
Bingo!! Belum hilang rasa malu, masih harus bertemu orang itu lagi...
"Belum dijemput?" tanyanya sembari menghampiriku.
Aku yang masih terkejut, cukup lama mencerna perkataannya.
"Eee...masih nunggu ojol mas..."
" Aku juga dari tadi pesan ojol tapi nggak bisa, sepertinya ini masih zona merah bagi ojol..."
Lalu kulihat dia melihat kearah kakiku yang hanya memakai kaos kaki saja.
"Akhirnya kau lepas juga..tadi kulihat alasnya lepas dan jalanmu nggak nyaman"
Diapun meletakkan ranselnya disebelahku, lalu mengambil tas plastik dari dalamnya. Setelah mengeluarkan barang dari plastik itu, dia berjongkok dan meletakkan sepasang sandal jepit hitam ukuran besar didekat kakiku.
"Pakailah...mungkin tak nyaman, karena terlalu besar, tapi mendingan dari pada kayak gitu" ucapnya sambil berdiri kembali
"Eh..nggak usah mas, takut nggak bisa ngembalikan"
Diapun terkekeh. Apa ucapanku salah?
"Gampang..biar aku aja yang ambil kerumahmu..." ucapnya dengan tawanya yang tertahan" becanda kok, udah pake aja, nggak usah dikembalikan. Oh iya, itu bapak ojeknya mending kamu pake dulu, udah hampir malam soalnya"
__ADS_1
"Mmm..maksudnya?" sahutku sambil memakai sandal kebesaran itu
"Kamu pulang dulu aja, masih mendung keburu hujan loh..."
"Lha Mase gimana?"
"Gak papa, nanti juga ada ojek lagi.." lalu dia kembali memanggul tas ranselnya dan berjalan menuju bapak ojek yang masih setia menunggunya.
"Pak, tolong anterin dia dulu ya.." ucapnya yang diangguk'i oleh bapak ojek itu.
Dia menoleh melihatku memakai sandal kebesaran yang diberikan padaku tadi sambil menarik sudut bibirnya. Memang terlihat lucu, tapi lumayanlah daripada harus telanjang kaki.
Aku berjalan kearah bapak ojek dan berusaha menutupi rasa nyeri kaki kananku.
"Makasih ya mas..."ucapku tulus.
"Sama-sama..."sahutnya masih memperhatikanku naik diboncengan pak ojek itu.
"Siapa namamu? Barangkali aku masih bisa mengambil sandalku...?" ucapnya lagi sambil menaikkan alisnya
Eh...ni orang ikhlas nggak sih!!
"Kinan..."sahutku kemudian.
__ADS_1
Lalu motorpun berjalan, dari kaca spion masih bisa kulihat dia kembali duduk dibangku halte dan mengangkat ponselnya.
Waduh, kok aku nggak tanya balik namanya siapa sih, batinku sambil melihat kakiku dengan sandal yang seukuran gajah ini. Eh emangnya gajah bisa pake sandal jepit?
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Satu bulan kemudian, saat aku pulang kerja bareng sahabatku Tania. Kami mampir kesebuah warung es, dekat alun-alun kota.
Kami berdua pesan es teler dan membicarakan tugas kuliah. Yah...hanya 20% obrolan tentang tugas, sisanya hanya ghibah..he..he..
Ketika es telerku hampir habis, mataku menangkap sosok seseorang berjalan kaki melewati tempat kami ini. Seketika aku beranjak dari dudukku dan melangkah keluar dengan tergesa.
"Kinan!!Mau kemana Lo...??" teriak Tania padaku.
"Kamu pulang dulu aja ya, Tan...aku ada urusan nih..." sahutku sambil meninggalkannya yang masih penasaran
Warung es tempatku tadi berada didekat alun-alun, salah satu titik keramaian dikota ini, sehingga banyak pejalan kaki yang melintas.
Itulah yang membuatku kehilangan jejak orang yang kucari. Lagian cepet banget sih, ngilangnya. Nafasku masih terengah-engah dan pelipisku mulai mengalir butiran keringat.
Kuhentikan langkahku, untuk istirahat sejenak, sambil mengedarkan pandanganku berusaha menemukan sosok pria bertopi yang kucari diantara orang-orang yang ada disini.
Nihil...ah nyerah deh, yang penting sudah ada niat baik.
__ADS_1
"Permisi..." ucap seseorang di belakangku. Rupanya aku berhenti tepat didepan pintu ATM.
Seketika aku menoleh kearah suara di belakangku.