
Pagi ini, aku kerumah Tania karena berencana untuk hang out bareng. Meski dengan perut sebesar itu, ibu muda yang berwajah oriental itu tak punya rasa malas untuk jalan-jalan.
" Semangat Kinan, meski sudah ibu-ibu jiwa kita harus tetap muda gitu loh..." ucap Tania sambil menggandengku menuju halaman rumahnya.
Disana sudah menunggu pak sopir yang disediakan oleh suaminya untuk menemani segala aktivitasnya.
" Baiklah ibu bos, apa kamu sudah membuat daftar kemana saja kita hari ini..."
" Sebagian sudah terpikirkan diotakku, tapi sebagian besar kita ikuti naluri saja ya ..he..he..."
Dasar Tania, tak pernah berubah. Baginya hidup tak perlu terencana, dia hanya mengikuti arus yang telah ditakdirkan olehnya. Dan beruntungnya, dia mendapat suami pengusaha yang sangat mencintainya.
Kamipun meluncur kesebuah mall terbesar dikota kami. Sebagai tujuan pertama kami mampir ke sebuah outlet pakaian khusus ibu hamil.
" Kinan apa warna kebaya yang kamu pakai pada acara pernikahan mas Ryan nanti,aku mau cari yang senada denganmu, bagaimanapun aku ingin sebagai pihak keluargamu, boleh kaann..." Tania merengek manja sambil mengedipkan kedua matanya.
" Iye..bumil, apa sih yang nggak buatmu...?"sahutku sambil ikut memilihkan gaun untuk sahabatku itu.
Lebih dari setengah jam kami berkutat dengan baju-baju hamil itu. Yaa...sebenarnya aku yang sibuk sendiri, karena nyonya Tania seringnya hanya duduk dan mengelus perutnya.
Akhirnya terpilihlah tiga gaun hamil yang sangat indah dan mahal. Kepalaku terasa pening saat dia membayar lima juta hanya untuk tiga baju saja.
"Hei Tania...seandainya baju ini bisa terpakai untukku kelak, aku mau kok pake sisa darimu..." ucapku yang merasa sayang pada baju-baju indah itu yang pastinya hanya akan dipakai beberapa kali saja.
"Kamu ini apaan sih...gini deh Kinan, aku sendiri yang akan meminta suamimu kelak agar membelikanmu baju-baju yang mahal..kamu nggak perlu pake sisa orang lain.."
" Idiih...kamu kan bukan orang lain Tan, lagian tak semua orang beruntung sepertimu yang dilimpahi rejeki melimpah..."
Seketika Tania memelukku, hingga aku hampir saja roboh karena terkejut dengan tingkahnya itu.
" Kinan....semua ini juga berkat doamu, sayangku...dan gantian aku yang akan selalu mendoakan mu agar mendapatkan kebahagiaan bersama orang yang kamu cintai..."
"Iya..iya ...amiiin terima kasih..semoga doamu dihijabah oleh Allah..." aku hanya nyengir menanggapi hal itu.
Dalam hati, akupun berdoa agar aku menemukan jodohku kembali yang bisa aku cintai dan mencintaiku apa adanya karena aku hanyalah seorang janda.
" Lalu kemana lagi kita sekarang?" tanyaku saat menggandeng Tania keluar dari toko.
__ADS_1
" Hmmm...aku jadi teringat, mertuaku pernah merekomendasikan toko perhiasan ditempat ini, ayo kita kesana?"
" Kamu mau beli apa? Tania, aku yakin kamu sudah punya banyak perhiasan jadi untuk apalagi kamu membelinya.." aku merasa sahabatku itu hanya menghamburkan uang saja. Aku hanya mengingatkan agar dia tak menjadi takabur dengan harta yang dia punya dan sebaiknya digunakan untuk hal yang bermanfaat.
" Kinan...aku tau apa yang kamu pikirkan. Tapi sebagian besar perhiasan milikku sudah kuberikan pada adik iparku karena dia menyukainya, apalagi lihatlah tubuhku sekarang, bahkan cincin kawinku sudah tak cukup dijemariku..." wanita hamil itu kembali memelas membuatku tak tega.
"CK...kamu ini...ayo deh, jangan membuatku seperti emak-emak yang tak menuruti keinginan anaknya...."
" Kamu yang terbaik Kinan...i luv you..."
Dengan riang dia kembali menggandeng lenganku dan beriringan menuju toko perhiasan yang memang terkenal dengan produk-produknya yang elegan.
Kamipun masuk sebuah ruangan dengan sambutan seorang wanita yang berpenampilan anggun dan tutur katanya yang ramah.
" Selamat siang nyonya, ada yang bisa saya bantu?"sapa wanita itu sambil sedikit menunduk.
Akupun menoleh kearah Tania yang sedari tadi menoleh kesana kemari.
"Hei...Tania, kamu ditanya nih..."
Mataku terbelalak mendengar dia menginginkan set perhiasan, berarti dia mau beli cincin, kalung, liontin, anting, gelang ... ya Allah ni anak kayaknya udah hilang kendali deh, mentang-mentang tinggal gesek si black card...
" Silahkan ikuti saya..."
Kami berdua mengekor wanita tadi masuk lebih dalam. Kemudian kami dipersilahkan duduk disebuah ruangan dengan nuansa kuning keemasan itu. Dibeberapa sudut ruangan dengan kursi terpisah, juga ada pelanggan lain selain kami.
Wanita dengan tag name bertuliskan Renata itu, mengeluarkan beberapa set perhiasan ..
" Silahkan dilihat dulu..." ucapnya sambil tersenyum.
"Ah iya terima kasih..." sahut Tania antusias
" Eh...Tania, beneran kamu mau beli set perhiasan?" ucapku berbisik pada wanita hamil disebelahku itu.
"Hu um...menurutmu ini cantik nggak?"
" Iya cantik, lalu apa suamimu sudah tau?"
__ADS_1
" Tentu..kalo yang ini gimana?" Tania kembali mencoba beberapa perhiasan dihadapannya itu.
"Bagus. Apa sebaiknya kamu beli ini bersama suamimu saja Tan..."
"Nggak mau, dia mana sabar menunggu ku memilih-milih, yang ada malah diborong semua nih barang...kan keenakan yang punya toko..." kata Tania sengaja dengan suara keras, dan disambut dengan senyuman dari mbak Renata itu.
Hhh...kepalaku makin pusing dibuatnya. Aku takut akan menjadi masalah bagi keluarga Tania, bagaimana reaksi mertuanya bila tau menantu satu-satunya itu sangat boros.
"Eh Kinan ...yang kamu pakai itu cincin kawin ya, bagusnya...beli dimana?"
" Ini warisan, ini cincin kawin ibu mertuaku yang saat aku dan mas Devan ijab qobul dadakan, ibu memberikan cincinnya pada mas Devan dan dipasangkan dijemariku, agak kegedean sih, makanya kupakai dijari tengah..."kutatap jemariku yang membawaku saat peristiwa yang luar biasa itu.
"Wow ... kamu beruntung sekali punya mertua yang gaul seperti Bu Yahyu, kalian seperti teman saja... kalau mertuaku terlalu kaku gitu, untung akunya bisa cuek.."
"Iya..iya.. kalau aku jadi kamu, tiap hari pasti tertekan ya..."
"Iya sih, tapi lihatlah sejak aku hamil, dia nggak peduli aku ngabisin uang banyak..ha..ha.."
"Huh ...dasar matre.." ucapku meledeknya.
"Biarin weeek...eh Kinan bingung nih, motifnya bagus yang mana ya, bantuin milih dong.."
" Mmm...mana ya, bagus semua sih..tapi kalau aku milih yang ini,...eh tapi kan ini punyamu, jadi kamu sukanya yang mana..."
" Ya udah aku juga suka kok, he..he.."
Akhirnya Tania memilih set perhiasan sesuai saranku, namun ada beberapa barang yang akan diberi inisial jadi custom, sehingga harus menunggu beberapa hari untuk melihat hasilnya. Dan pihak toko akan mengantarnya kerumah.
Setelah pembayaran, aku kembali tercengang melihat total yang dikeluarkan. Melihat digit angka itu membuatku pening. Bagaimana dia bisa membeli barang tak berguna itu dengan harga hampir lima ratus juta..
Aku tak mampu berkata-kata lagi, saat dia dengan santainya menggandengku keluar dari toko itu.
" Tante Kinan, kedua ponakanmu laper nih..."
" Hmm ..itu lebih manusiawi Tania, baiklah sekarang kita makan, setelah itu tak ada belanja lagi, kamu ini benar-benar boros..."ucapku menggerutu padanya
Dan dengan entengnya dia malah terbahak sambil mengusap perutnya yang ikut bergerak naik turun , mengikuti tawanya..
__ADS_1