
Setelah bermusyawarah, akhirnya sebuah keputusan pun terbentuk. Leon dan Arsel pergi menyelamatkan Alea sedangkan Vino dan Danish pergi menyelamatkan Mita dan Nena.
Leon dan Arsel kini masih berada di helikopter, Arsel mencoba menghubungi petugas pulau agar mereka dapat mendarat dan akhirnya pun di izinkan. Jelas saja di izinkan karena Leon adalah mangsa yang akan masuk ke sarang serigala sebentar lagi.
Leon dan Arsel sengaja pergi malam agar penjagaan juga tidak terlalu ketat, namun ternyata dugaan mereka salah, penjagaan di pulau sangat ketat meski sekarang sudah sangat larut. Leon dan Arsel pun turun dari helikopter menghampiri para penjaga pulau.
"Tuan Leon Fernandes," sapa dari mereka. Tampak beberapa pria bertubuh besar itu membukakan pintu sebuah mobil mewah.
"Silahkan masuk tuan!"
Leon pun hanya menurut, ia berjalan menuju mobil di ikuti Arsel. Namun, para pria itu menghalangi Arsel untu ikut naik.
"Maaf tuan, hanya tuan Leon saja yang boleh masuk ke mobil!" tegas petugas melarang Arsel masuk ke dalam mobil.
"Biarkan dia ikut!" kata Leon.
"Tidak bisa! Bos besar hanya mengizinkan anda untuk masuk tanpa membawa siapapun!" tegas petugas itu.
Arsel pun mengkode Leon dengan kedipan matanya, Leon yang paham dengan kode itu pun tersenyum.
"Baiklah, kembali lah Ars! Biar aku saja yang pergi," kata Leon.
"Baik tuan."
Mobil pun melaju menuju ke arah sebuah bukit, begitu juga dengan Arsel yang kembali menaiki helikopter lalu berlalu pergi.
Di dalam mobil Leon terus merenung bagaimana keadaan istrinya sekarang. Ia berjanji akan membunuh mereka semua dengan kejam karena berani menyiksa istrinya dan juga anaknya.
*****
Di sisi lain, Glen dan Louis keluar dari markas berjalan menuju arah belakang gedung yang kebetulan adalah sebuah hutan lebat. Dengan mengandalkan sinyal yang di berikan Xei dari arah hutan.
Yah, Xei tahu kalau penjagaan di pulau itu sangatlah ketat. Oleh karena itu, Xei menggunakan taktik untuk terbang dan mendarat di daerah hutan.
Glen dan Louis terus berjalan, Glen sengaja pergi hanya berdua dengan Louis dan meninggalkan anak buahnya di markas, karena ia juga butuh informasi bagaimana pergerakan di markas.
"Tuan," panggil Xei melambaikan tangannya.
Glen dan Louis pun mendekat, Xei sedikit bingung melihat orang asing yang ada di belakang Glen.
"Siapa dia tuan?" tanya Xei.
"Hmmm, bukan orang penting."
__ADS_1
"Bagaimana situasi nya?" tanya Glen.
"Berdasarkan sinyal yang di pancarkan dari alat pelacak yang tuan berikan, posisi nona Alea ada di sebelah bukit timur. Di sana terdapat sebuah penginapan milik keluarga besar Harnes yang biasanya di gunakan untuk berlibur," jelas Xei.
"Keluarga Harnes? Apa mungkin keluarga yang kau bilang itu ada sangkut pautnya dengan Selena?" tanya Glen. Louis yang mendengar nama asing itu menjadi bingung, yang sedang mereka bahas sekarang adalah nona Alea bukan Selena.
"Sepertinya begitu tuan, tapi saya kurang yakin."
"Hmmm, baiklah. Bagaimana dengan persiapan nya?" tanya Glen.
"Semua sudah terkendali tuan.'
"Bagaimana dengan Leon?" tanya Glen sambil menatap Louis.
"Sepertinya Leon sudah berada di pulau ini tuan,ia sudah pergi menuju tempat nona Alea," jelas Xei.
"Hmmm, ternyata dia memilih Selena yah, hehehehe."
"Sepertinya begitu tuan."
"Yasudah, ayo kita pergi!" ucap Glen berjalan terlebih dahulu ke depan.
"Lalu bagaimana dengan orang ini tuan?" tanya Xei melirik Louis.
"Biarkan dia ikut, kalau tidak ikut nanti dia akan menangis!" kata Glen sambil tertawa mengejek. Louis yang mendapat ejekan itu hanya bisa menghela nafas saja, tapi sebenarnya ia kagum dengan sosok Glen yang santai dan juga masih sopan dalam keadaan genting. Sangat berwibawa.
Jarak bukit timur dengan tempat mereka lumayan jauh, akan memakan waktu berjam-jam untuk sampai ke sana. Bisa di perkirakan mereka akan sampai pukul tiga malam karena sekarang masih pukul sebelas. Itu berarti mereka harus berjalan selama empat jam.
Berjalan menelusuri hutan yang rindang dengan cahaya yang minim, hanya berbekal senter saja. Apalagi ketika duri-duri tanaman menusuk kaki mereka membuat perjalanan menjadi semakin berat.
Aaaauuuu
Hu Hu Hu uu uu
"Ya ampun, ya ampun. Suara apa itu?" tanya Xei sambil merapat pada Louis bahkan memegang tangan Louis.
"Tuan, anda terlalu berlebihan. Itu hanya suara burung hantu saja," kata Louis dengan santai.
"Apa hantu punya burung?" tanya Xei. Jujur Xei tak pernah melihat ataupun mendengar tentang hewan nokturnal.
kresek
kresek
__ADS_1
"Ya ampun, apalagi itu?"
Sungguh hal yang sangat menyeramkan bagi Xei yang terus memegangi tangan Louis dan mengarahkan senter kesana-kemari.
"Mungkin saja wanita tak berkepala," jawab Glen.
"Cepatlah pagi, mengapa lama sekali. Tuan tolong lindungi saya," rengek Xei.
"Kau ini, akan ku katakan pada media kalau kau itu cengeng dan takut dengan suara-suara aneh. Yang mereka tahu kan, sekretaris sekaligus asisten Raymond Group adalah monster berhati dingin dan juga berwatak batu. Hahahaha," ejek Glen.
"Anda kejam sekali tuan."
"Ayo cepat jalan, sebelum aku memanggil banyak mahluk ghaib untuk membawa mu!"
Perjalanan pun dilanjutkan kembali dengan Xei yang masih saja menggandeng Louis, mereka bertiga merasakan sakit pada bagian kaki mereka karena tertusuk duri dan juga bebatuan yang tajam.
Sepatu mahal dan juga kuat bisa di tembus bebatuan runcing itu, tak lupa pula dengan tangan yang tergores oleh dedurian tanaman. Memang hutan yang penuh dengan tanaman liar dan berbahaya.
Tapi ada yang tak sadar dengan perubahan raut wajah Glen yang berganti menjadi sendu. Gelap nya malam dan minim nya pencahayaan membuat Xei dan Louis tak dapat melihat sesosok pria yang ada di hadapan mereka sedang meneteskan air mata.
"Jika aku di takdir kan untuk berkorban untuk mu, maka aku bersedia. Jika ini pengorbanan yang akan melukai ku, maka lebih dari itu pun aku bersedia."
"Entah mengapa aku merasa bahagia Lena, akhirnya aku tahu apa kegunaan ku hidup kembali. Aku tak akan menggangu mu lagi karena sepertinya kau sudah mencintai nya."
"Tapi aku juga tak akan melupakan kalau kau dulu pernah mencintai ku juga. Untuk terakhir kalinya aku akan mengingat kan mu tentang kita di masa lalu."
"Jika nanti kau tak mau menerima ku, aku akan pergi sejauh-jauhnya dari mu. Karena aku bahagia jika kau juga bahagia."
"Aku mencintaimu!!"
_
_
_
_
_
Maaf yah cuma bisa up segini, karena aku lagi sakit. Stres mikirin tugas dan juga banyak lagi dah.
Semoga teman-teman suka:)
__ADS_1
typo bertebaran dimana-mana harap bijak dalam berkomentar yah
tbc