
Tak terasa sudah hampir enam semester aku menempuh perkuliahan jarak jauh. Sebelum bergabung dengan sistem perkuliahan jarak jauh, aku tak mengira lebih enteng menjalaninya, ternyata meski bukan kuliah reguler, tapi tugas-tugas selalu menumpuk dengan target waktu yang singkat. Apalagi bagi yang sudah bekerja sepertiku, meski tatap muka hanya hari Minggu, namun tidak ada waktu luang untuk meremehkan tugas kuliah. Sehingga setelah capek bekerja, aku harus tancap gas ngerjain tugas.
Malam minggu ini adalah Minggu ketiga semester enam. Seperti biasa, mas Ryan menyempatkan diri ngapelin pacarnya. Siapa? Ya..akulah!!
"Dek..." mas Ryan memanggilku tanpa menoleh dari hadapan laptop. Dia sedang membantuku mengetik resume salah satu mata kuliah.
"Hmm..."aku sendiri masih sibuk dengan stabilo dan buku materi.
Saat itu pukul tujuh malam, kami kencan diruang tamu rumahku. Buku berserakan dan kami saling membelakangi dengan kesibukan masing-masing.
" Apa kamu pernah cerita sama Tania, kalo gaya kencan kita seperti ini..."
"Tentu saja mas...emang kenapa? " sahutku tidak fokus dengan pertanyaannya.
"Ckk...kamu nih, benar-benar merusak wibawaku sebagai pria romantis..."
"Loh...siapa bilang nggak romantis? Aku nggak meragukan keromantisanmu kok mas. Teman-teman ku malah pada ngiri, katanya mau tukar tambah biar punya yang kayak kamu..." aku mengatakan itu agar dia nggak mogok membantu ngerjain tugas-tugas kulaihku, he..he..
__ADS_1
"Hmm, begitu ya...kalo gitu kamu beruntung. Yang kayak aku limited edition.." tukasnya
Akupun tertawa lepas mendengarnya.
"Mas...boleh tau, kenapa kamu putus dengan yang sebelumku?"tanyaku sambil terus mencorat-coret buku dengan stabilo.
" Alasannya sama seperti alasanmu putus dengan mantanmu.."
" Ish...jangan niru dong, gak kreatif banget sih..."
"Emangnya kenapa dulu kalian putus?"tanyanya padaku.
"Syukurlah, ada orang bodoh kayak dia, jadi aku bisa memilikimu sekarang.."
Bisa aja mas Ryan membuat hatiku berbunga-bunga. Eh kenapa jadi aku yang menjawab pertanyaanku tadi sih...
Kudorong punggung yang membelakangiku itu, aku jadi merasa dikerjainya.
__ADS_1
" Hayo jangan genit dek, kalo aku minta lebih bisa repot kamunya..."
"Habisnya, tadi aku kan tanya duluan...kok jadi kebalik sih...!!ayo cepetan ganti kamu yang jawab dong..." ucapku sewot
" Iya-iya, tapi janji jangan baper Lo ya...dulu aku pernah suka sama cewek , makin lama kami makin dekat. Tapi lama-lama aku sadar, bahwa dia mendekatiku karena menyukai kakakku..patah hati deh, hiks.."ucapnya berlagak sedih
"Heleh ..ingat gender om.." ucapku terbahak
"Sejak saat itu, aku minder dan kapok mendekati cewek. Sampai suatu ketika ada cewek culun, yang kesenggol dikit aja mengkerut, cewek yang ngacir gara-gara kupegang lengannya saat dia hampir jatuh,tau nggak dia tuh seperti tanaman putri malu... dialah yang mengembalikan rasa yang pernah hilang dalam hati ini dek..."
Seketika wajahku terasa panas mendengar ucapannya itu, apalagi saat itu dia sedang menatapku. Langsung kualihkan pandanganku, karena nggak kuat menahan debaran jantungku. Astaghfirullah...hanya dipandangi aja, jantungku udah jungkir balik kayak gini, apalagi...
"Huh...gombal.." kumanyunkan bibirku
" Asal kamu tau, pas pertemuan kedua waktu di dalam ATM, aku senang sekali melihatmu lagi. tapi aku lupa siapa namamu, setelah berpikir keras, akhirnya aku ingat namamu Kinan, cewek culun yang duduk disebelahku di bis ...aku baru berani keluar dan menyapamu lagi"
"Iihh..aku nggak culun...!!!"ucapku langsung menimpuknya dengan bantal kursi berkali-kali
__ADS_1
"Adu..duh...ampun dek, ini namanya KDRT , tak laporin pak RT biar langsung dinikahin sekalian..." ancamnya
"Bodo...!!" akupun kembali membelakanginya, masih dengan menahan perasaan bahagia.