Berpindah Ke Masa Depan

Berpindah Ke Masa Depan
Rencana Jahat #2


__ADS_3

"Lea dimana kau.?" Sudah beberapa jam bahkan kini sudah menjelang malam, Leon tetap tak bisa menemukan keberadaan Alea.


Bahkan Leon tak makan dan hanya minum air putih saja karena merasa khawatir. " Tuan setelah Cctv jalanan di periksa, nampaknya nona muda berjalan menuju arah pinggir kota." Ucap Vino sambil terus mengemudi.


"Tunggu apalagi kak, ayo cepat kesana." Ucap Mita pada Vino, meski ia tahu Alea adalah seorang monster tapi ia juga tetap khawatir karena kakak ipar nya itu tak tahu arah jalan.


Dengan kecepatan tinggi Vino Segera menuju taman pinggiran kota tempat Alea terlihat terakhir kalinya. Sesampainya di sana Leon dan yang lain langsung turun an memecah kelompok untuk mencari Alea di dalam ratusan orang yang masih berkunjung karena memang waktu masih menunjukkan pukul 7 malam.


Vino dan Leon serta Mita pergi ke tempat ruang cctv yang ada di taman. Dengan sejumlah uang mereka berhasil masuk ke dalam ruangan dan mengkotak-katik komputer untuk melihat keberadaan Alea.


Selang beberapa menit Vino akhirnya menemukan cctv yang di dalam nya terdapat gambar Alea bersama anak kecil.


Mereka mengamati dengan seksama apa yang di lakukan Alea, tampak Alea mengikuti langkah kaki anak kecil itu menuju jalan yang sudah tak terdapat cctv nya lagi. Hal itu membuat Leon frustasi karena tak ada cctv di sekitaran jalan yang Alea tuju.


Setelah dari ruang kendali, Leon dan yang lainnya menuju jalan yang di lewati Alea seperti yang ada di dalam rekaman cctv.


Langkah kaki mereka membawa mereka pada sebuah gang kecil yang gelap, tak ada pencahayaan di sana dan sangat bau.


"Tuan di depan tak terdapat jalan lagi." Ucap salah satu bodyguard usai melihat keadaan ujung gang.


"Maksud mu jalan buntu.?" Tanya Leon masih tak percaya, ia melihat tadi Alea berjalan menuju arah sini. Ada yang aneh.


"Iya tuan."


**********


Sedangkan di sisi lain, di sebuah ruangan remang-remang Alea tengah duduk di sebuah kursi dengan tangan yang terikat dan kaki yang juga terikat. Pipi lembam dan terlihat bekas darah yang sudah mengering yang sedari tadi belum sadarkan diri.


"Bos kemana kita akan membawa wanita ini.?" Tanya seorang pria pada Baron. Yah yang menculik Alea adalah Baron, Baron yang akan menunaikan tugasnya seperti yang telah di janjikan.


"Pulau Z." Ucap Baron tersenyum menyeringai melihat mangsanya yang masih memejamkan mata.


"Wah bos apa kau berniat menjual wanita ini.?" Tanya anak buah nya.


Pulau Z adalah pulau atau sebuah kota terpencil tempat para laki-laki hidung belang berlibur karena pulau itu menyediakan gadis-gadis perawan dan juga yang tak perawan secara ilegal. Tak ada yang berani menghancurkan organisasi yang ada di pulau itu. Organisasi yang di miliki oleh seorang mafia kelas atas, yang bahkan pernah membunuh perdana menteri negara ini dengan terang-terangan.


"Hehehe tentu, aku tak ingin menyimpan wanita seperti dia. Tak ada gunanya hanya beban saja. Tapi sebelum kita menjualnya dengan harga mahal karena bekas istri Leon Fernandes. Kita cicipi dia sampai puas hahahahaha." Ucap Baron tertawa lepas puas dengan hasil kerja nya. Sebentar lagi lembaran uang akan datang menghampiri nya.


"Lalu anak kecil itu.?" Baron melirik pada anak perempuan yang terduduk lemas serta bersimpa darah karena habis di pukuli oleh anak buahnya.

__ADS_1


"Kita akan menjual nya juga, dia akan di didik oleh mereka nanti untuk menjadi wanita malam setelah ia besar. Atau mereka akan menjadikan dia sebagai budak." Ucap Baron tersenyum devil.


"Bos kita sudah sampai." Ucap seorang pria yang baru saja masuk.


"Baiklah ayo turun, bawa mereka dengan hati-hati." Ucap Baron segera menyiapkan barang-barang karena ia sudah sampai di tujuan atau pulau Z.


Dengan segera Baron dan rombongan turun dari kapal sambil membawa Alea dan juga Nena di alam peti memasuki mobil yang sudah di siapkan.


********


Setelah beberapa jam perjalanan menuju pusat penjualan, Baron mencoba menghubungi agen pembeli untuk memastikan mangsanya itu laku.


"Siapa.?" tanya dari seberang sana.


"Aku Baron, aku ingin menjual dua orang wanita. Yang satunya wanita dewasa dan yang satu lagi anak perempuan berumur 5 tahun." Ucap Baron.


"Untuk sekarang bos kami tidak bisa menerima tamu, datang lagi besok atau besok nya lagi." Ucap si penerima panggilan lalu menutup panggilan tanpa menunggu jawaban dari Baron.


"Bagaimana bos.?" Tanya anak buah nya.


"Ck. Kita harus menemui nya besok atau besok nya lagi. Jadi ayo kita cari penginapan saja." Ucap Baron.


"Mari kita nikmati bersama-sama." Ucap batin tersenyum mesum.


Akhirnya mereka membatalkan pertemuan dan memilih untuk menginap di penginapan di kota itu. Mereka menyewa beberapa kamar dan satu kamar khusus untuk menikmati mangsa mereka.


Setelah mendapat kan kamar, para anak buah Baron pun membaringkan Alea dan Nena di atas ranjang yang sudah tersedia. Tak lupa pula dengan kamera yang sudah di pasang guna untuk merekam aksi bejat mereka untuk di kirimkan pada Leon nanti.


Drrrttt


Drrrttt


"Bos, nona Bella menelfon." Baron langsung mengambil handphone nya dari tangan anak buahnya dan mengangkat panggilan dari sumber uang nya.


"Halo nona cantik." Ucap Baron sambil mengelus jambang hitam nya.


"Bagaimana.?" Tanya Bella di seberang sana.


"Tenang saja nona, semuanya sudah di jalankan hanya perlu mentransfer uang nya ke rekening ku." Ucap Baron.

__ADS_1


"Aku tuak percaya sebelum melihat nya sendiri."


"Kalau tak percaya mari kita melakukan Video call." Ucap Baron mematikan panggilan dan melanjutkan dengan Vidio call.


Bella tampak tersenyum puas melihat tubuh Alea yang terbaring tak berdaya di atas ranjang yang sudah di kelilingi banyak laki-laki menjijikan.


"Bagus jangan lupa, kirim kan video kalian bersama." Ucap Bella tersenyum puas.


"Baiklah nona."


"Uangnya akan segera aku transfer." Ucap Bella kemudian memutuskan panggilan.


Di sisi sana Bella dan Maya berpesta pora karena kemenangan sudah ada di depan mata. Saatnya mereka maju dan merampas hak yang seharusnya menjadi milik mereka.


"Ma tidak lama lagi, kita akan melihat Leon mencampakkan ja*ang itu." Ucap Bella tersenyum senang.


"Benar, mama sudah tidak sabar melihat reaksi ja*ang itu ketika Leon mencampakkan nya dengan tatapan jijik." Ucap Maya yang juga sangat gembira sambil meneguk minuman nya.


"Hahahaha aku sudah tak sabar lagi."


_


_


_


_


_


Untuk part selanjutnya, terdapat adegan kekerasan yang mungkin akan membuat pembaca tidak nyaman. Jadi harap bijak yah.


Gak keras-keras kali lahπŸ˜‚πŸ˜‚


Masih bisa di tolerir πŸ˜‚πŸ€£


Typo bertebaran dimana-mana harap bijak dalam berkomentar yah


tbc

__ADS_1


__ADS_2