Berpindah Ke Masa Depan

Berpindah Ke Masa Depan
Rencana Jahat #1


__ADS_3

Duarrr


Pagi ini terdengar suara ledakan dari dapur mansion Leon, semua orang menjadi sibuk untuk memadamkan api. Ada yang berteriak, ada yang biasa saja alias cuek dan ada juga yang tak mengaku telah berbuat salah.


"Maaf kan aku Leon."Ucap Alea memeluk Leon yang masih syok melihat dapur mansion nya yang tadinya mewah dan berwarna putih kini berubah menjadi warna amburadul.


"Tidak apa-apa sayang, dapur dapat kita buat lagi tapi kalau kau kemana aku harus mencari yang seperti mu." Ucap Leon mengecup kening Alea.


"Ck, ck, kak Lea apa yang kakak lakukan di dapur tadi hingga seperti ini.?" Tanya Mita.


"Ini semua bukan salah ku, ini salah dapur nya." Ucap Alea menyangkal apa yang ada di pikiran mereka. Ia tak mau sampai di suruh ganti rugi dan yang lebih parah harus di usir karena sudah membakar dapur.


"Huffff apa memang nya yang bisa di lakukan dapur.? Kalau bukan yang berada di dapur itu seorang monster pasti dapurnya tidak akan seperti ini." Pikir Mita.


"Tidak apa-apa sayang."


"Hmmm tapi aku ingin belajar memasak." Cicit Alea.


"Apa.? Untuk apa sayang.? Di mansion ini kan sudah ada koki handal, apa masakan mereka tak enak.


Deg.


Seketika detak jantung para koki berhenti, mereka tahu nada suara yang seperti itu. Dengan penuh harap mereka memohon melewati sorot mata mereka pada Alea agar mereka tak di tendang dari mansion.


"Bu-bukan begitu, a-aku hanya ingin pintar memasak."


"Agar nanti kalau kau mengusir ku aku bisa makan brengsek."


"Untuk apa.?"Tanya Leon mengelus kepala Alea tingkah istrinya ini membuat ia pusing sekaligus senang.


"A-aku ingin jadi istri yang baik untuk mu, makanya aku ingin belajar memasak."


deg


Bagaikan langit di sore hari berwarna biru sebiru hati ku. Seketika hati Leon menghangat setelah mendengar alasan istri tercintanya.


"Ciee cieeee so sweet muaaah." Ucap Mita terkekeh sembari mengedipkan sebelah matanya.


"Tidak bisa memasak pun kau memang sudah menjadi istri terbaik ku Lea." Ucap Leon mengecup lembut bibir Alea.


"Sadarlah wahai manusia, kita tak hanya sendiri di sini jangan membuat aku tak punya muka di depan orang-orang karena tingkah cabul mu ini. Gerutu Alea dalam hati.

__ADS_1


"Tapi aku ingin jadi yang lebih lagi." Ucap Alea.


"Baiklah nanti akan ku cari seseorang yang bisa mengajarkan kursus masak pada mu." Ucap Leon yang akhirnya menyetujui.


"Terimakasih." Ucap Alea tersenyum sinis dalam pelukan Leon. Dengan ia bisa memasak itu berarti selangkah demi selangkah Alea mulai bisa hidup di luar sana tanpa bantuan orang lain.


**********


Di sebuah apartemen dua wanita kini sedang duduk di sofa bersama seorang pria berbadan tegap dan besar di sertai tato yang tersebar di lengan nya.


"Kami mau kau membawa wanita ini pergi jauh dari kota ini dan sisanya terserah kau saja mau kau apakan dia." Ucap Maya menunjukkan sebuah lembar foto Alea yang tersenyum manis.


"Wah sangat cantik dan manis." Ucap pria itu dengan lirikan mata mesum nya.


"Baiklah Baron, aku ingin kau melakukan nya dengan bersih. Wanita ini sedang hilang ingatan dia tak tahu arah jalan di kota ini maupun kota lainnya. Jadi itu akan mempermudah mu untuk membawa wanita ini pergi dari sini." Ucap Bella tersenyum menyeringai.


"Lalu berapa yang akan kudapat dari pekerjaan ini." Tanya Baron memasukkan lembar foto Alea ke dalam saku kemejanya.


"Untuk uang muka kau mendapatkan 50 JT dan sisanya akan kami berikan setelah rencana berhasil. " Ucap Maya mengeluarkan cek sebesar 50 JT, bagaimana pun mereka harus berkorban supaya mendapatkan hasil yang manis.


"Dan yang lebih menarik nya, kau bisa memiliki wanita itu sepuas mu. Mau kau jual atau kau nikmati sendiri pun tak masalah." Ucap Bella.


"Kami akan menunggu kabar baiknya." Ucap Bella bersalaman dengan baron.


Setelah Baron pergi gelak tawa Maya dan Bella pecah di ruangan apartemen itu, rasa senang dan puas sangat terlihat dari raut wajah mereka berdua.


."Sebentar lagi wanita itu akan musnah." Ucap Bella menggebu-gebu.


"Benar dengan ini kau bisa kembali dalam kehidupan Leon." Ucap Maya tersenyum membayangkan Bella yang akan mendampingi Leon dan otomatis lembar uang akan mengalir deras untuk nya.


"Benar ma, bagaimana kalau kita meminta Baron untuk membuat video saat Baron tengah menikmati tubuh ****** itu lalu kita mengirimnya pada Leon dan mari kita lihat reaksi Leon ketika menyaksikan video menjijikan istri tercintanya itu.?" Tanya Bella memberi usulan.


"Itu benar, akan lebih bagus bila Leon juga membenci Alea. Dengan begitu kau akan semakin mudah untuk masuk kembali ke kehidupan Leon." Ucap Maya setuju dengan ide picik Bella.


"Hahahahaha hahaha kasihan sekali wanita desa itu, seharusnya dia hidup di desa saja dengan tenang dan pergi bertani. Bukan malah pergi ke kota dan mendapatkan masalah seperti ini." Ucap Bella tertawa senang karena sebentar lagi ia akan masuk kembali ke kehidupan Leon.


"Benar, tapi itu semua adalah salah nya karena berani menantang kita hahahaha." Ucap Maya.


"Aku sudah tak sabar mendengar kabar baik dari Baron, semoga tak memakan waktu yang lama." Ucap bella meminum wine nya lalu tersenyum smirk.


Sedangkan di mansion sedari tadi Alea terus saja bersin, hidung nya terasa sangat gatal tapi ini tak biasa, sepertinya ada yang sedang mengata-ngatai nya.

__ADS_1


"Keparat Mana yang sedang membicarakan ku ha? sepertinya lidah keparat itu harus di tusuk menggunakan garpu." Batin Alea geram.


********


Sedangkan di sebuah perusahaan tepatnya di sebuah ruangan pribadi. Seorang pria tengah fokus dengan alat kerjanya hingga teralihkan dengan suara ketukan pintu.


"Masuk." Ucap pria itu.


"Tuan."


"Ada apa.?"


Pria yang baru saja masuk itu membisikkan sesuatu pada tuannya dan mendapatkan anggukan dan sebuah seringaian licik.


"Bagus, kerja yang bagus. Terus awasi dari jauh." Ucap pria itu menatap bangga pada anak buah nya.


"Apakah kita tak mencegah rencana itu.?" Tanya anak buah pria itu.


"Itu tidak perlu, Lena ku adalah orang yang hebat. Untuk orang yang seperti mereka itu sangat mudah baginya untuk membasmi mereka. Tetap awasi saja dari jauh bila terjadi sesuatu yang mengharuskan untuk bergerak maka langsung bergerak." Ucap pria itu dengan nada santainya.


"Baik tuan." Ucap anak buahnya pergi meninggalkan ruangan.


"Aku penasaran apa yang akan di lakukan Lena ku pada serangga-serangga menjijikan itu."


_


_


_


_


_


_


Jangan lupa vote dan tinggalkan jejak yah


Typo bertebaran dimana-mana harap bijak dalam berkomentar yah


tbc

__ADS_1


__ADS_2