Berpindah Ke Masa Depan

Berpindah Ke Masa Depan
Terpuruk


__ADS_3

Di sebuah ruangan remang-remang Leon tengah duduk di sudut ruangan di atas lantai dengan beberapa botol minuman yang berserakan. Wajah kusut mata yang membengkak tangan yang berdarah.


"Aaaaakhhhhhhhh hiks hiks" Jerit Leon frustasi, untung nya ruangan itu kedap suara jadi tak ada yang bisa mendengar orang yang terkenal kejam itu sedang menangis pilu.


"Aku mencintai mu Alea!!" Jerit Leon


"Tapi, tapi mengapa kau melupakan aku hiks hiks. Aku sudah berusaha untuk membuatmu mencintai ku, tapi mengapa sekarang kau malah semakin dingin kepada ku." Ucap Leon frustasi.


"Hiks hiks kakak, andai saja kakak masih ada di sini hiks hiks aku bisa mencurahkan semua isi hati ku seperti dulu hiks hiks"


"Mengapa kakak meniggalkan ku sendirian, mengapa kau lebih memilih menyelamatkan wanita jahanam itu dari pada hidup mu." Teriak Leon frustasi.


Leon meneguk habis minuman nya dengan kasar, ia memang benar-benar kacau sekarang.


"Hahaha hahahaha aku sudah gila hahahaha. Akan ku buat semua orang menderita, akan ku buat mereka merasakan penderitaan yang sama dengan ku." Ucap Leon tertawa memenuhi ruangan itu.


"Kakak maaf kan aku, aku tak bisa menepati janjiku untuk menjaga wanita mu, akan ku buat dia menderita kak sampai ia meminta mati dari pada hidup, tapi aku juga tak akan membuat ia mati dengan mudah. Akan ku buat mereka yang tertawa di atas kematian mu menangis darah merasakan penderitaan hidup yang akan ku ciptakan untuk hidup mereka."


"Hiks hiks hiks hiks tolong maafkan aku adik mu yang kejam ini hiks hiks hiks"Ucap Leon terisak


20 tahun yang lalu ketika Leon dan Davin sama-sama berumur 5 tahun. Karena mereka anak kembar yang hanya berbeda beberapa menit saja.


Leon teringat dengan perkataan kakaknya yang selalu ia pegang, namun sekarang hidupnya semakin terpuruk karena berusaha menjadi anak yang baik. Oleh karena itu Leon merasa ia akan menghianati kakaknya itu.


"Leon jadilah anak yang berbakti pada ayah dan ibu dan jadilah anak yang baik" Ucap Davin tersenyum.


"Baik Kak, aku akan menjadi anak yang baik." Ucap Leon semangat dengan mata berbinar.


Sungguh begitu banyak rahasia kehidupan Leon yang sangat tertutup dan tak ada yang mengetahuinya. Terlihat tenang di luar namun nyatanya hatinya sangat rapuh karena derita yang sedari dulu sudah di tanam dalam takdirnya membuat ia menjadi laki-laki kaku dan tak berperasaan.


Tapi setelah kehadiran Alea ia mulai membiasakan untuk membuka diri, bertekad membahagiakan Alea dengan seluruh kemampuan nya hingga secuil kebahagian mulai tumbuh di dalam hidupnya.


Namun sayang kebahagian itu kini perlahan-lahan lenyap karena sikap Alea yang membuatnya terpuruk cukup jauh, ia memang terlihat romantis dan lembut pada Alea namun hatinya terasa di cincang ketika mendapatkan balasan sikap yang dingin dan tatapan tajam dari Alea.


Sungguh sikap Alea telah membangkitkan sisi gelapnya yang sudah lama ia kubur.


Siapa yang bersalah?


Ia tak mungkin menyalahkan Alea yang sudah melupakan nya, tapi ia menyalah kan dirinya sendiri yang bodoh sebagai suami.

__ADS_1


Leon terbaring di lantai menatap langit-langit yang remang-remang, air matanya tak berhenti mengalir meratapi sisi kehidupan yang pahit.


Ingin rasanya ia berlaku kasar pada Alea, memaksa Alea untuk mengingatnya dan mencintainya. Tapi itu tak akan terjadi karena ia sangat mencintai Alea, ia akan membunuh dirinya sendiri kalau sampai Alea terluka karena nya.


"Lea aku mencintai mu"


*******


Alea terbangun dan melihat sekitar kamar yang masih kosong, hari sudah malam tapi Leon belum juga masuk ke kamar.


Apa Alea terlalu berlebihan bertanya tadi hingga membuat Leon tersinggung?


Tapi Alea tak peduli.


Alea pergi mencuci wajahnya dan turun ke bawah, siapa tahu Leon ada di bawah. Yah walau tidak mencintai laki-laki itu tapi tubuh yang ia tempati ini adalah istri laki-laki itu dan kelihatannya Leon begitu mencintai Alea.


Alea celingak-celinguk mencari keberadaan Leon tapi tak kunjung ketemu.


"Pak, dimana Leon?" Tanya Alea pada pak Andi.


Tampak ada keraguan dalam wajah pak Andi untuk menjawab membuat Alea menjadi bingung.


"Ma maaf kan saya nona muda, tapi saya tidak tahu dimana tuan berada." Ucap Andi terlihat berbohong.


"Kau tahu, aku paling tidak suka yang namanya orang berbohong. Jadi katakan yang sejujurnya." Ucap Alea sinis.


Tubuh pria tua itu gemetar tak kala mendapat nada bicara nona mudanya yang biasanya lembut nan sopan berganti menjadi seseorang yang kejam seperti tuannya.


"Ma maaf kan saya nona muda, tapi sepertinya tuan tak bisa di ganggu." Ucap Andi yang tak mungkin memberi tahu keberadaan Leon yang sedang terpuruk sekarang.


"Kau gila hah? Katakan dimana dia sekarang." Bentak Alea.


"Ba baik nona. Maaf kan saya." Ucap pak Andi menuntun Alea ke sebuah pintu di sudut ruangan.


"Disini nona."Ucap Pak Andi.


"Buka pintunya!"Ucap Alea.


"Sa saya tidak berani nona, lagi pula pintunya terkunci dari dalam." Ucap Pak Andi.

__ADS_1


"Kalau begitu enyahlah kau dari hadapan ku." Ucap Alea dingin.


Pak Andi pun bergegas menghilang dari hadapan nona mudanya itu dari pada harus mendapatkan masalah baru.


"Anda sungguh berubah nona, saya harap anda bisa membuat tuan bahagia seperti dulu. Sudah begitu lama setelah menikah dengan anda ruangan itu tak di gunakan, tapi karena anda tak mengingat tuan ruangan itu di gunakan kembali. Semoga anda mencintai tuan dengan tulus." Batin Andi menatap sendu.


Alea masih berdiri di depan pintu berusaha membuka pintu karena penasaran apa yang dilakukan Leon didalam.


Ceklek


Pintu perlahan terbuka, Alea melihat sekitaran ruangan remang-remang itu, Alea perlahan masuk dan menyebar pandangannya dan akhirnya menemukan Leon yang tergeletak di lantai dengan beberapa botol minuman.


Ck, sungguh kacau. gumam Alea.


Alea mendekat dan berjongkok melihat wajah Leon yang kacau, Alea menghela nafas panjang melihat keadaan Leon.


Alea mencoba memegang kening Leon namun tiba-tiba tangannya di tarik dan ia terjatuh di atas dada bidang Leon.


Tampak terasa Leon mengelus rambut Alea dengan lembut dan memeluk tubuh Alea dengan hangat.


"Lea jangan tinggalkan aku." Gumam Leon yang dapat di dengar Alea.


Apa ia mengigau?


Alea mendongak kan kepalanya melihat wajah Leon yang kembali di basahi air mata. Alea membulatkan matanya terkejut melihat Leon menangis.


Dia menangis, ini namanya pencemaran citra seorang pria. Gumam Alea terkejut.


"Lea mengapa kau melupakan ku hiks hiks hiks"Ucap Leon terisak dan masih menutup matanya.


"Aku selalu mencintai mu tak bisakah sekarang kau juga mencintai ku walau kau tak mengingat ku. Mengapa kau berubah menjadi dingin pada ku sayang, mengapa?" Ucap Leon terisak-isak.


Alea tertegun mendengar perkataan Leon, meski itu hanya igauan tapi rasanya begitu menyayat hati Alea.


"Apa aku sudah terlalu kejam?"


Jangan lupa vote dan tinggalkan jejak yah agar Author makin semangat untuk update setiap hari nya.


Typo bertebaran dimana-mana harap tenang dan bijak dalam berkomentar yah.

__ADS_1


tbc


__ADS_2