
"Kinan..!!!" suara ibu membuatku tersentak.
Pagi itu hampir pukul 6, dan aku baru saja membersihkan diri dan ganti baju yang dibantu oleh perawat.
Sedangkan mas Ryan masih berada dikamar mandi, saat ibu datang dengan wajah panik dan tergopoh-gopoh mendekatiku.
" Ya..Tuhan, Kinan....apa yang terjadi padamu? Pantesan sudah satu Minggu, ibu tak bisa menghubungi mu..."
"Maafkan Kinan Bu...sekarang sudah baikan kok, semoga besok sudah bisa pulang.."
"Syukurlah...tapi kamu harus pulang bersama ibu, kamu jangan pergi lagi dari rumah ibu ya... kehadiranmu sangat membuatku bahagia Kinan, jadi jangan anggap ibu seperti orang lain ya..."
" Iya Bu, ibu akan selalu menjadi ibuku, karena Kinan juga sayang dengan ibu jadi Kinan nggak mau ibu kelelahan menjagaku..."
" Ck...kamu kira ibu ini lemah heh..." ucap ibu terkekeh.
Beberapa saat kemudian mas Ryan keluar dari kamar mandi.
"Ibu...aku kira nanti baru kesini?" pria itu mengeringkan rambutnya dengan handuk seraya mendekati ibunya.
Seketika tangan ibu mendarat di lengan mas Ryan beberapa kali.
" Adu..duh...sakit, Bu!"
"Beraninya kamu membohongi ibu! Kau bilang nggak pulang menginap dirumah teman, kau bilang Kinan juga kerumah saudaranya!!! Awas aja kalo kamu ulangi lagi , bohong sama ibu !!"
" CK...maju mundur kena deh..." gumannya bersungut-sungut.
__ADS_1
Tak lama setelah drama ibu dan anak yang membuatku terhibur itu selesai, seorang dokter masuk di ikuti oleh seorang perawat.
"Selamat pagi...saya cek kondisinya ya" dokter Mauren tersenyum ramah pada kami, lalu memeriksaku
"Pagi dok...silahkan"jawab ibu.
Setelah mengecek kondisi tubuhku, mas Ryan yang tadi duduk disofa, segera mendekati dokter itu.
" Bagaimana dok? "
"Kondisinya bagus kok, selamat ya berkat doa dan perhatianmu, sekarang istrimu sudah normal kembali...kita tunggu sampai besok, kalo oke bisa pulang ya.."dokter itu tersenyum
"Eee..dia bukan suaminya dok..." ucap ibu
"Heh..benarkah? kupikir dia suami paling romantis yang selalu mendampingi istrinya ...waktu Kinan belum sadarkan diri, dia selalu mengajaknya ngobrol, berdoa dan mengaji disampingnya, pokoknya so sweet gitu deh..." analisa dokter Mauren sungguh membuat pipiku panas, sedangkan mas Ryan jadi salah tingkah tak bisa berkutik.
" Dia ini adik iparnya dok..." sahut ibu dengan polos
"Oh..ya?!?!"
" Jadi apa yang sebenarnya terjadi dengan putriku dok?" tanya ibu pada dokter Mauren yang kelihatannya masih penasaran dengan hubunganku dan mas Ryan
Dokter Mauren mencoba menjelaskan secara sederhana bahwa pada saat aku dibawa ke IGD, kondisiku sudah sangat lemah dan tak sadarkan diri. Setelah beberapa pemeriksaan dilakukan, ternyata usus buntu yang selalu membuat perutku nyeri seperti kram sudah pecah dan terjadi infeksi. Kemudian segera dilakukan operasi untuk mencegah racun akibat infeksi itu menyebar ditubuhku. Pasca operasi kondisiku drop dan dinyatakan koma, akupun masuk ICU selama 5 hari.
"Sekarang Kinan tinggal pemulihan, sebaiknya kamu istirahatlah, setelah hampir satu Minggu terlihat strees berat dan frustasi, saya pikir kamu ambruk, tapi ternyata fisikmu kuat juga ya..."dokter Mauren terkekeh
" Dokter kok doain saya ambruk sih..." mas Ryan merasa sewot, namun diiringi tawa dari dokter dan perawat.
__ADS_1
Sedangkan aku semakin merasa hutang budi padanya.
" Maaf..maaf..,tapi melihatmu sekarang, saya yakin kamu masih sanggup begadang beberapa hari lagi kok.."ucap dokter Mauren masih dengan senyumnya, seraya meninggalkan kami.
Eh ... aku jadi teringat , nama Mauren itu apakah ada hubungannya dengan Kalista Mauren...?
"Ryan ..kamu pulanglah, istirahat dirumah, kamu terlihat kurusan deh..." ucap ibu pada putranya itu.
"Iya Bu, sebentar lagi aku pasti pulang...ibu sudah makan? Biar aku belikan dulu.."
"Nanti aja deh, ibu belum lapar ..oh ya , ini kan udah lewat waktumu untuk kembali ke proyek, artinya kamu akan resign gitu kan?"
" Hhh...ibu ini kenapa sih, pengen aku resign terus?"
" Sekarang aku hanya punya kalian berdua, dan ibu ini sudah tak muda lagi Ryan, pengennya dekat dengan anaknya, lagipula siapa yang akan meneruskan perkebunan kalo nggak kamu heh..." ibu mulai mengomel mendebat anaknya
"Aku kan arsitek Bu, mana tau tentang perkebunan.."
"CK...alasan aja, disana ada pak Agung. Dia itu tangan kanan ayahmu. Kamu kan bisa belajar darinya...kalo kamu nggak mau nuruti ibu ya udah, kamu pergi aja sana ngikutin Romi terus ..."
" Baiklah-baiklah...tapi Ryan tetap harus menyelesaikan tanggung jawab proyek Bu, bagaimanapun Ryan yang jadi team leadernya, kalo udah lima puluh persen akan kulimpahkan pada yang lain...Hhh..sebaiknya aku pulang aja, kalo disini terus ibu pasti mengomel... assalamu'alaikum" ujarnya sambil keluar dari ruangan ku.
"Waalaikum salam..."jawab ibu seraya menahan tawa.
" Ibu kelihatannya senang sekali..." ucapku melihat tingkah ibu.
" Akhirnya...ibu berhasil membujuknya ke perkebunan meski masih janji nggak pa-pa deh...sebenarnya ibu bermaksud menjodohkan Ryan dengan anak pak Agung gitu ..." ucap ibu sambil senyum-senyum sendiri.
__ADS_1