
Hari semakin berjalan, pagi yang sejuk kini berganti dengan siang yang panas. Terik matahari yang membara membuat para penghuni rumah lebih memilih berdiam diri di rumah dari pada keluar dan membakar kulit mereka.
Begitu juga dengan Alea yang baru saja siap membersihkan dirinya, ia melihat Leon yang masih berbaring dan sedang memainkan ponselnya.
"Leon, apa kau tidak pergi bekerja?" tanya Alea naik ke atas ranjang menindih Leon yang terlentang. Leon pun menaruh ponsel di atas meja lalu beralih pada Alea yang menindihnya dengan posisi menduduki area pinggang bawah.
"Tidak sayang." Leon menarik Alea agar Alea mendekat lalu menciumi bibir Alea dengan lembut. Leon pun mengambil ponselnya membuka kamera lalu memotret posisi mereka yang sangat intim.
"Mengapa tidak bekerja?" tanya Alea menyandarkan kepalanya di dada Leon.
"Hmmm malas."
"Hahahaha, yasudah ayo kita jalan-jalan," ujar Alea dengan mata yang berbinar.
"Panas."
"Ahhh aku ingin jalan-jalan," rengek Alea manja.
"Kemana?"
"Kemana saja boleh, aku ingin berbelanja, aku ingin membeli banyak makanan. Aku ingin semuanya," tutur Alea menggebu-gebu.
"Hahahaha, baiklah apapun untuk mu sayang."
"Terimakasih, Leon."
"Coba panggil aku sayang juga atau kau punya panggilan untuk ku? Beri aku panggilan yang romantis sayang!"
Deg
Tampak Alea terlihat berfikir dengan keras. Gelar apa yang cocok untuk suaminya ini yah. Ia tak pandai dalam hal yang romantis, tapi benar juga. Ia harus punya panggilan khusus untuk suaminya.
"Bagaimana dengan Boo?"
"Boo? Artinya?"
"Sayang, hanya itu yang terpikir kan oleh ku. Aku pernah membacanya di internet, katanya panggilan itu untuk pasangan kita yang lucu."
"Memangnya aku lucu?" tanya Leon menahan tawanya.
"Iya."
"Lucu darimana nya?" tanya Leon.
Kalau aku bilang kau itu lucu karena pernah menangis nanti kau akan marah. Jadi lebih baik aku merahasiakan nya saja hahahaha.
__ADS_1
"Hmmm, pokonya kau lucu. Jadi aku panggil Boo saja. Kalau tak mau yasudah."
"Baiklah-baiklah, panggil aku Boo." Mau bagaimana pun Leon harus menerimanya, meski seperti apapun panggilan untuknya dan artinya yang terpenting baginya istrinya mau memikirkan panggilan sayang untuk nya.
"Kalau aku?" tanya Alea balik.
"Sayang."
"Haaaa tidak mau, aku tidak mau hanya di panggil sayang. Harus ada nama lainnya." Leon pun tampak berfikir, Alea tadi memanggilnya dengan sebutan Boo yaitu lucu. Sebuah senyuman manis terukir tak kala sebuah panggilan sayang untuk Alea terlintas di benak nya.
"Bee."
"Apa itu?" tanya Alea bingung.
"Artinya sayang, sama seperti mu. Kau memberiku panggilan Boo aku memberikan panggilan Bee. Bee itu di tunjukkan untuk pasangan nya yang sangat menggemaskan, seperti dirimu."
Seketika pipi Alea merona mendengarkan perkataan Leon, hatinya di buat mabuk kepayang dengan panggilan khusus untuk nya. Walau aneh, namun Alea tak menolak.
"Baiklah."
"Jadi Bee, kita akan kemana?" tanya Leon. Rasanya ia ingin tertawa dan berteriak.
"Hmmm, ayo kita makan eskrim di luar Boo. Bee mau eskrim!" ucap Alea manja membuat Leon menjadi gemas.
Aku sih tidak masalah dengan panggilan Boo, hanya saja takut nya Alea akan salah ucap menjadi boboho. Itu kan memalukan.
Boo, Bee. Itu sangat menggelikan.
******
Setelah menentukan nama panggilan, Leon dan Alea pun pergi keluar sesuai permintaan Alea. Mungkin saja ini efek kehamilan Alea. Sudah makan banyak tapi tak kenyang-kenyang, Leon pun hanya bisa mengikuti istrinya itu pergi menjelajahi setiap makanan yang ada di pinggir jalan. Sebenarnya Leon paling pemilih dalam hal makanan apalagi dari tempat yang kurang higienis, tapi mau bagaimana lagi, ketika istrinya hendak memakan salah satu jajanan di pinggir jalan Leon di wajibkan untuk menyicipi jajanan yang sama dengan Alea.
"Boo, ayo kita duduk di situ." Alea berjalan menarik tangan Leon untuk mengikuti nya duduk di salah satu kursi yang berada di taman. Yah mereka sekarang ada di taman, menikmati jajanan yang sudah Alea kumpulkan dengan terpaan angin yang sejuk menjadikan suasana yang menyenangkan.
"Boo, ayo buka mulut mu!" ucap Alea menyodorkan salah satu jajanan yang baru saja ia beli, meski sebenarnya Leon tak mau, tapi ia harus mengalahkan egonya dan membuka mulutnya.
Hap
Satu gigitan, Leon membulatkan matanya merasakan sensasi gurih dari makanan yang di sodorkan Alea padanya (Sengaja tidak di sebutkan karena author tidak di endorse 😂)
"Enak kan?" tanya Alea memasukkan juga makanan sisa gigitan Leon ke mulutnya.
"Enak Bee, mau lagi," rengek Leon.
"Yasudah, ayo berbagi."
__ADS_1
"Terimakasih."
Leon dan Alea pun menikmati jajanan mereka dengan canda dan tawa. Leon sangat bahagia, inilah yang ia nanti-nanti kan. Tertawa penuh kebahagiaan dan kehangatan dengan wanita yang ia cintai yang sebentar lagi akan di lengkapi dengan anak mereka.
Meski kau belum bisa mencintai ku, aku akan tetap di sisimu dan mencintaimu meski maut memisahkan kita Lea. Aku mencintaimu dan aku harap kau juga nanti akan mencintai ku. Aku menunggu saat itu.
*******
"Sayang," ucap Sierra membelai leher pria yang sedang fokus dengan laptop nya.
"Hmmm, ada apa?" tanya pria itu mengalihkan pandangannya dari laptop nya dan mengecup bibir Sierra dan menggigit keras hingga menimbulkan luka di bibir Sierra.
"Auww."
"Hehehehe, sakit?" tanya pria itu.
"Sakit, tapi nikmat," ucap Sierra menjilati bibir pria itu.
"Itu adalah peringatan karena kau mengganggu pekerjaan ku!" tegas pria itu.
"Kalau kau memperingati ku dengan cara seperti itu, aku akan selalu mengganggu mu nanti." Bukannya jera, perlakuan pria itu malah membuat Sierra semakin percaya diri.
"Hahaha kalau begitu, sering-sering lah melakukan itu sayang. Akan ku lahap habis bibir manis mu itu," kata pria itu mengelus bibir Sierra dengan jarinya.
"Hmmm, pasti akan kulakukan."
"Jadi, apa mau mu sayang? Kau pasti punya maksud mengganggu ku yang sedang bekerja ini kan?" tanya pria itu sembari meraba-raba kedalam pakaian Sierra.
"Hmmm, ini sudah berbulan-bulan, tapi kita belum juga bergerak." Sierra yang merasa geli karena elusan pun mencubit lengan pria itu.
"Bergerak untuk apa?" tanya pria itu tersenyum manis.
"Untuk membalas dendam ku kepada Leon dan yang lainnya." Tampak sorot mata Sierra berubah menjadi tajam dan juga dingin.
"Hahahaha ternyata itu yah, dengar kan aku sayang! Aku tak akan mungkin melupakan dendam mu kepada para ******** itu. Jadi kau jangan khawatir, aku sudah menyiapkan semuanya sedari dulu." Tampak seulas senyuman terukir di bibir merah Sierra, tanpa basa-basi basi lagi Sierra membuka kancing baju pria itu lalu menj*lati dada pria itu.
Kelakuan Sierra membuat pria itu menjadi bernafsu dan menggendong Sierra menuju sofa, ia langsung merobek pakaian Sierra dengan kasar dan melahap dengan penuh keserakahan tubuh Sierra.
"Terimakasih sayang, ahh hmmppp."
"Apapun untuk mu."
_
_
__ADS_1
_
tbc