Berpindah Ke Masa Depan

Berpindah Ke Masa Depan
Orang asing


__ADS_3

Kembali pada masa sekarang, yang lalu biar lah berlalu jangan di ambil pusing.


Alea dan Nena baru saja berhasil keluar dari hotel yang tadi mereka tempati, dengan berbekal kabur diam-diam Alea dengan sangat lihai keluar meski ia tak tahu arah jalan pulang. seluruh koridor ia lewati untuk bisa menemukan pintu keluar.


Alea dan Nena tengah berjalan di pusat kota, malam terus saja menjadi larut namun aktivitas kota tetaplah berjalan lancar. Ingin rasanya Alea bertanya pada salah seorang warga tapi melihat tingkah penghuni kota itu Alea mengurungkan niatnya. Alea merasa jijik melihat penduduk yang mayoritas wanita baik tua maupun muda, semuanya memakai pakaian yang sudah tidak ada bahan lagi. Gunung-gunung mereka menonjol kesana-kemari,baju yang ketat hingga membungkus bokong mereka yang sudah terlihat belahan nya.


Untung nya Alea memakai kemeja yang kebesaran jadi masih terlihat sopan. " Kakak kita mau kemana.?" Tanya Nena yang tampak matanya sudah memerah karena menahan kantuk.


Alea menjadi bingung karena memang tak tahu kemana mereka harus berjalan. Sedangkan waktu terus saja berjalan dan mata sudah tak bisa di ajak kompromi.


Kalau dulu aku sering tidur di mana saja, tidur di jalan, di hutan, di bawah jembatan. Tapi tak mungkin sekarang aku begitu juga karena aku membawa anak kecil dan lagi sepertinya penghuni kota ini berotak mesum baik pada wanita dewasa maupun anak kecil.


"Permisi nona." Alea terkejut ketika mendengar suara dari belakang nya, Alea langsung membalikkan badannya dan di sana ada seorang laki-laki muda memakai kacamata bulat dan juga setelan jas formal.


"Anda tersesat.?" Tanya pria itu membuat Alea menyipitkan sebelah matanya meragukan kehadiran pria itu yang pasti ada apa-apanya.


"Siapa kau.?" Tanya Alea datar.


"Perkenalkan nama saya Xeon, anda bisa memanggil saya dengan sebutan Xei." Ucap pria bernama Xeon atau Xei itu.


"Lalu, apa urusan mu datang pada kami.?" Tanya Alea.


"Saya hanya bertanya nona, saya lihat anda sedang kebingungan. Mungkin saja anda sedang tersesat jadi saya akan menawarkan bantuan untuk anda." Ucap Xei tersenyum ramah.


"He, jangan-jangan kau ini salah satu dari penduduk mesum itu,. Cih." Ucap Alea dengan mata tajam nya dengan santai Xei menjawab dengan senyuman santai.


"Saya bukan lah orang yang suka melakukan aktivitas menjijikan itu. Saya adalah orang yang berpendidikan jadi saya bisa jamin anda baik-baik saja." Ucap Xei santai.


"Kalau kau memang tak mesum, lalu mengapa kau datang ke pulau ini.?" Tanya Alea masih tak percaya.


"Itu karena bos saya sedang menjalankan bisnis di pulai ini."


"Maksudmu bisnis hina.?" Tanya Alea dengan nada sinis. Tampak raut wajah Xei tak berubah sama sekali dengan ucapan sinis Alea. Namun dalam hatinya ia menggerutu kesal karena mendapatkan tugas seperti ini dari bos nya.


Tuan muda, kalau saja nona ini bukan wanita yang anda cintai mungkin nona ini sudah tinggal nama. Gerutu Xei.


"Saya bisa menjamin keselamatan anda nona. Saya lihat anda dan anak kecil ini adalah orang yang sengaja di bawa kemari, jadi kebetulan sekali saya menemukan anda yang sedang bingung, saya berniat menolong anda." Ucap Xei terus menyakinkan Alea.


"Kakak, Nena ingin tidur." Ucap Nena dengan suara serak nya. Tentu Alea juga ingin tidur tapi ia tak bisa percaya pada orang dengan mudah nya.


"Kalau begitu, kemari lah.!" Ucap Alea menjentikkan jarinya pertanda kalau Xei di suruh untuk mendekat.

__ADS_1


Tanpa ragu Xei pun mendekat pada Alea dengan banyak rasa tanya di dalam benaknya." Berikan tangan mu.!" Ucap Alea dan langsung di turuti Xei tanpa banyak tanya.


Jleb.


Akkhhhhh. Pekik Xei ketika Alea


menancapkan mata pisau di telapak tangan Xei, ingin marah tapi Xei tak bisa karena ini adalah perintah.


"Itu masih permulaan, kalau kau berani macam-macam maka kau akan merasakan tancapan belati ini di bagian vital mu." Ucap Alea menatap tajam mata Xei yang langsung menundukkan kepalanya.


"Baik nona, saya mengerti." Ucap Xei. " Mari ikuti saya.!" Ucap Xei menuntun Alea dan Nena masuk ke dalam sebuah mobil mewah. Setelah masuk, mobil pun melaju dengan kecepatan tinggi walau tangan Xei terluka tapi ia masih bisa membawa mobil dengan kecepatan tinggi.


Di dalam mobil Alea berulangkali menutupi mulutnya karena menguap, biasa nya Alea malas menutup mulutnya namun ia teringat pesan Leon kalau ia sedang menguap ia harus menutup mulutnya dengan punggung tangan.


Mengingat itu ada rasa rindu pada Leon, entah apa yang sekarang Leon lakukan setelah tahu kalau ia tak pulang. Pasti tengah jadi kegaduhan di rumah dimana Leon melampiaskan amarahnya pada orang rumah. Atau bisa jadi Leon sekarang tengah berada di ruangan kosong dan minum lalu menangis frustasi.


Alea menghela nafas berat, kantuk yang tak bisa lagi di tahan membuat Alea tertidur di sepanjang jalanan. Hingga tak sadar kalau mobil sudah berhenti di sebuah resort mewah dan elegan.


Sedangkan di mansion Leon.


Benar saja Leon kin tengah duduk di ruangan gelap dengan sebuah laptop dan juga handphone. Ia bukan ingin menangis frustasi melainkan sedang menyelidiki dimana sebenarnya istrinya berada dengan bantuan teman Leon Danish dan Arsel yang sudah ada di samping Leon.


"Hmmm menarik, sepertinya ini bukan sekedar hilang biasa. Melainkan sebuah rencana matang." Ucap Arsel menatap laptop dengan senyuman smirk. Ia yang jauh dari negara lain di paksa datang ke tempat Leon untuk mencari Alea. Mau tak mau Arsel pun harus datang kalau ia masih ingin bekerja dan mendapatkan gaji yang besar.


"Maksud mu ada yang sengaja ingin mencelakakan Alea.?" Tanya Leon dengan wajah khawatir. " Iya." Ucap Arsel.


"Siapa.?" Tanya Leon dengan suara keras.


"Ini aku kak, buka pintunya.!" Teriak Mita dengan keras pula dan entah mengapa di dalam kegelapan itu ada yang sedang tersenyum riang setelah mendengar suara Mita.


"Danish buka kan pintu." Ucap Leon malas bergerak.


"Haduh, lelah nya. Sel buka pintu." Ucap Danish yang malah memerintah orang lain. Tanpa banyak bicara Arsel pun membuka pintu dengan senyuman manis Arsel menyambut Mita namun di balas dengan senyuman mengerikan dari Mita dan Arsel tau makna senyuman itu.


"Apa kakak sudah menemukan kak Lea.?" Tanya Mita menghidupkan lampu agar ruangan menjadi terang.


"Kalau sudah tak mungkin aku berdiam diri di sini." Ucap Leon galak.


"Hmmm aku mencurigai kalau ini adalah sebuah konspirasi." Ucap Mita membuat ketiga laki-laki itu menoleh.


"Kak Lea adalah orang yang baik dan jarang keluar rumah, tapi mengapa ada orang yang ingin mencelakakan kak Lea. Itu berarti dalang dari semua ini adalah orang yang pernah bermasalah dengan kak Lea atau orang yang membenci kak Lea dan dia ada di lingkungan kita." Ucap Mita menyampaikan pendapatnya.

__ADS_1


"Benar juga tapi siapa.?" Tanya Danish.


"Kalau aku sebutkan, apa kalian akan percaya.?" Tanya Mita dengan serius.


"Hmmm hanya menebak saja, mungkin ini adalah ibu atau pun Bella di mantan ja*ang itu." Ucap Mita membuat ketiganya berpikir dengan serius.


"Kita tidak boleh asal menuduh, kita harus cari bukti terlebih dahulu." Ucap Leon.


"Cih, membantah. Apa karena ada Bella yang ku sebutkan namannya atau ada ibu." Ucap kita tak suka.


"Bukan begitu Mita, aku tak peduli siapa mereka tapi jika kita fokus pada mereka siapa tahu musuh yang sebenarnya ada di dekat kita." Ucap Leon.


"Terserah, tapi dalam pikiran ku hanya mereka berdua. Jika mereka terbukti bersalah. Aku yang akan duluan mencungkil bola mata mereka." Ucap Mita tak tanggung-tanggung membuat ketiga pria itu tercengang.


Kembali ke pulau Z.


Setelah mobil sampai di sebuah penginapan mewah, Xei yang bingung harus melakukan apa memilih menghubungi tuan nya.


"Tuan saya sudah sampai, tapi nona Alea sudah tertidur." Ucap Xei.


"Hmmm di bawah sana ada bodyguard wanita, suruh mereka menggendong Alea dengan perlahan agar tak mengganggu tidur nya." Ucap seseorang daris seberang sana.


"Baik tuan." Ucap Xei lalu memutuskan panggilan dan memerintahkan para bodyguard wanita yang sudah di siapkan untuk membawa Alea dan Nena masuk ke dalam.


Sedangkan di atas balkon, seorang pria menatap senang ke arah bawah melihat wanita pujaan nya sedang di gendong masuk ke dalam penginapan.


Aku ingin tahu apa kau masih mengingat ku. Lena.


_


_


_


_


_


_


Typo bertebaran dimana-mana harap bijak dalam berkomentar yah.

__ADS_1


tbc


__ADS_2