
Leon dan Alea kini sedang berada di dalam mobil menuju rumah. Leon begitu senang melihat istrinya yang ceria setelah mendapatkan eskrim yang banyak.
"Apa kau sangat suka eskrim sayang?" Tanya Leon karena seingatnya Alea dulu sangat tidak suka dengan eskrim karena eskrim itu dingin dan membuat giginya ngilu.
"Yah aku sangat suka." Ucap Alea masih menyantap eskrimnya.
"Apa alasan kau begitu menyukainya sayang. Dulu kau tak menyukai ini" Tanga Leon.
"Entah lah, aku sangat suka karena aku belum pernah memakan nya." Ucap Alea.
"Tuan. Tuan Wiliam menghubungi dan mengatakan kalau ia sudah ada di kantor menunggu anda. Ia mengatakan kalau ada hal penting yang harus segera di selesaikan." Ucap Vino.
"Emmmm yasudah ayo kesana!" Ucap Leon datar, sungguh ia sangat tak nyaman dengan kehadiran pria berperut buncit itu.
"Lalu nona muda?" Tanya Vino.
"Sayang apa kau mau ikut ke kantor ku?" Tanya Leon.
"Emmmm boleh." Ucap Alea.
********
Sesampainya di perusahaan Leon langsung turun dan mengajak Alea masuk. Semua tatapan menuju pada mereka berdua karena biasanya Presdir mereka tak pernah membawa seorang wanita apalagi menggandeng nya sepanjang jalan.
Alea yang menyadari kalau ia jadi pusat perhatian menjadi risih dan kesal.
Leon tahu istrinya risih dan memberi kode pada para pegawai untuk menundukkan pandangannya.
Wajar saja kalau karyawan lain memandangnya dengan tanda tanya, karena tak ada yang mengetahui tentang pernikahan nya selain keluarganya dan ditambah lagi Alea yang tak mau pergi ke kota.
Leon membawa Alea ke ruangan pribadinya karena tak mau membuat Alea pusing dengan percakapannya nanti.
Sayang kau istirahat saja di sini dulu yah. Aku akan menemui klien ku." Ucap Leon.
"Emmmm baiklah." Ucap Alea langsung membaringkan tubuhnya di kasur.
Setelah itu Leon langsung menuju ruang tunggu dimana klien nya menunggu.
"Selamat sore tuan Wiliam." Sapa Leon masuk ke ruangan.
"Selamat sore juga tuan Leon." Ucap Wiliam.
Di samping Wiliam ada sekretarisnya bernama Rachel, yah wanita ini adalah wanita yang sewaktu mereka di restoran.
Rachel memakai pakaian terbaiknya dan dandanan yang glamor agar dapat menarik perhatian Leon.
Namun bukannya melirik Leon justru mengabaikannya yang membuat darah Rachel mendidih.
Setelah perbincangan selesai Leon segera berdiri dan di ikuti tuan Wiliam dan Rachel.
"Tuan Leon apa nanti malam anda mempunyai waktu luang. Saya ingin mengundang anda di acara jamuan makan malam bersama pengusaha-pengusaha lainnya. Pasti akan sangat bagus bila tuan yang terhormat bisa datang." Ucap Wiliam
__ADS_1
Cih, penjilat. Gerutu Leon.
"Emmmm baiklah." Ucap Leon lalu keluar dari ruangan.
Rachel tersenyum licik memikirkan suatu rencana yang akan ia susun nanti malam.
"Kau telah mengabaikan ku, jadi akan ku tunjukan cara licik untuk mendapatkan mu."
*******
Leon segera berjalan menuju ruang pribadinya, di sana Leon melihat istrinya tengah berbaring. Leon berinisiatif untuk naik ke ranjang dan memeluk tubuh kecil istrinya itu.
"Emmmm kau mengganggu tidur ku." Ucap Alea bangun dengan wajah galaknya.
Leon terkekeh geli melihat penampilan Alea yang berantakan dan wajah sangarnya.
"Maaf." Ucap Leon manja.
"Cih, maaf saja yang kau tahu." Ucap Alea.
"Lalu aku harus bagaimana?" Tanya Leon.
"Aku ingin pulang." Ucap Alea.
"Baiklah." Ucap Leon berdiri namun tiba-tiba Alea memegang tangan Leon membuat Leon kembali duduk.
"Ada apa sayang.?" Tanya Leon.
"Apa itu?" Tanya Leon menatap lekat mata Alea yang menatap nya dengan tajam.
"Katakan kenapa aku bunuh diri?" Tanya Alea.
Deg
Deg
Deg
Leon mulai memikirkan apa ia harus mengatakan yang sebenarnya? Tapi istrinya juga harus tahu agar tidak terjadi hal yang serupa lagi di masa depan.
"Itu karena sebuah kesalahpahaman." Ucap Leon membuat Alea mengangkat sebelah alisnya.
"Waktu itu aku sedang ada pesta para pengusaha. Ada seorang wanita yang telah menjebak ku dan menaruh obat tidur di minuman ku. Aku memang lengah waktu itu hingga aku terjebak. Ia membawaku ke sebuah kamar hotel dan membuat seolah-olah kami sudah tidur dan melakukannya. Padahal walaupun obat itu berfungsi tapi aku tetap masih sadar karena dosis obat itu rendah." Ucap Leon dengan wajah sendu.
"Lalu?" Tanya Alea masih penasaran.
"Lalu wanita itu mengirim foto ku ke pada mu dan membuat kau jadi salah paham dan kabur dari rumah. Kau lari kehutan dan pergi ke tebing karena rasa kecewa mendorongmu untuk melakukan suatu hal yang salah. Aku terlambat untuk pergi kesana karena kesadaran ku yang masih terganggu. Ketika aku sampai kau sudah ingin melompat dan aku memanggil mu. Namun sayang kau malah semakin marah dan tak mau mendengarkan ku lalu memilih melompat."
"Kau tahu sayang, aku sempat kehilangan pegangan ku ketika melihat tubuh mu ini jatuh ketebing itu. Tapi ketika aku melihat mu di depan butik hari itu hati ku langsung bahagia dan aku sangat senang" Ucap Leon dengan mata yang sudah berair.
Alea menghela nafas berat ternyata kisah percintaan mereka sangat rumit.
__ADS_1
"Sayang jangan tinggalkan aku lagi yah." Ucap Leon memeluk Alea.
"Hmmmm"
"Hehehe kau terlalu dingin terhadap suami mu." Ucap Leon.
"Sayang nanti malam aku ada acara, apa kau mau ikut?" Ucap Leon.
"Kalau aku tidak mau?" Ucap Alea.
"Kalau kau tak mau aku juga tak mau ikut." Ucap Leon bergelut manja.
"Baiklah aku mau. Aku penasaran bagaimana pesta itu sebenarnya." Ucap Alea yang memang tak pernah datang ke pesta sedari dulu. Kecuali pesta pembunuhan.
"Hmmm baiklah, ayo kita pergi pulang."Ajak Leon.
"Tapi kita beli eskrim dulu yah." Punya Alea.
"Tapi kau baru saja makan eskrim yang banyak Lea." Ucap Leon.
"Memangnya kenapa?" Tanya Alea.
"Kau bisa sakit kalau terlalu banyak makan eskrim." Ucap Leon.
"Hmmm aku tak akan sakit. Aku tidak mau tahu pokonya aku mau eskrim." Ucap Alea tegas.
"Atau jangan-jangan kau tak punya uang lagi untuk membelikan istrimu ini eskrim." Ucap Alea sinis
"Uang ku banyak sayang jangan kan membeli sekotak eskrim. Membeli seluruh eskrim yang ada di dunia ini saja aku mampu." Ucap Leon bangga.
"Kalau begitu belikan jangan banyak bicara." Ucap Alea tegas.
Leon menghela nafas berat. Berbicara dengan istrinya rasanya seperti berbicara dengan algojo saja. Istrinya sekarang sangat menakutkan dan semakin galak dari sebelum nya.
Untung kau istri ku.
_
_
_
_
_
Jangan lupa vote dan tinggalkan jejak yah
Agar author makin semangat untuk update setiap hari nya
Typo bertebaran dimana-mana harap tenang dan bijak dalam berkomentar yah
__ADS_1
tbc