Berpindah Ke Masa Depan

Berpindah Ke Masa Depan
Akhir dari perjuangan


__ADS_3

Puluhan pria mengepung Alea dan Glen secara mengeliling. Alea tepat berada di tengah di kelilingi Glen, Louis dan Xei. Alea merasa sangat tak enak hati dengan terus menyusahkan Glen dan yang lainnya, tapi mau bagaimana lagi, kondisinya yang sangat tak memungkinkan ia bergerak cepat sangat menghambat dan mengharuskan ia berlindung di balik pria-pria ini.


"Tuan, mereka tidak bergerak dan hanya menatap kita saja," tutur Xei bingung melihat para pria itu tak bergerak.


"Mungkin .mereka sedang merana," sahut Glen.


"Hehehehe anda bisa saja."


Alea memperhatikan sosok Glen dengan teramat dalam, senyuman yang membuat hatinya bergetar dan juga sentuhan hangat yang memaksa ia untuk mengingat sesuatu.


Praaakk


Glen dan yang lainnya menatap bingung ketika para pria itu menjatuhkan pistol mereka dan juga belati yang ada di tangan.


"Lawan kami dengan tangan kosong!" tantang salah satu diantara mereka.


Glen tersenyum menyeringai, kalau masalah bela diri ia lah rajanya. Ia pun memberikan pistolnya dan juga pisau pada Alea begitu juga Xei dan Louis.


"Ayo, kemarilah!" kata Glen memasang kuda-kuda.


"Sombong sekali," ucap mereka remeh.


"Orang hebat memang harus sombong," balas Glen dengan percaya diri membuat Alea tertawa.


"Kesombongan mu pasti akan berakhir ketika kau sudah tak bernyawa lagi!" ketus mereka.


"Kita lihat saja nanti."


Hiyaaaaaa


Perkelahian pun di mulai, para anak buah Jack berjumlah dua puluh lima orang mengepung Glen, Xei dan juga Louis. Sedangkan Alea memilih untuk mundur.


"Maafkan aku yang tak bisa membantu kalian, sebuah impian yang terlintas di benakku adalah memiliki anak yang normal seperti orang lain. Aku tak mau anak ku juga akan seperti ku, menjadi seorang monster yang haus darah. Maafkan aku," batin Alea.


Pertarungan masih berlanjut, baku hantam pun berjalan dengan ekstrim. Alea menatap Glen yang terus memukuli tanpa ampun para pria yang bertubuh besar itu. Alea kagum dengan kekuatan otot Glen yang dapat menghempaskan salah satu dia Anatar mereka.


" Wow, keren!!" teriak Alea. Glen pun tersenyum melihat pujaan hatinya dapat tersenyum manis karena nya.


"Terimakasih," ucap Glen melambaikan tangannya. Alea membulatkan matanya ketika melihat seorang pria membawa sebuah batu di belakang Glen.


"Awas Glen!!" teriak Alea. Glen pun langsung waspada dan menghindari, untungnya batu itu tak mengenai kepalanya.


Amarah Glen pun tersulut karena pria itu, ia pun segera membalas perlakuan pria itu dengan mengambil satu cabang pohon berukuran pas di tangan. Dengan gesit Glen memukul pria itu yang masih melawan, Glen bahkan sudah menargetkan daerah mana yang harus ia pukul.


"Matilah kau!!" teriak Glen mengayunkan kayu yang ada di tangannya tepat di bagian vital si pria.


"Akhhhhh," teriakan kesakitan serasa memenuhi hutan. Pria itu berjongkok memegangi alat vitalnya, bahkan air matanya keluar karena rasa sakit yang sangat menjalar.


Tak puas dengan itu, Glen kembali mengayunkan potongan kayu tepat ke kepala pria yang sedang kesakitan itu hingga mengeluarkan darah yang banyak.


Glen menghembuskan nafas nya dan kembali tersenyum manis ke arah Alea. Alea pun membalas senyuman Glen dengan tulus, entah mengapa ia ingin menangis sekarang. Seperti akan terjadi sesuatu yang sangat menyakitkan.


"Tuan, anak buah kita sudah sampai," ucap Xei.


"Bagus."


"Bereskan mereka semua!" perintah Glen.


"Baik tuan, maaf atas keterlambatan kami."


"Iya iya."


Glen pun berjalan menuju posisi Alea. Namun, langkah kakinya tiba-tiba berhenti melihat seorang pria yang berada lumayan jauh di belakang Alea. Pria itu tampak menodongkan senjatanya tepat di belakang Alea.


"Bukankah itu tuan muda Harnes?" pikir Glen."


"Alea sedang dalam bahaya."


Glen mempercepat langkahnya menuju Alea membuat Alea menjadi bingung dengan raut wajah Glen yang tiba-tiba saja berubah drastis.


Di sisi sana,Jack tersenyum menyeringai sambil menodongkan senjatanya tepat di belakang Alea, lebih tepatnya bagian jantung. Pistol yang harganya sangat mahal dan canggih ini pasti bisa menembus jantung Alea, itu pikirnya.


"Kekasih ku sudah mati karena kalian, kalian harus membayarnya!"


Jack melihat seorang pria yang mendekat pada Alea. "Cih, tak akan kubiarkan wanita itu lolos dari kematian."


"Jack, pria si*alan!" teriak Leon dari arah belakang. Jack pun menoleh dan membulatkan matanya, mengapa ia cepat sekali di temukan.

__ADS_1


"Tidak ada pilihan lain, kalau aku mati aku harus membawa teman juga heheheh."


Di sisi lain, Glen berlari menuju Alea yang terlihat bingung. Glen bahkan bisa melihat Leon yang juga berlari di belakang Jack sambil menodongkan senjata.


"Matilah kau Jack!"


Dorrr


Dorrr


"Alea!!!"


Deg


Deg


Deg


Leon membulatkan matanya, melihat ternyata Alea ada di depan Jack dan pria itu berhasil menembakkan peluru dari pistolnya.


Jack tersenyum miring dan puas serta memegangi luka tembaknya, hingga menutup matanya.


"Aku puas."


Sedangkan di sisi sana.


Air mata Alea jatuh, tangan nya yang berlumuran darah dan badannya yang gemetaran.


"Selena," lirih Glen.


Mata Alea membulat ketika bibir pucat Glen memanggil namanya.


"Mengapa-mengapa kau melakukan itu? Mengapa kau menyelamatkan ku?!" teriak Alea penuh dengan air mata dan frustasi melihat tubuh Glen yang terkulai lemas dengan berlumuran darah. Ternyata Glen lah yang terkena peluru dari pistol Jack karena berusaha melindungi Alea.


"Karena aku mencintaimu," lirih Glen tersenyum.


Alea mengulurkan tangan nya mengangkat kepala Glen kepangkuan nya.


"Panggilkan dokter!" teriak Alea.


"Tuan bertahanlah," ucap Xei gemetaran bahkan air matanya saja jatuh karena melihat Glen yang sudah pucat pasih.


"Tidak perlu Xei, aku tak butuh dokter. Mungkin ini adalah jalan yang terbaik untuk ku," cegah Glen.


"Tidak tuan, anda tidak boleh mengatakan hal seperti itu, panggilkan dokter!!" teriak Xei.


"Dengarkan aku Xei, apapun yang terjadi aku akan memberikan semua yang ku punya untuk mu karena kau sudah aku anggap seperti keluarga ku. Jadi berbahagialah."


"Tidak! Saya tidak mau!"


"Yasudah kalau tidak mau, berikan saja pada orang lain hehehe," lirih Glen yang masih bisa tertawa walau pelan.


"Tuan..."


Semuanya terdiam melihat kejadian yang ada di hadapan mereka. Puluhan anak buah Glen meneteskan air mata karena mereka tahu apa yang akan terjadi kalau sudah seperti itu.


"Lena," ucap Glen menatap bola mata Alea.


"Walau kau tak mengingat ku, aku tetap mengingat mu. Aku bahagia karena aku dapat di pertemukan dengan mu untuk kedua kalinya."


Deg


"Aku bahagia, karena aku masih mencintai mu dulu hingga sekarang dan aku juga bahagia bisa mengorbankan diriku lagi seperti dulu. Aku bahagia," lirih Glen tersenyum sendu. Jantung Alea terasa berhenti mendengar kalimat Glen, selintas ingatan tentang masa lalunya pun membayang di ingatan nya.


"Glen."


"Hehehe pagi Lena ku."


"Pagi."


"Kau terlihat pucat."


"Hmmm kata tabib ou aku akan mati karena jantungku yang bermasalah."


Deg


"Lena?"

__ADS_1


"Glen aku ingin hidup, aku ingin menikah dengan mu, tapi nanti aku akan mati."


"Kau pasti akan hidup aku akan menjamin itu."


"Semoga saja."


"Lena, hiduplah dengan nyaman dan jadilah dirimu sendiri. Ini adalah pemberian ku yang terakhir pada mu."


"Kak Glen!!!" teriak Alea ketika mengingat masa lalunya. Mengapa ia sampai lupa dengan masa lalu yang tak pernah ingin ia lupakan.


"Hehehe kau mengingat ku?" tanya Glen menghapus air mata Alea.


"Kau harus hidup! Maafkan aku karena sudah melupakan mu hiks hiks maaf kan aku." Tangis Alea pecah membelah keheningan, bahkan Leon hanya bisa terdiam tak bisa berkata-kata.


"Aku yang memilih ini Lena, aku yang memilih ini. Kau jangan menyalahkan dirimu sendiri, itu tak baik untuk kesehatan mu."


"Hiduplah dengan bahagia Lena, karena kalau kau bahagia aku juga akan bahagia. Aku berharap suatu saat nanti aku juga akan bertemu dengan mu lagi dan saat itu kau mengingat ku dan hanya mencintai ku."


"Aku mencintaimu, jika ada yang lebih besar dari pengorbanan ku ini maka aku akan melakukan nya. Aku mohon jadilah wanita yang normal tanpa berlumuran darah, jadilah ibu yang baik untuk anak-anak mu nanti."


"Maafkan aku yang sudah menyeret dirimu dan juga suami mu masuk dalam bahaya karena rencana ku. Tapi ketahuilah aku merencanakan itu hanya untuk melihat kelayakan pria lain yang akan bersanding di hidup mu. Maafkan aku."


Glen mengulurkan tangannya kembali menyapu air mata Alea. Mata Glen pun mulai memerah karena menahan air mata yang akhir nya mengalir juga.


"Aku akan menantikan dimana saat-saat aku bertemu dengan mu lagi, aku berharap aku akan di pertemukan dengan mu lagi. Aku berharap seperti itu, aku menahan ini semua demi mu Lena, demi mu sayang. Aku mencintai mu, semoga kau bahagia."


Deg


"Glen, Glen!!!" teriak Alea memukul-mukul pipi Glen.


"Tuan, dokter sudah tiba," ucap salah seorang anak buah Glen.


Dokter itu langsung memeriksa kondisi tubuh Glen dengan alat medisnya. Semua tatapan penuh harap menuju padanya berharap sebuah informasi baik.


"Maaf, tapi tuan Glen sudah tiada."


"Tu-tuan!!" teriak Xei memeluk tubuh Glen yang sudah terbujur kaku.


Semua anak buah Glen berlutut sambil meneteskan air mata mereka, bos yang sangat ramah dan sopan kini telah meninggalkan mereka. Bahkan Louis saja mengakui betapa baik nya sosok Glen di matanya.


"Anda sangat hebat tuan, semoga anda tenang di alam sana."


"Glen!!! Jngan tinggalkan aku!!!" teriak Alea frustasi.


"Maafkan aku. Mengapa kau terus saja berkorban untuk ku hiks hiks, kau jahat!!" teriak Alea sembari menangis histeris.


"Bangunlah!!!" tangis pilu Alea membuat siapa saja yang mendengarkan pasti ikut menangis. Bahkan Leon pun ikut meneteskan air matanya.


"Akuu mencintai mu. Sampai kapanpun aku mencintai mu."


"Bangunlah sayang!!!"


"Aku mencintaimu!!!."


_


_


_


_


_


Glen nya udah pergi guys 🤧🤧


Dia bilang sama aku kalau dia lelah menjalani drama yang menyakiti hatinya.🤧🤧


Ini guys Glen mau ngomong


Hai teman-teman, yang kemaren gak suka sama aku, aku dah pergi nih walau sakit banget. Aku berharap kalian gak benci lagi sama aku yah, terimakasih.


Salam perpisahan dari Glen Randers Raymond 🥺🥺🤧


Typo bertebaran dimana-mana harap bijak dalam berkomentar yah


tbc

__ADS_1


__ADS_2