Biarkan Waktu Bicara

Biarkan Waktu Bicara
Ceritakan padaku


__ADS_3

Perasaan apa ini? Tak kusangka akan seaneh ini, seperti melayang dan tak bisa berpikir apapun. Setiap sentuhannya terasa menyenangkan, hingga kurasakan sesuatu yang mengeras dibawah sana.


Seketika kesadaran ku kembali, saat mataku terbuka lebar, sekali lagi kudorong tubuhnya yang masih menindih ku dengan sekuat tenaga.


Mata kami bertemu dan dia mengerjapkan mata beberapa kali, mencoba untuk mengembalikan kesadarannya sendiri.


" Ada apa..?" guman mas Ryan dengan nafas masih memburu.


" I..itu yang dibawah..." wajahku terasa panas saat mengucapkannya.


Sejenak kulihat dia seperti berpikir mencerna perkataan ku.


Detik kemudian dia tertawa lebar, membuatku semakin malu saja. Apalagi setelah tahu beberapa kancing bajuku sudah terlepas karena ulahnya. Dengan perasaan tak menentu kurapikan lagi bajuku itu.


" Ah iya dek, maaf ya aku lupa..he..he..." dia terkekeh dan menjauhkan diri dariku , duduk sambil menggaruk tengkuknya.


Aku yang merasa tak enak hati padanya, hanya bisa memanyunkan bibirku dan tak mampu menatapnya.


Saat meliriknya, dia masih menahan tawa sambil menatapku. Hhh...kenapa dia semakin tampan dengan gaya tengilnya itu...mungkin ini yang namanya bucin...


Akupun menyusul duduk disampingnya.


"Kamu takut hmmm...?Jangan khawatir aku sudah biasa menjinakkannya...kamu nggak tahu aja, dia tuh selalu begitu saat dekat denganmu..." mas Ryan meraih telapak tanganku dan mengusapnya dengan lembut.


Ada hal besar yang ingin kusampaikan padanya, apakah ini saatnya? Bagaimana reaksinya nanti ?


" Biarlah dia menunggu beberapa hari lagi, toh dia sudah bisa menunggu bertahun-tahun lamanya kan..." masih dengan senyum yang sama, dia menggodaku.


"Tapi...." aku bingung harus mulai darimana. Apa langsung saja kukatakan padanya bahwa aku masih perawan, kenapa mau jujur begitu sulit sih...


" Shhh....sudahlah, aku nggak akan mengganggumu selama kamu masih tanggal merah...jadi jangan ketakutan begitu dong..." sekali lagi dia mengusap pipiku.


Nah..dia salah paham kan, bukan itu maksudku mas... Aku mau jujur tapi takut kamu mengganggap ku wanita aneh..hiks..


Aku hanya bisa nyengir menanggapinya.


"Hei...bukankah tadi kamu ingin aku menceritakan sesuatu...?" ucapnya seakan mengalihkan perhatian.

__ADS_1


Aku kembali menatap matanya. Mungkin lain kali saja aku akan mengatakannya, aku juga harus menyiapkan diri dengan reaksinya nanti kan ...


" Ah iya...ceritakan dari awal sampai kita bisa seperti ini.."aku mulai tenang.


" Baiklah, tapi bilang dulu bahwa kamu mencintaiku..."


" Apa!!..."


" Sudah berapa kali aku mengatakan perasaanku padamu, tapi aku tak pernah mendengarnya darimu...sekarang katakanlah, apa kamu masih mencintai pria ini Kinanti Prameswari?"


Sejenak aku berpikir, benar juga aku tak pernah mengatakan bahwa aku sungguh mencintainya dari dasar hatiku paling dalam, bahkan setelah bertahun-tahun lamanya rasa itu tetap sama.


"Kinan istriku, wajahmu mudah sekali ditebak..kamu selalu berbicara sendiri dalam hati, aku bukan cenayang yang bisa membaca pikiranmu itu, sekarang ucapkanlah agar aku bisa mendengarnya..."


" CK..kamu ini nggak percayaan sih..." ucapku malu.


" Aku akan menunggunya sampai pagi sekalipun..."


Ishh...ni orang benar-benar menyebalkan.


"Iya..iya..aku ngaku deh, aku Kinanti ..wanita ini memang selalu mencintai seorang pria bernama Adryan, sejak dia menyatakan bahwa ingin mengenalku, hati ini telah menjadi miliknya hingga saat ini , besok bahkan sampai ujung usiaku nanti..."


"Mas...apa yang kayak gini nggak membuatnya terbangun lagi..."


" Sebentar saja Kinan...biarkan aku meyakinkan diriku bahwa ini bukan mimpi..."


"Boleh aku minta sesuatu?"


" Apapun untukmu dek..."


" Tolong jangan tinggalkan aku..."ucapku lirih. bagaimanapun aku masih trauma ditinggalkan orang-orang yang aku sayangi.


Seketika dia melepaskan pelukannya dan menangkup kedua pipiku.


"Kinan...dengar ya, kamu adalah bagian dari diriku, jadi kemanapun aku pergi kamu akan selalu bersamaku..oke! aku tidak akan meninggalkanmu...."


Senyumku mengembang, merasa berharga baginya, semoga dialah jodoh terakhirku.

__ADS_1


" Oke...aku percaya...sekarang cepat ceritakan kisahmu saat masuk dalam rencana ibu ... perjodohanmu dengan Adel sebenarnya fiktif nggak sih?"


Dia menghela nafas. Mulai berpikir akan cerita darimana.


" Awalnya memang sudah lama ibu ingin berbesan dengan pak Agung, namun saat rahasia kita terbongkar, ibu mulai mencari celah agar kita dapat bersatu lagi. Namun penolakan-penolakan mu itu membuat ibu takut untuk memaksamu...jadilah ibu merencanakannya dengan diam-diam.."


"Tapi waktu aku tanya Adel, dia bilang juga naksir kamu kok..."


"Yeah...siapa sih yang bisa nggak naksir sama aku..." ucapnya sombong.


Kutimpuk dia dengan guling dengan gemas.


Dan diapun tergelak.


"Trus sejak kapan kamu ikut dalam sandiwara ibu..."


" Setelah pertemuan kita dimakam mas Devan, ibu bercerita bahwa ada pria yang pernah dekat dengan Adel dan pernah meminta ijin pak Agung untuk meminang putrinya itu, namun karena ibu pernah bermaksud untuk menjadi besannya, Pak Agung menolak pinangan Fadhil...."


"Bagaimana dengan perasaan Adel...?"


"Adel adalah gadis desa yang sangat berbakti pada kedua orang tuanya. Hingga dia membezukku dirumah sakit dan bertemu Fadhil yang seorang perawat disana, mereka mulai sering bertemu..dan saat ibu mengetahuinya seperti mendapat angin segar..."


" Oh...pantesan aku pernah lihat Adel bersama pria waktu pulang dari rumah sakit, ternyata itu Fadhil ya..."


"Kinan...aku udah ngantuk nih..." ucap mas Ryan mulai menguap dan merebahkan diri.


" Eh..kan belum selesai ceritanya..."


" Bersambung ya... kemarilah.." dia menarik tubuhku dan membuatku langsung jatuh didadanya...


Meski kaget, aku senang bisa mendengar detak jantungnya dengan begitu jelas karena telingaku menempel didadanya.


" Tidurlah dek...perjalanan kita masih panjang, masih banyak kisah yang bisa kita bagi untuk reader ..."ucapnya sambil memejamkan mata...


Aku menahan tawa mendengarnya. Ssttt...jangan bilang padanya, sebenarnya cerita ini tinggal beberapa part lagi ... 🤭


Maaf ya ... mungkin ada yang kecewa dengan kisah malam pertama kami he..he...

__ADS_1


selamat malam reader...🙏


__ADS_2