Biarkan Waktu Bicara

Biarkan Waktu Bicara
Tuhan telah membuka hatiku


__ADS_3

Bukan hanya aku yang terkejut , pria yang kuhalangi jalannya juga mengerutkan alis tebalnya.


"Hai...mmm...Kinan kan?" ucapnya ragu.


Aku menghela nafas lega, dan tak sadar tertawa tipis. Perasaan senang ini seperti mendapatkan tambahan bonus dari bos. Mungkin karena merasa tak sia-sia nafasku ngos-ngosan mengejarnya sampai tempat ini.


" Hai juga mas..." sahutku sambil tersenyum


"Kebetulan sekali ya..."


"Iya..eh nggak juga ding, aku sengaja mencarimu untuk mengembalikan pinjamanku yang dulu.."


Namun aku baru sadar, bahwa aku berada jauh dari parkiran motorku.


" Ah..iya. Sandalnya masih dijok motorku, tunggu sebentar ya, biar kuambil dulu..." ucapku sambil berbalik untuk mengambil barang itu.


Tiba-tiba ada yang menarik ujung topi jaket yang kupakai dan tentu saja membuatku berhenti melangkah.


" Kan udah kubilang, nggak usah dibalikin non..."sahutnya.


"Nnnggg....tapi kan...."


" Nggak usah ngeyel gitu deh...habis ini kamu mau kemana? Cari minum dulu yuk..."


" Eee...sebenarnya aku baru aja minum sama temanku..."

__ADS_1


" Berarti kamu masih haus, kelihatan habis maraton gitu...ayo ke minimarket itu" ucapnya seraya menunjuk minimarket yang berjarak sepuluh meter dari tempat kami.


Hhh...iya sih, aku jadi haus lagi gara-gara berlarian. Kakiku juga masih nyut-nyutan karena kupaksa lari dengan sepatu kerja.


Akhirnya tanpa protes aku mengekor menuju minimarket itu. Namun saat dia masuk kedalam, aku berhenti diteras dan duduk dikursi sambil menata nafasku.


Beberapa saat kemudian, dia keluar dan memberiku softdrink.


"Terima kasih.."


"Baru pulang kerja?"ucapnya setelah minum dari botol yang dipegangnya dan kujawab dengan anggukan.


" Ternyata kita bisa bertemu lagi ya, Kinan..."


" Aku memang berharap bisa bertemu lagi dan mengembalikan sandalmu. Ternyata itu masih baru kan?"


"Ya...daripada mubadzir, nggak mungkin aku pake juga kan, gede banget gitu..."


"Mmm...kalo gitu biar ada dikamu dulu deh, biar jadi alasan kita ketemuan lagi.." ucapnya sambil terkekeh.


" Ish...maksudnya apa tuh.." sahutku tersipu


Lalu kuhabiskan minumanku, dan segera beranjak dari kursi.


" Kalo gitu, aku pulang dulu ya mas, sekali lagi terimakasih .."

__ADS_1


" Iya, sama-sama..." diapun menganggukkan kepalanya " hati-hati.."


Akupun meninggalkan tempat itu namun saat teringat ayah, aku berhenti melangkah dan mengambil ponsel dari tasku untuk menghubungi ayah, agar tidak khawatir karena aku pulang terlambat.


Lalu aku teringat sesuatu. Kuputar lagi langkahku dan kembali berbalik kearah pria yang tak kutahu namanya itu.


" E...aku harus memanggilmu siapa ya mas...?"ucapanku menggantung, merasa canggung. Masa cewek yang pengen kenalan sih....


Diapun berdiri menghampiriku lalu diambilnya ponsel dari tanganku dan mengetik sesuatu disana.


" Hubungi aku kalo ada perlu, jadi nggak perlu ngos-ngosan kayak tadi.." ucapnya tersenyum sambil mengembalikan ponsel ke tanganku.


Jangan-jangan dia tau aku berlarian seperti orang gila gara-gara mencarinya. Ingin kulipat- lipat nih muka...


" Sampai jumpa lagi Kinan..." dia berlalu masih dengan senyumnya yang khas itu.


Lalu kulihat ponselku, ingin mengetahui namanya.


Adryan, 08XXXXX


Tak sadar aku tertawa sendiri melihat foto profil dikontaknya.


Kalo biasanya aku cuek terhadap makhluk bernama pria, kali ini aku mulai penasaran pada sosok Adryan itu.


Itulah pertemuan pertamaku dengan mas Ryan yang berlanjut dan berakhir dengan kesepakatan kami untuk berkomitmen tentang masa depan.

__ADS_1


Mungkin jalan takdir yang mempertemukan kami dengan cara yang sedikit aneh. Kuharap tak ada rintangan yang berarti, dalam melanjutkan hubungan kami ini.


__ADS_2