Biarkan Waktu Bicara

Biarkan Waktu Bicara
Tutor idola


__ADS_3

Tania dan teman-teman kuliah lain masih sibuk mengerjakan tugas yang seharusnya menjadi pekerjaan rumah.


Berbeda dengan tutor lain, mata kuliah matematika ekonomi yang dibimbing oleh pak Dev bisa fleksibel dalam pengumpulan tugas. Hal itulah yang membuat kami semua makin cinta pada tutor muda itu. Selain itu juga dengan sabar dia menterjemahkan rumus-rumus matematika dengan sangat sederhana, mengingat sebagian besar mahasiswa memang sudah lowbatt sehingga daya tangkapnya lemot..he..he..


" Kamu juga ikutan belom ngerjain tugas Tan..CK..CK.." ledekku pada cewek cantik tapi jomblo itu.


" Lagi males tingkat dewa, kamu si enak ada penyemangatnya...lhah aku garing gini, gak ada yang bikin on..."sahutnya membela diri


"Issh...kamu tu pake alasan nggak keren banget sih!! Trus gimana misi deketin pak Dev?"


Tania menoleh dan mengetuk-ngetuk bolpoinnya ke meja sambil berfikir.


" Aku juga bingung, Nan. Info dah valid, do'i 100% single tapi kok nggak ada celah buat cewek-cewek mendekatinya.."


" Ooh gitu, dia kan ngajar juga diSMA, mungkin targetnya teman sesama guru, atau bahkan siswinya sendiri, katanya daun muda kan ada manis-manisnya gitu.." ucapku nyengir pada Tania


"Berarti pak Dev, ulat bulu dong ...suka daun muda..ha..ha.."


Kamipun tertawa bersama, mulai membayangkan pak Dev nangkring di daun muda.


" Mending kamu kerumahnya, deketin nyokapnya, siapa tau dia mother complex jadi luluh kalo ibunya mendukung..."


" Heleh...ngaca non! Kamu aja belom mau ktemu camer, pake ide kayak itu..."

__ADS_1


"Yee...jangan samain aku dong, anaknya kan udah ditangan, camer mah belakangan..." ucapku dengan nada sombong yang disambut oleh jitakan dari Tania.


Beberapa menit kemudian.


"Assalamualaikum..." salam pak Dev saat masuk kedalam kelas pertama kami hari itu.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Tepat pukul 15.00 wib, akhirnya mata kuliah ketiga kelar semua. Kamipun berhamburan berebut keluar dari kelas masing-masing.


Hari itu kami berdua tidak membawa motor, karena sengaja pengen jalan-jalan dulu. Kebetulan karena siang tadi harus mengantar ibunya keluar kota, hari ini mas Ryan hanya bisa mengantarku berangkat saja.


Saat berjalan berdua ditrotoar sambil membuat obrolan nggak penting, sebuah mobil silver menghentikan langkah kami. Ketika kaca jendela diturunkan, muncullah wajah pria yang tak asing bagi kami.


Tania mencubit lenganku, memberi kode agar ikut permainannya.


"Hhh...sakitt, nggak usah nyubit aku juga udah paham, Tan...!!"teriakku dalam hati


" Bolehkah? dari tadi pesan ojol belum nyambung nih pak..." sahut Tania dengan ucapan semanis-manisnya, sampe eneg aku mendengarnya


" Masuklah..biar aku jadi ojolnya..." sahutnya tersenyum pada kami


Pucuk dicinta ulampun tiba. Segera Tania mengambil duduk didepan, bersebelahan dengan sopir ojol dadakan itu.

__ADS_1


"Maaf ya pak , jadi ngerepotin ..he..he.."ucap Tania lagi


" Iya pak Dev, rumah kami jauh Lo dan tidak searah lagi..." sahutku tak enak hati


" Nggak papa, bensinnya masih cukup untuk keliling dunia kok..."sahutnya terkekeh" siapa tau kalo aku nggak bawa kendaraan, aku bisa gantian nebeng.."


" Oh ..siap pak Dev...!" seru Tania" tapi kalo Kinan, kayaknya nggak mungkin pak, soalnya pacarnya cemburuan..."


Heleeh...aku memutar bola mataku melihat Tania menoleh ketempat dudukku sambil menjulurkan lidahnya.


"Berarti pacarmu nggak cemburuan ya..." celetuk pak Dev, membuatku menahan tawa


" Mana mungkin cemburu pak, sekarang dia jones loh..." sahutku dari belakang


"Oooh...ada yang jones toh..ha..ha.." pak Dev tertawa lebar


"Yee...kok ngeledek sih, pak Dev juga jones gitu kok!!" sahut Tania sewot


" Enak aja, saya ni nggak jones...tapi jomblo bahagia kok..."


" Ya elah pak, kirain nggak jomblo gara-gara sudah punya ..ternyata kita sebangsa dan setanah air juga..ha..ha.."Tania merasa senang karena dengan tidak sengaja mempromosikan bahwa dirinya jomblowati pada tutor idola kami itu.


Mobil itupun melanjutkan perjalanan dengan obrolan receh si Tania sebagai leadernya.

__ADS_1


__ADS_2