Berpindah Ke Masa Depan

Berpindah Ke Masa Depan
Memberikan hadiah#2


__ADS_3

Terdapat adegan kekerasan! harap bijak dalam membaca!


Hari sudah berganti lagi, berganti menjadi hari yang menegangkan setelah melewati malam yang hangat bersama Alea. Entah mengapa belakangan ini Alea menjadi jinak membuat Leon semakin mabuk kepayang membayangkan betapa lembut nya dan betapa menyenangkannya ketika mereka berolahraga malam.


Leon kini ada di sebuah rumah minimalis yang sudah usang atau lebih tepatnya tempat itu adalah markas rahasia Leon ketika ia ingin melakukan sesuatu untuk memuaskan dahaganya terhadap darah.


Mengapa kali ini Leon tak membawa ke mansion karena ada alasan tertentu yang membuat ia tak mau orang lain mencampuri urusan nya. Kali ini Leon ingin tangan nya sendiri lah yang menuntaskan masalah nya dan hasrat bengis nya.


"Tuan, nona Bella sudah sadar," Leon tersenyum puas ketika mendengar informasi dari anak buahnya yang berjaga. Dengan langkah yang santai Leon masuk ke dalam rumah yang hanya berisi satu ruangan saja, namun sebelum masuk Leon kembali menatap anak buah nya.


"Apa kalian sudah memakai kan ja*ang itu pakaian?" tanya Leon. Tampak anak buah Leon mengangguk menandakan iya, Leon pun tanpa ragu mulai masuk keruangan di sana sudah ada beberapa anak buah Leon yang berdiri tegap dan juga seorang wanita yang tengah duduk menunduk kan kepalanya yang terlihat lesu.


"Selamat pagi menjelang siang, Bella." Leon mendekat, ketika mendengar suara Leon, Bella pun sontak mengangkat kepalanya. Seulas senyuman terukir di bibir nya dan mata yang penuh harap pada laki-laki yang ada di hadapannya. Laki-laki idaman, pujaan, cinta pertama Bella. Sungguh rasa sesal kini sangat menggerogoti jiwanya karena pernah pergi dari sisi Leon yang dulu sangat mencintai nya.


"Le-leon, sa-sayang," lirih Bella dengan mata yang sudah berair. Leon tampak tak suka dengan panggilan itu namun masih ingin bersantai terlebih dahulu. Ia juga akan memainkan drama nya sendiri mengikuti alur yang sudah tersediakan.


"Iya sayang." Ucap Leon. Bella tersenyum puas, mungkin rencananya sudah berhasil dan Vidio menjijikan Alea sudah di lihat Leon yang membuat pria itu berpaling dan kembali padanya.


"Kau sudah kembali, kau kembali pada ku kan sayang?" Tanya Bella. Tampak Leon tersenyum smirk Lalu mengangguk kan kepalanya, sangking senang nya Bella bahkan melupakan tangan dan kakinya terikat dan mengapa ia bisa berada di sini.


"Aku tahu itu,aku tahu kalau kau akan kembali pada ku. Wanita itu memang tak pantas untuk mu, aku lah yang pantas untuk mu. Hanya aku seorang!"


Tampak Leon mengepalkan tangan nya dengan erat, namun ia harus sedikit lagi bersabar. Bukan tak percaya hanya saja Leon ingin melihat tampang Bella yang sebenarnya melalui mata kepalanya sendiri. Wanita yang ia kenal sebagai wanita yang sangat lembut dan sopan yang pernah ada di hatinya, ia ingin mendengar langsung perbuatan apa yang telah ia lakukan pada Alea.


"Siapa maksud mu yang tidak pantas sayang?" tanya Leon. Berpura-pura tak tahu dengan membelai rambut Bella perlahan-lahan bagaikan menyentuh barang yang berharga.


"Iya iya dia itu Alea, istri mu." Tanpa sadar atau memang sadar Bella meluapkan semua yang ada di hatinya, lagi pula apa yang harus ia takutkan. Leon kini sudah kembali padanya, kembali seperti semula.

__ADS_1


"Mengapa Alea tak pantas bersama ku Bella?" lagi dan lagi Leon mengepalkan tangannya namun raut wajahnya masih lembut dan bersahabat, sama seperti ketika mereka menjalin hubungan sewaktu dulu.


"Iya dia tak pantas Leon, dia itu adalah wanita yang menjijikan. Ja*ang liar yang melayani banyak laki-laki dan kau pasti sudah mengetahui itu." Seulas senyuman devil terukir namun tak di sadari Bella yang masih terlalu antusias. Ia bahkan tak menyadari tangan nya memerah karena di ikat dengan sangat kuat.


"Dari mana kau tahu kalau aku sudah melihatnya? Apa kau juga melihat vidionya?"


"Iya, iya aku melihat nya. Dia si ja*ang itu melayani banyak pria dalam semalam," ucap Bella. Menyakinkan Leon bahwa Alea memang lah wanita rendahan.


"Lalu kau? Aku ingin tahu di mana letak harga dirimu?" senyuman yang tadinya mengembang kini menjadi raut tanda tanya. Apa maksud Leon?


Plak


Satu tamparan mendarat di permukaan kulit wajah Bella meninggalkan bekas telapak tangan yang memerah. Bella membulatkan matanya terkejut, ada apa ini sebenarnya.?


"Sa-sayang."


Plak


Kuatnya tamparan membuat sudut bibir Bella robek dan berdarah tak lupa pula pipi yang membengkak kebiruan. Air mata Bella jatuh membasahi pipinya, sebenarnya apa yang terjadi? Baru saja ia bahagia karena Leon kembali padanya, tapi apa ini?


"Mengapa? Mengapa? Apa salah ku!" teriak Bella dengan sisa tenaganya. Leon menjambak rambut Bella dengan kasar lalu mendekatkan wajahnya Bella padanya.


"Kau sudah berani bermain-main pada ku terutama ingin melukai istri ku. Kau pantas mati!" Leon menghempaskan jambakannya lalu mengeluarkan sebuah korek api.


"Bukan nya, bukannya kau ingin kembali pada ku?" masih dengan pendirian nya, Bella terus berharap kalau ini hanyalah sebuah candaan saja. Ia bisa menerimanya.


"Aku mengatakan itu agar kau bahagia menjelang kematian mu hari ini."

__ADS_1


Kini giliran Leon memerintah kan anak buahnya untuk membawa sesuatu yang sudah ia minta sedari semalam. Anak buah Leon pun mengerti maksud tuannya lalu mengambil timah panas.


Air mata Bella tak kunjung berhenti, mungkin ini adalah hari terakhirnya. Mati dalam keadaan mengenaskan, yang ia minta adalah semoga saja keluarga nya bahagia dan dapat merelakan kepergiannya dengan tabah.


Sejak hari itu Bella tak kunjung berkabar pada keluarga nya yang sangat khawatir pada putri sekaligus tulang punggung keluarga. Yah Bella berasal dari keluarga sederhana yang beruntung memikat seorang pria kaya raya dan berkuasa namun akhirnya mati di tangan pria yang sama.


Barulah di nyatakan meninggal ketika mayat Bella di temukan di dasar jurang, Bella dinyatakan meninggal karena kecelakaan di karenakan tubuhnya yang sudah hangus dan hancur lebur.


Keluarga Bella begitu terpukul, putri satu-satunya yang menjadi tulang punggung mereka harus pergi meninggalkan mereka yang sudah tua dan renta. Mengingat itu Leon pun akhirnya memberikan sebuah kompensasi pada keluarga Bella, ia masih punya hati nurani melihat orang tua yang sudah renta harus banting tulang. Ia pun memberikan kompensasi yang bisa menjamin hidup keluarga Bella sepanjang hidup.


Sedangkan Alea hanya bisa menikmati alur kehidupan yang berputar seperti roda.


_


_


_


_


_


_


Typo bertebaran dimana-mana harap bijak dalam berkomentar yah.


Kalau tidak suka harap tinggalkan tanpa jejak yah.

__ADS_1


tbc


__ADS_2