Berpindah Ke Masa Depan

Berpindah Ke Masa Depan
Peristiwa #4


__ADS_3

Malam semakin larut, banyak dari bodyguard kapal yang memilih istirahat dan itu adalah kesempatan bagi Glen, Glen keluar dari kamarnya yang sempit dan tak nyaman lalu berjalan menelusuri lorong-lorong kapal. Ia sudah menemukan letak posisi ruangan tempat Alea berada dari salah satu anak buahnya ketika mendengar pembicaraan anak buah Leon bersama pria lainnya.


Ini adalah suatu keberuntungan bagi Glen, ia mulai berjalan menelusuri lorong yang di katakan anak buahnya tadi.


"Tuan," bisik anak buah Glen sambil melambaikan tangan. Glen pun mengangguk lalu mendekat.


"Bagaimana?" tanya Glen.


"Kami sudah berhasil membuka pintunya tuan."


"Bagus."


Tanpa basa-basi Glen pun masuk kedalam ruangan yang di katakan tempat Alea di sembunyikan.


Ceklek


Pintu terbuka, mata Glen terbelalak melihat tubuh Alea yang di ikat. Api amarah rasanya tak bisa lagi di bendung mendapati perlakuan tak layak pada seorang wanita hamil.


Glen mendekat melihat wajah pucat Alea, tangan nya terulur menyentuh wajah Alea yang pucat dan juga dingin.


"Ha-haus," lirih Alea. Glen pun dengan cepat mencari air namun di ruangan itu tak terdapat air apalagi makanan. Bagaimana bisa mereka memperlakukan wanita hamil seperti ini.


"Hei, kalian bawa air dan juga makanan!" perintah Glen dengan pelan.


"Baik tuan."


Glen berharap tak ada halangan yang di temukan anak buahnya untuk mengambil makanan dan juga minuman.


"Se... Alea," panggil Glen menyentuh tangan Alea.


Mata Alea masih tertutup namun bibirnya terus bergerak meminta seteguk air dan sesuap nasi.


"Le-leon hiks hiks haus," lirih Alea sambil menangis. Glen sudah tak memperdulikan baik itu nama siapa pun yang Alea sebut, yang ia pedulikan bagaimana caranya agar Alea makan dan minum.


"Tuan," panggil anak buah Glen sambil berbisik-bisik.


"Bagaimana?" tanya Glen.


"Kami hanya menemukan ini." Glen pun melihat, hanya ada secangkir air putih dan juga beberapa buah roti tawar.


"Tidak apa-apa, kembali lah berjaga!"


Setelah membawa roti dan air minum, Glen berusaha membuka tali yang mengikat Alea dalam posisi berbaring. Tali yang diikatkan mengelilingi tubuh Alea hingga tak bisa bergerak walau se centi.


Setelah berhasil merenggang kan tali karena tali tak bisa di buka akibat gembok kunci yang terlalu banyak, Glen berusaha memasukkan air putih kedalam mulut Alea.


"Minumlah!"


Mata Alea terbuka pelan sambil menatap Glen yang ada di hadapannya. Kepalanya yang di angkat Glen agar dapat meminum air dari gelas.


Alea meneguk air dengan rakus karena ia sangat kehausan sampai air habis dari dalam gelas.

__ADS_1


"Ayo makan!"


Glen menyodorkan roti, memasukkan ke dalam mulut Alea dengan potongan-potongan kecil. Saat Alea sedang mengunyah Glen pergi kearah pintu untuk menemui anak buah nya.


"Ambilkan lagi air!" perintah Glen.


"Baik tuan."


Alea yang masih berbaring mengunyah potongan roti yang di berikan Glen sambil meneteskan air matanya. Ia sangat lapar dan haus, ia tak memperdulikan dirinya hanya saja ada mahluk kecil dalam perut nya yang harus makan dan minum. Ia tak mau anak-anak nya menderita di sana, hanya anak-anak nya yang kini ia punya sebagai keluarga.


"Ayo makan lagi nona!"


"Dimana ini tuan?" tanya Alea.


"Di dalam kapal."


"Mengapa aku diikat seperti ini?" tanya Alea sembari terus mengunyah.


"Kau di culik nona."


Deg


"Dimana Leon hiks hiks?"


Satu pertanyaan itu membuat hati Glen kembali tersayat, di saat-saat genting seperti ini Alea masih memikirkan suaminya.


"Ia pasti sedang mencari mu juga," kata Glen agar Alea merasa tenang.


"Tolong, tolong lepaskan aku dari sini!" pinta Alea.


"Ada apa?"


"Sebaiknya kita cepat pergi dari sini, para awak kapal sudah mulai berkeliaran!"


"Baik, kalian tunggu di luar."


"Nona, maafkan aku. Untuk sekarang aku tak bisa menyelamatkan mu," kata Glen sambil mengeluarkan sebuah gelang.


"Pakai ini dan usahakan jangan terlepas, di dalam berlian di gelang ini terdapat alat pelacak!" perintah Glen sambil memasangkan gelang di pergelangan tangan Alea.


"Bertahanlah sebentar lagi, aku akan menyelamatkan mu!" Setelah memasangkan gelang, Glen langsung keluar dari ruangan meninggalkan Alea yang masih menatap pintu yang sudah tertutup.


"Terimakasih."


********


Puuutttttt


Puuutttttt


Suara trompet kapal menandakan kapal akan segera berlabuh di dermaga, para awak kapal pun mulai bersiap-siap. Di dalam ruangan Alea terus saja merasa pusing karena posisi lampu yang terang tepat di wajahnya.

__ADS_1


Ceklek.


Pintu terbuka, Alea langsung menutup matanya. Di sana para pria bertubuh besar itu mulai membuka rantai yang ada di kaki ranjang agar ranjang dapat di dorong.


Setelah rantai terlepas barulah tubuh Alea di bawa keluar, ada sedikit rasa lega alam hati Alea karena bisa menghirup udara segar di luar meski jantung nya masih terus berdetak dengan kencang. Ia tak pernah merasakan takut. Namun, setelah kehadiran buah hatinya di dalam rahimnya, ketakutan terus menghantuinya.


Semua orang berbaris, menepi membiarkan para pria itu membawa Alea, bahkan Glen pun ikut menyaksikan ketika Alea di masukkan ke dalam mobil.


"Hei, tunggu apalagi. Ayo masuk!" teriak salah satu pria dari sebuah bus berwarna hitam. Ternyata mobil Alea dan juga para pria itu berbeda.


Glen pun masuk ke dalam bus berukuran besar itu lalu duduk di bagian samping dekat dengan jendela, ia juga melihat anak buah Leon yang masuk ke dalam bus.


Anak buah Leon sebenarnya semalam ingin menemui Alea, hanya saja ketika melihat anak beberapa pria berjaga di pintu ia mengurungkan niatnya.


Bus terus berjalan mengikuti mobil yang membawa Alea, Glen terus memperhatikan gerak-gerik dari mobil Alea hingga ia membelalakkan matanya melihat mobil yang membawa Alea pergi kearah yang berbeda.


Ia pun memberanikan diri bertanya pada pria yang ada di samping nya.


"Tuan, kemana mobil tawanan itu pergi?" tanya Glen.


"Mobil tawanan pergi kearah markas besar tempat bos besar," jelas pria yang ada di samping Glen.


"Lalu mengapa kita tak mengikuti mereka?" tanya Glen.


"Yang pergi ke markas besar hanyalah orang kepercayaan bos besar saja, sedangkan kita yang masih baru belum bisa pergi ke arah sana," terang pria itu.


"Lalu kemana kita akan pergi?" tanya Glen.


"Markas khusus anak buah."


"Oh..."


Meski merasa khawatir, tapi setidaknya Glen merasa sedikit lega karena ia memakaikan gelang pelacak di tangan Alea. Semoga saja gelang itu tak terlepas dari Alea.


Ku harap kau baik-baik saja Lena, bertahan lah sebentar lagi! Aku akan menyelamatkan mu dan menebus kesalahan ku.


_


_


_


_


_


Jangan lupa beri semangat serta kritik dan saran yah💪💪💪


Tolong kawan², jangan spam promo yah:)


Author tahu kok, kalau ada bingkai gambar berarti dia juga seorang author, nanti akan author baca. :)

__ADS_1


Typo bertebaran dimana-mana harap bijak dalam berkomentar yah


tbc


__ADS_2