
Ceklek.
"Darimana kau?" Sebuah pertanyaan yang membuat Alea membeku di tempat, baru kali ini ia merasa kalau rencananya tak berjalan mulus. Alea berusaha menormalkan raut wajahnya menjadi tenang dan mencari keberadaan Leon di dalam kamar yang sudah sangat gelap, padahal sebelum ia meninggalkan kamar, kamar itu tidak terlalu gelap seperti ini.
"Mengapa diam.?"
"Gelap. Aku takut gelap." Ucap Alea yang berpura-pura lemah.
"Darimana mana kau Lea,? tengah malam tidak ada di kamar." Ucap Leon menghidupkan lampu terlihat Leon sedang duduk di atas ranjang dengan sorot mata yang tajam.
"Hmmm aku dari dapur tadi untuk mengambil ini." Ucap Alea memperlihatkan sebotol air putih.
"Mengambil air minum sampai berjam-jam.?" Tanya Leon dengan nada sinis.
Alea yang mendengar nada bicara Leon menjadi gelagapan, yah walau ia tak peduli kalau ia ketahuan, tapi tidak ada yang tahu kalau nanti Leon berubah pikiran setelah tahu siapa sebenarnya ia dan mengusir Alea keluar dari sini. Sungguh Alea tak mau keluar dari rumah ini, mau kemana lagi ia nanti kalau ia sampai di usir.
"Tadi aku mau mengambil air putih, tapi di perjalanan kembali aku melihat Mita yang sedang duduk sendirian. Jadi aku menghampiri nya dan menanyakan mengapa dia duduk sendirian di tengah malam." Ucap Alea mencari alasan.
"Lalu apa katanya.?" Tanya Leon dengan nada santai.
"Dia bilang kalau dia tak bisa tidur, jadi aku menemaninya sebentar dan tak tahu kalau sudah memakan waktu yang lama. Maaf kan aku." Ucap Alea.
"Hmmm kemari.!" Ucap Leon menepuk sisi di sebelah nya. Dengan cepat Alea pun berjalan menuju ranjang dan duduk di samping Leon. Seketika tubuh Alea menjadi merinding ketika Leon mendekat kan wajahnya dan berbisik halus di telinga nya.
"Kalau kau membohongi ku maka aku akan memakan mu." Bisik Leon.
"Memangnya kau memakan manusia yah.?" Tanta Alea.
"Yah." Ucap Leon berbaring di ranjang lalu menarik Alea untuk ikut berbaring dan memeluk Alea dengan sangat posesif.
"Ayo tidur lagi, sebelum aku berubah pikiran." Ucap Leon.
"Memangnya kalau aku tak tidur apa yang akan terjadi.?" Tanya Alea.
"Kita akan bergadang dan berolahraga, mau.?" Tanya Leon.
"Tidak usah repot-repot,aku mengantuk."Ucap Alea menutup matanya, Leon yang melihat tingkah Alea terkekeh geli dan semakin mempererat pelukannya.
*********
Hari sudah menjelang pagi, semua kembali pada aktivitasnya masing-masing. Begitu juga Alea dan Leon, Leon kini tengah memakai pakaian formalnya karena hari ini ia harus pergi rapat. Sedangkan Alea ia sibuk dengan cemilan yang ia temukan tadi pagi di dapur.
"Sayang ayo kita sarapan." Ujar Leon.
"Ayo." Ucap Alea semangat dan mengikuti langkah kaki Leon menuju meja makan. Di meja makan semuanya sudah lengkap, mereka hanya tinggal menunggu Leon dan Alea saja sehingga bisa melaksanakan sarapan.
"Mari sarapan." Ucap Leon datar dan memulai makan. Alea memandangi Mita yang sangat lahap menyantap sarapannya, tanpa sengaja tatapan mereka pun bertemu dan seulas senyuman kepuasan terukir di bibir Mita.
Setelah sarapan Alea pergi mengantarkan Leon sampai di mobil saja, hari ini ia tak mau pergi kemana-mana karena ada Mita di rumah.
"Kak Lea, hehehehe mulai sekarang aku akan tinggal disini." Ucap Mita senang.
"Benarkah?" Tanya Alea yang juga ikut senang.
"Yah."
"Semua ini berkat kak Leon, terimakasih." Ucap Mita memeluk Leon dengan raut wajah bahagia. Leon tampak tersenyum dan mencium kepala Mita serta mengelus kepalanya.
"Apapun untuk mu." Ucap Leon.
__ADS_1
"Apa mama dan papa mengizinkan nya.?" Tanya Alea, setahunya Mita ini sangat berharga untuk si nenek tua itu.
"Izin atau tidak Mita akan tetap tinggal di sini." Ucap Leon.
"Baiklah, kalau begitu selamat datang di kehidupan baru." Ucap Alea tersenyum penuh arti dan di balas dengan sebuah senyuman manis.
"Terimakasih." Ucap Mita.
"Baiklah kalian baik-baik di rumah, kalau mau pergi keluar kalian bisa menyuruh paman Alan untuk mengantarkan kalian. Aku pergi dulu." Ucap Leon mengecup lembut kening Alea.
"Hati-hati di jalan." Ucap Alea an Mita secara bersamaan.
********
Di dalam mobil.
"Tuan tubuh Sarah sudah di bereskan." Ucap Vino.
"Baguslah, hapus semua jejak tentang Sarah dan beri kompensasi pada keluarganya. Anggap saja itu gaji terakhir." Ucap Leon.
"Ngomong-ngomong siapa yang melakukan itu tuan? Padahal kita belum beraksi." Tanya Vino bingung.
"Itu tidak penting." Ucap Leon kembali fokus paa laptop nya.
Setelah kepergian Leon, Alea dan Mita memilih duduk di halaman depan menikmati teh dan biskuit sambil bercanda ria.
"Bagaimana yang semalam? Apa semuanya beres.?" Tanya Alea.
"Tentu." Ucap Mita santai.
"Bagaimana kau melakukannya.?" Tanya Alea.
"Ck menyebalkan."
"Nanti aku akan memberitahukannya." Ucap Mita.
Tit
Tit
Tit
Suara klakson mobil membuat kita dan Alea menoleh pada gerbang dan sebuah mobil yang masuk ke dalam mansion.
"Siapa itu.?" Tanya Alea.
"Aku tidak tahu, tapi itu mobilnya mama." Ucap Mita.
Alea dan Mita terus memusatkan perhatian mereka pada penumpang mobil yang di perlakukan bagaikan putri duyung. Seorang wanita muda dengan tubuh bak model dan paras yang cantik nan anggun keluar dari mobil dengan senyuman manis.
"Siapa itu Mita.?" Tanya Alea, sepertinya ia pernah melihat wanita itu.
"Bella." Ucap Mita tak suka.
"Ohh cinta pertama Leon." Ucap Alea pelan tapi masih bisa di dengar oleh Mita.
"Ck, untuk apa ja*ang itu kemari.?" Tanya Mita.
"Ayo kita masuk kak, mari kita lihat drama Korea yang akan di siarkan secara langsung." Ucap Mita menarik tangan Alea.
__ADS_1
Di dalam mansion
"Bella." Panggil Maya dengan ramah dan manis.
"Mama." Ucap Bella memeluk Maya dengan hangat.
"Kau samakin cantik saja, mama yakin Leon pasti akan memaafkan mu dan kembali pada mu." Ucap Maya menatap ke arah Alea dengan senyuman mengejek.
Cih nenek tua itu sepertinya harus di beri pelajaran berharga. Gerutu Alea.
"Mama bisa saja, mana mungkin Leon akan kembali. Dia kan sudah punya istri." Ucap Bella tersenyum manis ke arah Alea.
"Tapi siapa yang bisa menolak wanita cantik seperti mu Bella." Ucap mata memandang rendah ke arah Alea. Yah kalau di pikir-pikir Alea memang tak terlalu cantik, di tambah penampilannya sekarang yang seperti ibu beranak dua dengan memakai daster selutut dan rambut yang di sanggul.
"Mama jangan seperti itu, aku jadi malu. Oh ya di mana Leon.?" Tanya Bella.
"Leon sedang berada di kantor, nanti sekitaran jam 2 siang ia akan kembali. Sebaiknya kau beristirahat saja dulu di sini sambil menunggu Leon pulang. Dia pasti sangat senang melihat cinta pertamanya kembali." Ucap Maya mengajak Bella menuju kamar yang sudah di siapkan.
"Cih, nenek tua itu minta di hajar. Ups." Ucap Alea menutup mulutnya karena tak sadar kalau Mita ada di sebelahnya.
"Santai saja kak, mau kau menghinanya atau apapun aku tak peduli." Ucap Mita santai.
"Selain itu bukankah Bella itu memiliki tubuh yang bagus. Akan sangat menyenangkan kalau kita melakukan percobaan." Ucap Mita berbisik ke telinga Alea.
"Benar juga hehehehe."
_
_
_
_
_
_
thor kapan si Alea jadi malang?
😂😂😂😂😂🤣
malangnya nanti si Alea itu, ini kan masih di awal belum ke konflik.. Nanti kalau sudah masuk konflik, baru si Alea jadi malang sesaat.
Kan gak mungkin si Alea menang terus gak nya seru, harus kalah nya sesekali kan..
Tunggu aja yo
lah nanti si Bella bakalan di apain Thor?
Adalah, rahasianya. Kalau kau mau request pertunjukan pun boleh biar ku tambahkan nanti.
Memang pertunjukannya di part selanjutnya?.
😌😌😌
Jangan lupa vote dan tinggalkan jejak yah
Typo bertebaran dimana-mana harap bijak dalam berkomentar yah
__ADS_1
tbc