Biarkan Waktu Bicara

Biarkan Waktu Bicara
Ada apa denganmu ?


__ADS_3

Setelah lima hari dirawat, akhirnya ayah diperbolehkan pulang, namun harus tetap rutin rawat jalan.


Sehari sebelum acara pernikahan Tania, mas Ryan menghubungiku bahwa dia nggak bisa menemaniku hadir diacara itu. Tiga hari yang lalu dia berangkat bersama timnya ke Bali, dan sepertinya butuh waktu lebih lama disana. Diapun titip selamat dan maaf untuk Tania.


Akhirnya, keesokan harinya aku berangkat bersama teman-teman kantor. Itupun hanya beberapa teman dekat saja yang diundang, karena memang hanya acara ijab qobul. Sedangkan resepsi akan dilaksanakan di Jakarta.


Saat ucapan ijab qobul terdengar, hatiku ikut merasakan kebahagiaan. Tak ku sangka, Tania menjadi milik orang yang dicintainya lagi, meskipun melewati masalah yang membuat mereka sempat berpisah.


Tibalah waktunya sesi foto bersama pengantin. Bergantian para undangan maju kedepan mengabadikan momen bahagia pasangan pengantin baru itu.


Pada waktu giliranku bersama teman-teman kantor dengan gaya konyol atas permintaan mempelai wanita yang memang somplak itu benar-benar membuatku tepuk jidat. Setelah selesai foto kamipun akan kembali ketempat duduk kami, namun dengan sigap Tania menarik lenganku.


"E..eh...mo kemana kamu? " ucap Tania menahanku agar tetap disampingnya, kemudian diapun memanggil seseorang dengan melambaikan tangannya.


"Aku mau ngerjain mas Ryan mu itu, salah sendiri nggak nepatin janjinya...he..he.." senyum devil mulai muncul diwajah cantiknya.


Pak Dev keluar dari kerumunan dan menuju tempat pengantin berada .


" Apaan sih Tan...mau bikin aku berantem heh..."


" Bodo!! Ayok Pak Dev kita foto dulu, mumpung Kinan nggak bawa gandengan juga..."


"Ish ..emang truk pake gandengan segala.." gerutuku.


Kamipun berfoto bersama pengantin rese itu..


Setelah itu para undangan dipersilahkan menuju tempat makan prasmanan.


"Makan yang banyak Kinan, kayaknya kamu kurusan deh.." tiba-tiba pak Dev muncul di belakangku.


"Eh iya Pak, tapi gentongnya kecil jadi mana muat banyak..he..he.."


Pria itupun tertawa lebar.


" Oh iya ..kenapa datang sendiri?"

__ADS_1


" Masih diluar kota pak.."


"Tania bahagia banget tuh, kamu nggak pengen segera nyusul..."


" Yee...urutannya kan bapak duluan yang nikah. Nah kenapa bapak nggak bawa ceweknya?"


Dia hanya tersenyum.


"Kok tiba-tiba aku merasa tua ya, apa bisa kamu hilangkan panggilan bapak padaku? Biar aku kelihatan masih muda gitu, lagian aku sudah bukan tutormu lagi kan..."


"Udah kebiasaan sih pak..eh.." sahutku nyengir lalu menutup mulutku.


"Makanya kebiasaan itu diubah aja deh..."


"Oke-oke ee.. mas ...Dev...an..gitu boleh?" ucapku kaku.


" Well ...not bad. Nanti pulang bareng aja ya. soalnya ibuku pengen tau rumahmu, katanya mau merencanakan reuni SMA nya.."


Aku hanya mengangguk mengiyakan.


Sudah satu Minggu mas Ryan tak menghubungiku. Rasa kangen mulai bergejolak tak tertahan saat teringat obrolan dan mendengar tawanya. Apa sebaiknya aku kirim pesan dulu ya...


Setelah menimbang-nimbang, kuputuskan untuk mengirim pesan padanya, daripada menanggung rasa khawatir, jangan-jangan dia sedang sakit...


"Mas Ryan...masih sibuk kah? " akhirnya satu pesan kukirimkan ketika waktu menunjukkan pukul lima sore.


Namun setelah menunggu lama, pesan itu tak terbaca. Hampir satu jam kemudian suara ponselku membuatku tertarik untuk segera membukanya. Benar saja, mas Ryan membalas chatt ku tadi.


" Udah magriban dek?"


"Udah mas...mm...mas Ryan punya masalah ya?"


" Kenapa nanya gitu?"


" Feeling aja...ada yang bisa dibagi denganku"

__ADS_1


" Maaf ya dek, membuatmu cemas. Pengennya cerita banyak sama kamu, tapi..."


" Tapi..kenapa?"


" Aku ... masih belum sanggup dek.."


Deg..deg...perasaanku tiba-tiba merasa tidak enak. Namun aku berusaha positif thinking, kuharap semua akan baik-baik saja.


" Nggak papa, kutunggu deh, sampai kamu sanggup mengatakannya...oh iya Si Tania ngambek tuh gara-gara kamu nggak datang"


" Iya..aku tau"


"Dia menghubungimu?"


" Iya, dia ngomel banyak. Dia juga pamer foto kalian berempat..."


" Kamu cemburu ...?"


"Sangat.."


Nah kan, jangan-jangan foto itulah biang keroknya. Dasar Tania rese!! Tapi bukan kayak gitu deh sifat mas Ryan. Bagaimanapun kebersamaan kami sudah cukup lama, jadi aku sudah banyak tau tentangnya.


"Maaf ya mas, Tania emang suka ngerjain orang. Pasti ngomong aneh-aneh deh..."


" Aku yang harus minta maaf dek, nggak bisa nemenin kamu saat itu..."


Suasana macam apa ini, kenapa begitu dingin. Bahkan hingga kami berhenti chattingan, perasaanku semakin tak nyaman.


Ada apa sebenarnya?


Renggangnya hubungan kami semakin kurasakan. Kami jarang ketemuan bahkan kalo bukan aku yang mengirim pesan duluan, tak satupun pesan masuk darinya. Saat kami bertemu pun, tak lagi kurasakan obrolan hangat antara kami seperti dulu. Hhh...mungkin dia mulai bosan dengan hubungan ini..


Hal itu berlangsung hampir dua bulan lamanya.


Yang paling kusayangkan, mas Ryan juga tak bisa menghadiri hari wisuda dengan alasan masih diluar kota. Padahal dari awal kuliah, aku ingin saat wisuda nanti, kami punya foto berdua, apalagi dia juga banyak membantuku mengerjakan tugas-tugas kuliah.

__ADS_1


Ada apa denganmu mas? Aku sangat merindukan mas Ryan yang dulu, yang selalu hangat, membuatku nyaman bersamanya, menghiburku dengan kocaknya dan membuatku tersipu dengan gombalan recehnya. Apakah kami memang tak berjodoh? Ya Allah, berilah hamba kekuatan, ketabahan dan keikhlasan seandainya hubungan kami harus sampai disini. Semoga apapun yang akhirnya terjadi, itulah yang terbaik bagi kami berdua.


__ADS_2