mengejek.
"Tidak bisa seperti ini, mama akan menghubungi papa." Ucap Maya mengambil handphone nya dan menghubungi suaminya.
"Hubungi saja, aku tak peduli."
Drrrttt
Drrrttt
"Katakan.!"
"Pa Leon ingin mengusir ku dari rumah." Rengek Maya.
"Itu bukan urusan ku."
Tut
Tut
"Apa? Sial!." Gerutu Maya.
"Sebaiknya kalian pergi karena aku ingin istirahat." Ucap Leon.
"Ini semua pasti ulah wanita kampungan itu, dimana dia?" Teriak Maya.
"Jangan berteriak di rumahku." Bentak Leon membuat seisi rumah terkejut.
"Leon mama ini ibu mu, ibu yang melahirkan mu. Seharusnya kau tak memperlakukannya seperti itu." Ucap Bella membela Maya.
"Itu urusan ku mau memperlakukannya seperti apa dan tak ada sangkut pautnya dengan mu. Sebaiknya kau tinggalkan rumah ini bersama wanita tua ini dan jangan pernah mengganggu hidup ku dan istri ku.!" Ucap Leon dengan nada dingin.
"Leon mengapa kau seperti ini.? Aku datang kemari untuk menemui mu, aku ingin kita menjalin hubungan seperti semula. Aku minta maaf karena sudah pernah meninggalkan mu, tapi semua itu ku lakukan untuk masa depan ku." Ucap Bella terisak.
"Kau ini buta atau apa? Kau tak bisa melihat kalau kakak sudah menikah dan bahagia dengan wanita lain.? Dasar bodoh.!" Ucap Mita dengan sorot mata yang merendahkan.
"Diam kau, ini bukan urusan mu." Bentak Bella.
__ADS_1
"Dengar kan aku Bella, dulu itu hanyalah masa lalu. Aku sudah pernah mengatakan padamu jangan pernah menyesal di kemudian hari karena kau mengambil keputusan itu, tapi dengan percaya diri nya kau mengatakan kalau aku tak akan pernah melupakan mu. Cih, mungkin dulu aku memang bodoh bisa terjerat oleh wanita liar seperti mu,tapi sekarang semuanya sudah berlalu dan aku sudah bahagia dengan istri ku. Wanita yang paling aku cintai. Ucap Leon dengan nada dingin.
"Kau bohong, kau pasti masih mencintai ku kan hanya saja kau tak mau melukai perasaan istri mu yang hanya pelarian mu." Ucap Bella menyangkal semua kemungkinan.
"Ck ck tidak tahu malu." Ucap Mita sinis.
"Jangan banyak basa-basi lagi, cepat pergi dari sini.!" Bentak Mita.
"Kurang ajar kau." Teriak Maya ingin menjambak rambut Mita tapi langsung di tepis kasar oleh Leon.
"Aku masih memperlakukan mu dengan kata-kata saja tidak dengan fisik, jika kau bertindak gegabah seperti ini jangan harap besok kau akan melihat dunia lagi." Ucap Leon menghempas kasar tangan Maya.
"Kalian ini monster." Ucap Maya tak menyangka kalau ia sudah melahirkan anak yang seperti monster.
"Dan kau ibu nya hahahahaha" Ucap Mita tertawa renyah.
"Awas saja kalian." Ucap Maya.
"Apa? Mau apa kau ha.?" Gertak Mita.
"Cepat pergi dari sini sebelum aku menyeret kalian." Teriak Leon menggema di seluruh penjuru rumah.
"Ma ayo kita pergi.!" Ucap Bella menarik tangan Maya.
"Awas saja kau." Gumam Maya.
Huffff
Sedangkan di luar sana Maya menggerutu kesal karena mendapatkan perlakuan tak enak itu, apalagi Leon bahkan membatasi fasilitasnya dan juga uang nya.
"Kita harus membalas kan dendam ma." Ucap Bella dengan nada kesal.
"Benar, ini pasti ulah ja*ang kampung itu." Ucap Maya berapi-api.
"Iya, kita harus menghancurkan ja*ang itu karena telah merebut Leon dari ku dan membuat Leon membantah mama nya sendiri." Ucap Bella tersenyum smirk.
"Ayo pergi ke apartemen ku dulu ma, di sana kita bisa menyusun rencana." Ucap Bella mengambil kopernya dan menghubungi supir pribadi nya.
"Baiklah."
********
Krieeet
Suara pintu yang di buka pelan menampilkan seseorang yang sedang duduk di sebuah kursi yang megah menatap sisi-sisi kota dari ketinggian gedung yang ia tempati.
"Tuan." Panggil seorang pria paruh bayah sambil membawa sebotol minuman.
"Kau sudah datang." Ucap pria itu tersenyum manis dengan lesung pipi dan juga tungkai sebelah kanan giginya.
"Silahkan." Ucap pria itu mempersilahkan pria paruh bayah untuk duduk.
__ADS_1
"Terimakasih tuan anda sangat pemurah sekali." Ucap pria paruh bayah itu sambil duduk di depan tuannya dan menuangkan minuman untuk tuannya.
"Bagaimana kondisi nya.?" Tanya pria itu sembari meminum minuman yang sudah di tuangkan.
"Baik-baik saja, saat ini belum ada tanda-tanda kalau nona mencintai pria itu." Ucap pria paruh bayah.
"Hmmm baguslah, itu akan memudahkan ku untuk merebut milikku." Ucap pria itu tersenyum puas.
"Saya akan selalu bersama tuan." Ucap pria paruh bayah.
"Hehehehe kau selalu bersama ku karena kau paman ku. Ucap pria itu terkekeh geli.
"Itu benar." Ucap pria paruh bayah. " Baiklah saya pergi dulu."
"Hmmm hati-hati jangan sampai ketahuan dan selalu kabari aku tentang perkembangan wanita ku." Ucap pria itu.
"Baik tuan."
Setelah kepergian pria paruh bayah itu, pria yang tadinya duduk di kursi bangun menuju sebuah foto yang terpajang indah di dinding ruangan.
"Sangat cantik, tapi aku tak bisa melihat wajah cantik mu lagi karena kau sudah menjadi orang lain."
"Sebelumnya aku pernah memberikan mu jantung ku agar kau bertahan hidup, kalau di dunia ini juga kau membutuhkan ku maka aku akan siap mengorbankan diriku. Hanya saja kau harus hidup untuk ku bukan untuk pria lainnya." Ucap pria itu memegang dadanya dengan senyuman manis yang sedari tadi tak pudar.
"Glen.?"
"Hehehe pagi Lena ku."
"Pagi."
"Kau terlihat pucat."
"Hmmm kata tabib ou aku akan mati karena jantungku yang bermasalah."
Deg
"Lena.?"
"Glen aku ingin hidup, aku ingin menikah dengan mu, tapi nanti aku akan mati."
"Kau pasti akan hidup aku akan menjamin itu."
"Semoga saja."
"Lena, hiduplah dengan nyaman dan jadilah dirimu sendiri. Ini adalah pemberian ku yang terakhir pada mu."
"Aku akan menemui mu, tunggu aku Lena.!"
*******
Typo bertebaran dimana-mana harap bijak dalam berkomentar yah
__ADS_1
tbc