Bidadari Syurgaku

Bidadari Syurgaku
bab 42


__ADS_3

Annasya dan araf berniat pulang lebih dahulu karena araf ada pekerjaan. Saat nasya sedang membereskan pakaian araf melihat kepada istrinya, "sayang... kamu gapapa kan kita pulang lebih dulu?"


Nasya mendongak melihat pada suaminya yang sudah menutup koper dan duduk diatasnya, "aku ngerti kamu sibuk banget mas"


"sya..." panggil araf


"hmmm...." nasya menyahut sambil memasukkan pakaian didalam koper


"maaf kalau selama ini aku terlalu sibuk"


"iya" jawab nasya singkat


Memeluk nasya, "aku ingin kerja keras supaya kita bisa hidup layak dan punya rumah. Terus punya anak yang banyak biar ramai jadi kamu ga kesepian lagi"


"Sekarang pun kalau kamu mau beli rumah bisa mas, kita hidup sangat layak. Kita berkecukupan"


"sabar sebentar ya sayang. Aku mau istana kita nanti bisa menjadi sumber kebahagiaan dan bikin nyaman yang tinggal"


Nasya menghadap pada suaminya, "terserah mas ja aku ikutin ja" kemudian berbalik dan berjalan ke arah kamar mandi


Araf berdiri menatap nasya, "aku ingin kamu tertawa saat sama aku sya" gumam araf


Setelah berpamitan pada orang tua dan pengantin baru mereka berpamitan.


****


Hana duduk di tepi pantai menikmati matahari terbenam bersama zaki. Kini dia sudah menjadi seorang istri namun didalam hatinya masih ada kejanggalan. Dia selalu teringat dengan nabila. Dia berpikir jika dibanding nabila dia bukanlah apa-apa. Zaki datang dengan membawa minuman berupa air kelapa.


"kenapa sayang?" zaki memeluk hana dari samping. Hana menoleh kepada suaminya tersenyum.


"hana..." zaki memegang tangan hana


"ya..." sahut hana sambil menatap manik mata indah milik zaki


"kita udah nikah, ga boleh ada apapun dirahasiain diantara kita. Walaupun itu menyakitkan kamu harus jujur" ujar zaki yang diangguki hana


"so,...." zaki masih menunggu hana menjawab


"huffftttt...." hana menghela nafasnya dia menghadap ke arah pantai, "aku masih kepikiran mas"


"soal?" tanya zaki pada hana


"nabila mas. Aku hanya takut kamu kembali mencintai dia" ucap hana menunduk. Zaki duduk lebih dekat pada hana.

__ADS_1


Zaki meletakkan kepala hana dipundaknya, "jangan khawatir sayang, aku selalu belajar mencintai kamu setiap harinya. Nabila masa lalu dan aku ga mau mengungkitnya lagi. Sekarang aku hanya akan fokus sama kamu masa depan aku"


"kalau suatu saat nabila datang gimana?"


"aku hanya akan menyapa tanpa banyak bicara. Karena ga akan ada yang perlu dibahas"


"aku hanya takut mas?"


"kita jalanin ja ya"


Hana hanya mengangguk saja tanpa bicara lagi. Dia fokus pada matahari terbenam didepannya yang sangat indah.


Hidup terus berlanjut jangan pernah terpaku dengan masa lalu. Hadapi masa depan yang entah itu indah atau tidak kitalah yang mulai mengukirnya. Kegagalan bukanlah suatu keburukan tapi kegagalan adalah PR yang harus kita perbaiki jika ada keslahan dan jangan diulangi.


***


Nasya baru saja seleaai mandi bergantian dengan araf yang mandi. Saat nasya memakai krim didepan meja rias dia melihat notifikasi wa di hp araf. Karena terus berbunyi nasya membukanya dia melihat nama mika di sana.


mika:


raf... besok dateng ya kerumah


Nasya menatap layar hp araf kemudian menaruh lagi diatas meja. Araf keluar dari kamar mandi. Araf melihat kelayar hp-nya yang banyak pesan masuk. Setelah nasya selesai dia membaringkan diri diatas kasur. Araf masih saja fokus dengan hp. Nasya berbalik saat araf duduk disampingnya.


"Sayang....." panggil araf sambil memeluk nasya yang berbaring membelakanginya.


"hmmm...."


"besok aku mau kerumah mika ngerjain tugas"


Nasya langsung membuka matanya, "dia jujur" batin nasya


"kamu ikut ya sayang" pinta araf sambil mengelus lengan nasya


"jam berapa?" tanya nasya pada araf


"sepulang kamu sekolah sayang. Aku ga mau berduaan dengan mika"


Nasya berbalik menghadap araf, "emang tugas itu cuma untuk kalian?"


Araf menggeleng, "seharusnya dito dan nila juga ikut. Tapi mika bilang dito sedang sibuk dengan mapala-nya sedangkan nila dia katanya ada janji sama dokter kecantikan. Mau sedot lemak katanya"


"mas..." nasya menatap pada araf

__ADS_1


"apa?"


"kalau aku ke klinik kecantikan gimana?" tanya nasya pada araf yang memandang dirinya.


"buat apa?" tanya araf heran


"aku pengen sedot lemak juga mas. Biar aku ga gemuk"


"yang bilang kamu gemuk siapa?" araf bingung dengan ucapan nasya


"mas kemarin bilang aku gembul" ucap nasya sambil memonyongkan bibirnya.


"sya... kamu jangan aneh-aneh ah aku suka kamu yang seperti ini. Biar pun kamu tambah gemuk nantinya sehabis melahirkan aku ga peduli. Yang penting buat aku kamu sehat"


"lelaki... bicaranya manis. Bilangnya ga usah perawatan kamu udah cantik. Tapi begitu lihat yang bening karena perawatan matanya melotot sampe mau keluar" gerutu nasya


"hahaha...." araf tertawa geli dengan ucapan nasya


"kok ketawa sih mas!" kesal nasya


"kamu ada-ada aja. Selama ini kamu liat aku kaya gitu ga? hmmm" ucap araf


"ga sih"


"kalau kamu mau cantik rawat diri boleh tapi aku ga mau kamu ikut suntiklah sedot lemaklah. Aku ga mau dan ga kasih kamu izin. Lebih baik kamu olahraga jaga pola makan perawatan yang sewajarnya ya"


"tapi liat nila, mika sama nabila mereka cantik banget mas"


"sejujurnya laki-laki emang melihat fisik untuk pertama kalinya. Tapi untuk hidup bersama ga semua lelaki lihat fisik. Mereka lebih suka wanita yang mandiri dan pintar mengurus keluarga"


"ini bukan alasan mas aja kan karena ga mau tambahin uang belanja?" ucap nasya sambil menatap tajam pada nasya


Hal itu sontak membuat araf tertawa, nasya langsung cemberut, "kok mas ketawa sih!"


"sayang kamu ini aneh, Atm aku dari gaji di actmedia kamu yang pegang. Penghasilan dari cafe pun atm kamu pegang. Aku ga pegang atm aku cuma pegang kartu kredit yang setiap bulannya kamu bayar tagihannya. Semua kamu yg kelola jadi ya terserah kamu mau pakai untuk apa aku ga pernah larang atau bertanya. Tugas aku cuma bekerja menghasilkan uang untuk kamu"


Nasya menunduk, "Tapi tetep aja mas kalu aku mau apapun harus izin kamu"


"Intinya aku ga mau kamu perawatan aneh-aneh. kalau mau kurus olahraga. Lagian ngapain sih kurus ga enak tau dipegangnya. Enakan kaya sekarang walaupun lebih berat tapi aku seneng pegang kamu kenyel-kenyel gitu"


"mulai deh mesumnya" nasya memukul pundak araf. Araf hanya tertawa lepas


"hahaha udah ayo kita tidur besok kamu harus sekolah. Besok aku anter kebetulan besok ga ada jadwal meeting pagi"

__ADS_1


Nasya memeluk araf erat dia pun tidur dipelukan araf


__ADS_2