Berpindah Ke Masa Depan

Berpindah Ke Masa Depan
Keluar rumah


__ADS_3

Malam yang tegang sudah berganti menjadi pagi. Pagi yang sangat sejuk nan indah. Alea kini sedang ada di balkon melihat melihat area perkebunan yang sedang di bersihkan. Rasanya Alea ingin sekali pergi kesana kembali lalu memanjat satu persatu pohon yang ada di kebun.


"Pagi sayang." Bisik Leon lembut di telinga Alea membuat si empunya merinding dan reflek mensikut perut Leon.


"Auuww."


"Rasakan." Ucap Alea menggerutu kesal.


"Sayang." Lagi dan lagi, bukannya menjauh dari Alea yang sedang kesal Leon malah memeluk Alea dari belakang dengan erat sambil menciumi leher Alea hingga menimbulkan bekas kemerahan.


"Ck." Decak Alea. " Pergi sana, bekerja lah." Usir Alea namun tak di tanggapi Leon. Leon malah semakin mengeratkan pelukannya dan mencumbui punggung Alea.


"Leon." Teriak Alea namun masih tak di tanggapi Leon yang masih asyik dengan kegiatannya.


"Ck, enyahlah kau dari sini." Ucap Alea mendorong tubuh Leon hingga terlepas darinya. Bukannya merasa bersalah Leon malah nyengir-nyengir lebar.


"Sayang aku berangkat bekerja yah." Ucap Leon melangkah mendekat ke arah Alea namun dengan sigap Alea memajukan kepalan tangan nya yang berarti Kalau berani maju habislah kau.


"Hahaha baiklah-baiklah, sampai jumpa nanti malam. Emmuuaaachhhhh." Ucap Leon memberikan ciuman jarak jauh lalu berlalu pergi keluar kamar untuk pergi ke perusahaan.


"Dia pasti sudah gila." Ucap Alea memegangi dadanya yang entah mengapa sedari tadi tak karuan.


"Ada apa dengan jantung ini.?


********


"Bosan." Gerutu Alea di dalam kamar, tak ada yang bisa di lakukan di rumah ini. Pergi ke dapur sepertinya hal yang sudah mustahil bagi Alea karena dapur sudah di jaga dengan ketat. Berbincang dengan Mita, tapi Mita masih belum pulang dari kampus.


"Sepertinya aku akan berjalan-jalan ke depan saja." Ucap Alea memakai sweater panjang warna cream Lalu pergi keluar rumah.


Alea keluar menuju halaman depan yang luas menikmati indah nya bebungaan yang tertata rapi dan juga rumput-rumput yang cantik.


Sampailah Alea di depan pintu gerbang, Alea pun memikirkan sesuatu seperti apakah ia akan keluar saja.? Akan menyenangkan kalau ia bisa keluar rumah.


"Mohon maaf nona, anda ingin kemana.?" Tanya penjaga gerbang.


"Hmmm keluar." Ucap Alea.


"Tuan sudah berpesan kalau anda tidak boleh keluar tanpa pengawal." Ucap penjaga itu.


"Kalau begitu panggilkan aku pengawal." Ucap Alea dan langsung di tanggapi oleh penjaga itu. Melihat penjaga itu pergi memanggil salah satu bodyguard Alea pun berjalan dan membuka sendiri gerbang yang besar itu.

__ADS_1


"Penjagaan yang buruk." Ucap Alea melangkah kan kakinya keluar dari gerbang. Tanpa memikirkan apa yang terjadi nanti pada orang rumah, Alea pergi menikmati hiruk pikuk kota yang bising.


*******


Lama Alea berjalan hingga ia singgah di sebuah taman di pinggiran kota. Jujur Alea tak tahu sebenarnya dimana dia berada, tapi ia tak ingin ambil pusing. Toh suaminya akan mencari nya nanti.


Di taman pinggiran kota Alea tengah menikmati pemandangan anak-anak kecil yang berlari sedangkan di mansion semua orang sudah bermuka pucat melihat luapan amarah dari Leon.


Mereka menatap iba pada penjaga gerbang yang sudah babak belur. Sungguh mereka sudah lalai karena membiarkan nona muda mereka keluar rumah tanpa pengawal.


"Tenang lah kak! Kalau kau terus-menerus marah seperti ini dan bukan nya mencari keberadaan kak Lea. Ini akan jadi hal yang sia-sia." Ucap Mita menenangkan Leon.


"Jika terjadi sesuatu pada Lea ku, akan ku pastikan aku akan membakar tubuh kalian semua hidup-hidup." Ucap Leon membuat seisi rumah menjadi gemetaran.


Nona semoga anda cepat di temukan.


*******


Alea yang sedari duduk di taman tanpa rasa bersalah atau pun ingin pulang. Alea masih tak mau pulang kerumah yang membosankan itu, percuma rumahnya besar tapi di sana sangat membosankan.


"Kakak cantik hiks hiks bisa kah kau menolong ku." Ucap anak kecil yang menghampiri Alea sambil terisak.


"Apa apa.?" Tanya Lea berjongkok menyetarakan tubuhnya dengan anak kecil itu.


Alea yang mendengar perkataan anak kecil itu menjadi bingung, ia memang ingin membantu anak itu tapi ia sendiri saja tersesat dari rumah.


"Maaf kan aku, tapi aku tak tahu jalan di kota ini." Ucap Alea meminta maaf karena tak enak hati.


"Aku akan menuntun kakak, aku hanya perlu teman untuk sampai kerumah. Aku tahu jalannya tapi takut berjalan sendirian." Ucap anak kecil itu membuat Alea mengerutkan kening nya merasa ada keanehan, tapi Alea menyangkal semua keanehan itu karena wajar saja anak itu takut pulang karena anak itu masih kecil jadi butuh orang dewasa yang mengantarkan nya untuk pulang.


"Baiklah." Ucap Alea mengelus kepala anak perempuan itu, baju anak itu tampak usang dan juga berantakan dan Alea dapat memaklumi karena anak itu masih kecil jadi tak bisa mengurus dirinya sendiri.


"Terimakasih." Ucap anak itu menarik tangan Alea menuntun nya menuju rumah.


"Siapa nama mu.?" Tanya Alea.


"Nena." Ucap Nena tersenyum manis. Anak perempuan yang kira-kira berumur 5 tahun itu berhasil membuat Alea jatuh cinta.


Alea terus mengikuti langkah kaki kecil Nena, sebenarnya Alea ingin menggendong Nena hanya saja Nena tak mau. Dia mengatakan kalau dia bukan lagi anak kecil yang harus di gendong.


Sampai Lah mereka pada sebuah gang kecil, Alea merasa aneh mengapa rumah anak ini jauh sekali dan juga masuk ke area yang terpencil. Tapi melihat baju anak itu Alea bisa menafsirkan kalau Nena berasal dari keluarga yang kurang mampu, jadi masuk akal kalau rumah nya di daerah yang terpencil.

__ADS_1


"Nena apa benar ini jalan rumah mu.?" Tanya Alea memastikan, bisa saja anak kecil itu salah arah atau sudah lupa jalan rumah.


Nena yang tadinya membelakangi Alea kini memutar tubuhnya menghadap Alea lalu tersenyum kecil di sertai air mata yang membasahi pipinya membuat Alea bertanya-tanya dalam pikirannya.


"Maafkan Nena." Ucap Nena sembari terisak, apa maksud anak kecil itu.?


Selang beberapa detik Alea merasakan kepalanya pusing dan dadanya sesak, entah apa itu tapi Alea rasa ini ada kaitannya dengan udara. Udara nya sudah di racun.


"Uhuk uhuk. Nena ayo kita pergi dari sini." Ucap Alea menarik tangan Nena dan berusaha untuk lari, tapi sebelum Alea sampai di ujung gang kesadaran Alea sudah terenggut hingga ia terjatuh bersama Nena yang juga ikut pingsan. Karena benturan yang keras menyebabkan pipi Alea lembam dan berdarah.


"Kita berhasil, mangsa sudah masuk perangkap."


_


_


_


_


_


Kan Author dah bilang author akan slow up karena sekarang sudah masuk kuliah online.


Jadi mohon di mengerti.


Author kenapa gak ngetik malam aja.?


Itu karena kalau malam author kerjakan tugas, sedangkan pagi dari jam 8 author sudah masuk kelas.


Kece kan aku sok-sok bawa 4 MK sehari🤣🤣 Bayangi ke empat MK itu ngasih tugas barengan😂😂


Author gak bisa tuh cepat-cepat ngetik, karena author ngetik nya pakai handphone jadi cuma jempol yang bergerak.


Author belum ada laptop jadi agak susah, kalau sudah ada nanti author akan rutin up. Yah gak lama lagi lah, doain aja.


Itulah kenapa author kasih peringatan selalu kalau typo bertebaran dimana-mana harap bijak dalam berkomentar yah. Supaya nanti kalau ada reader yang menemukan typo tidak emosi gitu.


Jadi mohon dimaklumi yah.


GIVE ME A SUPPORT DONG:)

__ADS_1


Tbc


__ADS_2