Bidadari Syurgaku

Bidadari Syurgaku
bab 45


__ADS_3

Flash back on


Danu yang saat itu masih mahasiswa tahun pertama sangat kecewa begitu tau asisten dosen yang sangat dicintainya ini berkencan dengan kakak tirinya mahesa. Namun danu tidak dendam walaupun danu mulai bersikap dingin dan cuek pada mahesa maupun maryam. Danu makin patah hati saat tau maryam dan mahesa pada akhirnya menikah. danu yang terpaut usia 10 tahun dari maryam dan mahesa hanya bisa merelakan yang penting baginya maryam bahagia.


Danu masih memperhatikan dan melindungi maryam diam-diam tanpa ada orang tau. Danu pun turut bahagia saat maryam melahirkan bayi cantik dia sudah mengamggap putri cantik maryam seperti putrinya sendiri. Dia berjanji pada dirinya akan melindungi peri kecil maryam dengan segenap hati seperti seorang ayah pada putrinya. Namun sebuah kecelakann yang menimpa maryam dan nasya 16 tahun lalu mengubah segalanya.


Danu tidak bisa menerima kenyataan maryam telah meninggal. Hidup danu seperti telah berakhir, hatinya hancur dunia danu adalah maryam. Pada akhirnya danu berkeliling dunia agar bisa sedikit menyembuhkan luka hatinya. Setiap tahun danu akan kembali dari dinasnya hanya untuk melihat nasya. Peninggalan berharga dari wanita yang sangat berharga.


Namun saat mahesa meninggal danu sedang di afrika selama 2 tahun dia tidak bisa dihubungi karena berada ditempat terpencil tanpa adanya internet. Saat selesai dia kembali ke indonesia betapa terkejutnya danu saat tau mahesa meninggal dan nasya dinikahkan dengan anak dari teman mahesa. Danu merasa bersalah tidak bisa melindungi nasya dwngan baik


flashback off


"seingat om kamu pakai cadar sayang kok dilepas" tanya danu


nasya menghela nafas, "semenjak nikah aku sekolah di sekolah umum yang ga memperbolehkan muridnya memakai cadar om. Awalnya berat om sangat berat melepas cadar tapi...."


"Om terima kasih udah dateng dan mengingat nasya" sambung nasya menatap pada om-nya


"putri kecil om sekarang udah dewasa, udah menikah. Maaf om ga hadir di momen bahagia kamu" ucap danu sambil berdiri di lobby masuk apartemen nasya


"gapapa om nasya tau om sangat sibuk. Nasya selalu berdoa dimana pun om berada om akan selalu bahagia dan selamat dunia akhirat" ucap nasya sambil tersenyum. Danu hanya tersenyum mendengar ucapan nasya.


Nasya menghela nafas, "om..."


"hmmm" sahut danu


"om masih belum bisa move on dari bunda?" tanya nasya hati-hati


Danu tersenyum memdengar ucapan nasya, "peri kecil sekarang udah malam waktunya tidur. Maaf udah ganggu kamu malam-malam"


"om mau sampai kapan seperti ini?" tanya nasya


Danu mengalihkan pandangannya dia pun berucap, "sayang kamu sekarang masuk ya udah malam besok kita bisa ketemu lagi sekalian om mau ketemu sama suami kamu. Om mau tau lelaki seperti apa yang berani menikahi peri kecil om yang sangat berharga ini"


"om..." sorot mata nasya sepeti tidak rela danu pergi


"besok lagi ya" ucap danu, "sekarang masuk dan istirahat.


Nasya menatap pada danu, "om kapan pergi lagi? aku tau om ga akan bisa lama stay di 1 tempat"

__ADS_1


"om masih ada waktu 10 hari lagi sebelum om tugas ke luar negeri lagi. Kita masih punya waktu untuk bertemu nak"


"jangan pernah panggil aku nak apa om, aku masih pantes kok jadi istri om bukan anak om"


"kamu ini masih ga berubah ya. Inget sekarang kamu udah menikah ga boleh nhoming begitu lagi. udah sana masuk"


"assalamu'alaikum om"


"wa'alaikumsalam"


***


Nasya kembali dengan raut wajah penuh kegembiraan. Hana yang awalnya melihat nasya pergi berurai airmata kini datang dengan wajah bahagia cukup heran.


"nasya..."


"hana kamu belum tidur?" tanya nasya saat melihat sahabatnya duduk di ruang makan


"ga bisa tidur, mau minum teh bareng?" tanya hana yang diangguki nasya. Nasya berjalan ke arah meja makan, hana memberikan secangkir teh hangat pada nasya.


"Nasya apapun yang membuat lo bahagia, sedih terluka gue akan selalu ada disisi lo"


"makasih ya han"


 


 


Nasya sedang dalam suasana hati yang berbahagia karena kedatangan danu. Entahlah mungkin ada yang salah pada diri nasya, menurut nasya danu adalah vitamin untuk penyemangat hidupnya.


Setelah semua teman nasya pergi dari apartemen nasya merasa kosong dan sendiri lagi. Nasya melihat ke arah ponselnya entah danu maupun araf tak ada yang menelepon atau kirim pesan padanya.


Saat nasya menghela nafas terdengar suara pintu terbuka, nasya beranjak menuju pintu. Dilihatnya araf yang sudah pulang dihampirinya araf.


"assalamu'alaikum sayang" ucap araf dengan senyum merekah. Nasya menjawab salam dan mencium punggung tangan araf dan araf mencium kening nasya.


"Mas mau makan dulu apa langsung istirahat?" tanya nasya


"makan sayang aku laper banget dari malam belum makan"

__ADS_1


"kenapa?"


"kangen masakan kamu"


"gombal"


Nasya memanaskan lauk dan memasak nasi sedikit untuk araf. Nasya menani araf makan dia melihat betapa laparnya araf saat ini. Dilihatnya araf makan sangat lahap.


"kamu beneran belum makan dari kemarin mas?" tanya nasya yang diangguki araf, "aku ga sempat sayang pengennya cepet pulang cepet ketemu kamu. Makan masakan kamu. Aku kangen banget sama kamu"


"owh..." jawab nasya singkat


"mas..." panggil nasya


"ya..."


"om danu pengen ketemu kamu"


"siapa om danu?" tanya araf swmbari menghentikan makannya. Seingat araf nasya tidak lagi memiliki keluarga. Ayahnya anak tunggal sedang ibunya, saudara dari pihak ibu ga pernah mau mengakui nasya.


"adik tiri ayah. Dia selama ini tinggal diluar negeri tergantung tugas jadi berpindah-pindah. 6 tahun aku sama sekali ga ketemu dia mas. Kamu mau kan ketemu dia?"


Araf melihat binar bahagia dimata nasya, entah kenapa itu membuatnya iri. Dia belum pernah melihat nasya seantusias ini. Araf melanjutkan makannya dan mengangguk.


Nasya tersenyum, "makasih mas"


cup


Nasya mencium pipi araf membuat araf terkejut baru kali ini nasya inisiatif padanya.


"hmmm kayanya ada yang mau menggoda aku ya" araf berkata sambil melirik pada nasya.


"ga kok ah... kamu aja yang mesum" nasya beranjak dari duduknya meraih piring kotor dan gelas didepan araf.


Saat nasya beranjak lengannya ditarik oleh araf membuat nasya duduk dipangkuannya, "sepertinya ada yang lagi bahagia banget ya"


Nasya tersenyum lebar dan mengangguk. Araf menatap lekat pada nasya, "jadi penasaran sama om danu yang bisa bikin istriku bahagia banget begini"


Nasya beranjak dari pangkuan araf dan mencuci piring diikuti araf yang ikut beranjak dari duduknya, "sayang aku mandi dulu ya tolong siapin baju aku"

__ADS_1


"iya" jawab nasya sambil mencuci piring.


Saat araf mandi nasya beranjak ke kamar setelah mencuci piring dan menyiapkan pakaian araf


__ADS_2