Berpindah Ke Masa Depan

Berpindah Ke Masa Depan
Terluka


__ADS_3

"Siapa nama anda.?" Tanya Alea.


"Glen Randers Raymond."


Deg


Entah mengapa kepala Alea terasa sakit dan juga perutnya yang tiba-tiba mual. Glen yang menatap Alea yang kesakitan pun menjadi khawatir dan memanggil pelayan untuk mengambil minyak kayu putih.


"Anda baik-baik saja, nona.?" Tanya Glen memberikan minyak kayu putih pada Alea.


"Yah, terimakasih." Ucap Alea mengoles kan minyak yang di beri Glen ke bagian kepala dan juga dadanya serta perut nya.


"Mungkin tubuh anda butuh istirahat lagi sebentar." Ucap Glen.


"Tidak tuan, saya baik-baik saja. Saya hanya ingin segera pulang." Ucap Alea.


"Hmmm baiklah, sambil menunggu informasi anda bisa beristirahat sebentar di kamar." Ucap Glen tersenyum ramah dan hal itu berhasil membuat detak jantung Alea berdetak tak karuan.


Tenang lah, ingat kau sudah punya suami. batin Alea.


"Terimakasih tuan Glen atas bantuan anda." Ucap Alea berdiri di ikuti Nena.


"Nanti saja anda berterimakasih setelah saya berhasil menghubungi suami anda." Ucap Glen.


Setelah percakapan berakhir, Alea dan Nena pun pergi kembali ke dalam kamar untuk beristirahat. Ini masih tergolong pagi untuk tidur lagi, tapi mata yang berat an juga badan yang lelah membuat Alea dan Nena kembali tertidur.


Di halaman belakang, Glen masih setia duduk di tempat nya yang tadi memikirkan hati nya yang sedang bahagia dan juga terluka.


Ternyata kau tak mengingat ku, walau rupa ku dengan yang dulu masih sama. Batin Glen.


Aku tahu itu kau Lena, meski tubuh mu yang sekarang tak seperti dulu aku mengenal mu karena aku mencintaimu. Aku yang pertama kali melihat kau melakukan aksi yang sering kau lakukan dulu waktu di pantai. Kau membunuh orang lain dan tersenyum puas dan aku tahu senyuman itu adalah senyuman andalan mu. Aku merindukanmu.


"Tuan muda." Ucap seorang pelayan wanita muda menghampiri Glen yang masih tak berkutik tatapannya dari air teh yang ada di dalam cangkir.


"Tuan muda."


"Hmmm. Aku mendengar suara mu jadi katakanlah.!" Ucap Glen datar.


Anda masih saja dingin pada saya tuan, padahal saya begitu mengagumi anda. Hanya karena wanita kampungan itu anda tak melirik saya. Batin pelayan muda itu yang bernama Meilie.


"Kalau kau hanya ingin diam di situ maka kembali lah, aku sedang tak ingin di ganggu." Ucap Glen dingin.


"Maaf kan saya tuan, saya hanya khawatir karena anda sedari tadi hanya diam." Ucap Meilie penuh perhatian.


Brakkk


Glen bangun dari tempat duduk nya menatap Meilie dengan tatapan dingin dan tajam lalu mendorong Meilie ke dinding dan mengurung Meilie.

__ADS_1


"Apa tugas mu sudah berganti dari melayani majikan menjadi seorang istri.?" Tanya Glen dengan nada dingin tak lupa pula tatapan mata yang sangat menusuk.


"Ma-maaf kan saya tuan." Ucap Meilie gugup takut sekaligus senang karena bisa berbicara dengan pria pujaan nya dengan sedekat ini.


"Pergilah.!" Ucap Glen melepaskan kukungannya dan kembali duduk di kursinya tadi.


Meilie pun langsung pergi dengan perasaan senang karena tak di marahi oleh tuan nya. Namun ada rasa sakit ketika melihat tuannya yang jarang tersenyum itu tersenyum manis di hadapan wanita lain.


Aku rela menjadi pelayan dan meninggalkan karir dan juga keluarga ku demi bisa dekat dengan mu. Setiap waktu aku nikmati menjadi pelayan yang bisa melayani mu meski kau tak melihat ku, aku menerima nya asal aku tetap di samping mu. Tapi mengapa begitu mudah nya kau tersenyum pada orang yang baru saja kau kenal Glen? hiks hiks hiks tuhan tolong aku.!


*********


Drrrrttt


Drrrttt


"Katakanlah.!" Ucap Glen mengangkat panggilan dari seseorang.


"Tuan muda, tuan Leon sudah pergi menggunakan jet pribadi menuju pulau Z." Ucap seseorang dari seberang sana.


"Bagus paman, biarkan saja. " Ucap Glen tersenyum.


"Kalau begitu semoga anda baik-baik saja."


Tut


Tut


Tut


Ini sangat sulit.


"Kak Glen, nanti aku ingin menikah dengan mu." Ucap Selena memeluk Glen sambil menikmati tiupan angin di pinggir sungai.


"Kalau aku tak mau." Ucap Glen tersenyum jahil.


"Akan ku buat kakak jatuh cinta bagaimana pun caranya." Ucap Selena mengeratkan pelukannya.


"Benarkah.?" Tanya Glen mengecup ubun-ubun Selena.


"Yah." Ucap Selena mendongak kan kepalanya menatap mata Glen.


Kau bilang ingin menikah dengan ku tapi mengapa kau tak mengingat itu Lena? Apa aku tak lagi penting di hati mu sekarang.? Mengapa kau jahat pada ku.? Aku merindukanmu.


Sedangkan di mansion Leon, seorang pria baru saja menutup panggilan nya sambil tersenyum.


Aku memang punya 2 tuan tapi tuan ku yang sebenarnya adalah tuan Glen. Maaf kan aku tuan Leon, aku tak bisa setia pada mu karena keponakan ku lebih berarti dari mu.

__ADS_1


******


Akhirnya pesawat Leon mendarat dengan selamat di bandara pulau Z. Dengan tegap Leon berjalan menuju mobil yang sudah di sediakan. Leon dan yang lain nya masuk ke alam mobil dan melajukan mobil pada titik terakhir Alea terdeteksi dari ponselnya.


Beberapa menit telah berjalan seiring mobil menuju sebuah hotel berbintang. Leon mengepalkan tangan nya dengan kuat ketika tahu lokasi terakhir istrinya terdeteksi.


Setelah sampai Leon dan yang lainnya pun turun dan ingin masuk namun sepertinya ada sesuatu yang terjadi di hotel itu karena hotel itu tampak ramai dengan para pengunjung dan juga ada polisi di sana.


Jantung Leon semakin tak karuan takut akan terjadi sesuatu pada istrinya. Leon pun memaksakan untuk masuk tapi polisi melarang karena mereka harus mencari bukti berupa sidik jari terlebih dahulu dari para korban.


"Kakak ada apa ini.?" Tanya Mita.


"Katanya ada kasus pembunuhan yang terjadi semalam." Ucap Arsel.


"Lalu bagaimana kita bisa masuk.?" Tanya Mita. Karena ia juga khawatir terjadi sesuatu pada kakak ipar nya yang sangat ia sukai itu. Apalagi ponsel Alea yang terus di hubungi namun tak ada jawaban.


"Permisi tuan." Ucap seseorang pada rombongan Leon membuat mereka menoleh paa seorang laki-laki muda dengan jas formal dan juga kaca mata.


"Yah." Ucap Danish.


"Tuan Fernandes." Ucap pria itu tersenyum pada Leon namun Leon tak menanggapi karena yang ada di benaknya sekarang adalah di mana istrinya.


"Apa ana kemari mencari istri anda.?" Tanya pria itu ternyata adalah Xei.


Leon dan yang lain nya terkejut mendengar penuturan Xei, bagaimana pria asing itu tahu tujuan mereka kemari.


"Apa kau tahu tentang istri ku.?" Tanya Leon mendekat dengan tatapan tajam nya.


"Saya tahu, silahkan ikuti saya. Istri anda berada di penginapan milik tuan saya."Ucap Xei masuk kedalam mobil nya sendiri.


Tanpa basa-basi lagi Leon dan yang lainnya juga masuk ke dalam mobil dan mengikuti mobil Xei dari belakang.


"Kakak, bagaimana kalau laki-laki itu berbohong.?" Tanya Mita.


"Maka langsung bunuh saja.!"


_


_


_


_


_


_

__ADS_1


Typo bertebaran dimana-mana harap bijak dalam berkomentar yah.


tbc


__ADS_2