
Jangan lupa like, komen & vote ya agar author semangat lagi buat karyanya terima kasih
.
.
.
Malam hari saat araf hendak tidur dilihatnya nasya sudah terlelap. Araf pun melihat sebentar ke hp-nya. Grup yang hanya berisi teman-temanya berisik sekali sejak tadi, karena araf tidak bisa tidur dia pun ke balkon sambil membalasi grup wa.
grup kunyuk
David:
nyuk gue di wa sama pak ketu katanya diantara kita ga ada yang minat apa balapan?
fariz:
gue ga bisa soalnya gue dah janji sama nyokap untuk ga lagi balapan semenjak kecelakaan terakhir
daffa:
kenapa bukan lu aja vid?
araf:
iya vid kali ja lu bisa menang sampe final dapet mobil sekaligus perempuannya
david:
ok deh kalau gitu gue aja yang ikut kalian harus hadir ya liat pertandingan gue
daffa, araf, fariz:
siapppp
daffa:
lu kok masih melek raf tumben?
david:
__ADS_1
bukannya tidur sono lu nemenin bini
araf:
lagi ga bisa tidur gue, kebiasaan begadang sama kalian
Saat araf sedang asyik chat dengan teman-temannya nasya yang terbangun karena tidak menemukan araf disisinya, melihat balkon terbuka dia pun memakai jilbabnya dan menghampiri araf di balkon yang sedang asyik mengetik hp-nya sambil tersenyum sendiri.
"mas..." panggil nasya
Seketika araf menengok pada nasya dan tersenyum. Nasya yang terlihat imut saat bangun tidur dipikiran araf dia selalu terlihat cantik dalam kondisi apapun, "kenapa kamu terbangun sayang?" tanya araf
Nasya memandang suaminya dia hendak duduk disamping araf namun araf menarik nasya untuk duduk dipangkuannya. Araf memeluk dan mencium nasya dengan lekat. Nasya melihat ke arah suaminya, "mas kok ga tidur? kenapa?"
"aku dah biasa begadang sayang. jadi susah tidur. kamu kenapa ga tidur?" tanya araf
"aku terbiasa bangun malam mas untuk tahajud. tapi karena lagi kedatangan tamu jadi cuma baca buku biasanya" jawab nasya
"mas..." nasya memanggil suaminya sambil mengalungkan lengan kanannya ke leher suaminya
"ya sayang ada apa?"
"aku pengen kamu jujur sama aku tentang hubungan kamu sama karen. Maaf mas aku cuma ga mau salah paham sama kamu"
"beneran kamu ga pakai hati?" tanya nasya memastikan
Araf tersenyum kemudian menggenggam tangan nasya pada dadanya, "disini...." tunjuk araf "cuma ada kamu sekarang ga ada yang lain"
Nasya menghela nafas bola matanya menatap pada netra coklat terang araf, "mas ga bohongin aku kan?"
"ga sayang"
"terus kenapa mas tadi makan siang di cafe? padahal mas bilang mau ada janji ternyata janji sama karen?"
Araf menatap heran pada nasya, "darimana kamu tau kalau karen makan dicafe aku?"
"ada yang kirim foto kalian di hp aku mas, bahkan saat kalian sedang berpelukan" jelas nasya
Araf mengerutkan dahinya, "meluk? perasaan mas ga ada meluk dia deh" ucap araf
Nasya beranjak dari tempat tidur kemudian mengambil hp-nya dan memperlihatkan foto araf dan karen. Araf tertawa membuat nasya heran, "mas kok ketawa?"
__ADS_1
"kamu nyuruh mata-mata ya untuk mata-matain aku?" tanya araf sambil menaikkan alisnya
"ga lah mas buat apa aku kaya gitu, aku sendiri ga tau siapa yang kirim mas" jawab nasy sambil menatap suaminya
"ga sayang itu semua bohong, ok lain kali kalau aku keluar aku akan ajak kamu biar ga ada salah paham lagi" ucap araf sambil mengelus pipi istrinya
"jadi....?" tanya nasya meminta penjelasan
"sya.... tadi itu setelah meeting sama klien aku masih duduk meminta oelayan bawakan makanan karena aku lapar banget. kemudian karen dateng ikut pesan makanan. Aku pun ga ada ngobrol kok, terus foto yang terlihat seperti kami berpelukan itu sebenarnya aku udah selesai makan waktu mau bayar nasy ikut berdiri sambil bilang terima kasih ditelinga aku. tapi aku dorong kok ga sampai beneran meluk" jelas araf panjang lebar
Nasya mengangguk-angguk sambil memanyunkan bibirnya membuat araf gemas dan mencubit bibirnya, "udah jangan monyong gitu bikin gemess aja tau" ujar araf sambil tersenyum
"kali ini aku percaya mas, pernikahan hatus didasari kepercayaan. aku percaya sama kamu mas" ucap nasya tersenyum lebar
"ya udah ayo masuk kita tidur, angin malam ga bagus buat kesehatan kamu" ajak araf pada istrinya yang diikuti nasya.
\*\*\*\*
Araf bangun untuk shalat subuh nasya pun ikut terbangun. Namun dia hanya duduk diatas tempat tidur. Saat araf selesai shalat subuh dia melihat hp nasya yang ada diatas nakas berbunyi tanda ada pesan masuk. Nasya sedang berada ditoilet dia pun membuka hp nasya yang dia sudah tau passwordnya. Araf terkejut saat lagi-lagi ada foto lama dia dengan karen yang berpelukan sambil berciuman di atap sekolah.
Nasya yang baru keluar dari toilet melihat araf yang shock melihat hp-nya, "kenapa mas?" tanya nasya
"nomor ini yang selalu ganggu kamu sya?" tanya araf
Nasya menatap layar ponselnya, "astaghfirullah" nasya terkejut saat melihat layar hp yang menunjukkan foto karen dan araf.
"maksudnya apa sih orang ini ngirim foto lama gue!" kesal araf bermonolog
"kenapa harus peduli mas, kamu udah jelasin siapa kamu dulu saat sebelum menikah dengan aku. Yang penting kamu yang sekarang bukan kamu yang dulu"
Araf mencium kening nasya, "tapi aku penasaran dengan orang ini siapa sih dia"
"yang pasti orang yang iri dengan kebahagiaa kita mas" ucap nasya memeluk araf
"jadi.... jangan dipikirin. Asal kamu janji sama aku untuk berubah lebih baik karena sekarang ada aku istri kamu jadi jangan pernah berpikir untuk mesum dengan orang lain lagi" pinta nasya sambil mendongakkan wajahnya pada araf.
Araf tersenyum, "iya sayang maaf waktu itu aku khilaf"
"jangan diulangi lagi ya" ucap nasya sambil meletakkan kepalanya didada araf. Araf mengangguk sambil tersenyum, "terima kasih ya Allah sudah menghadirkan nasya padaku dia bukan tipe perempuan yang rumit meminta penjelasan yang berbelit. Dia wanita yang simple. Sungguh bidadari syurgaku" batin araf samb memeluk nasya erat.
"Abaikan orang yang iri sama kebahagiaan kita ya mas, kita harus saling percaya apapun yang terjadi kita pun harus saling jujur"
__ADS_1
Araf mengangguk sambil tersenyum lebar, "iya sayang"
💓💓💓💓