Bidadari Syurgaku

Bidadari Syurgaku
bab 75


__ADS_3

Annasya dan araf sudah kembali kerumah mereka, Dia melihat bukan lagi bi arti kepala art dirumahnya, "selamat sore tuan nyonya saya minah kepala art yang baru" bi minah usianya sekitar 40-an tubuhnya kecil dan pendek dengan kerutan disekitar mata dan bibir. Annasya mengangguk melihat bi minah dia menatap suaminya dengan wajah datar araf berkata, "kita keatas dulu" ucap suaminya yang diikuti nasya.


"bi tolong siapin sup ayam jamur ya buat makan malam" ujar nasya sebelum beranjak dari tempatnya yang diangguki bi minah.


Sesampainya didalam kamar annasya bertanya pada suaminya, "mas bi arti kemana?"


"bi arti, anak dan menantunya sudah aku pecat mereka sekarang dikantor polisi karena terbukti menjadi mata-mata pakde wiryo. Sekarang mereka sedang diintrogasi" araf melepas jas dan dasi kemudian dia letakkan di atas sofa kamar.


"Ga enak ya mas jadi orang terlalu kaya banyak kekhawatiran" ucap nasya sambil membantu suaminya melepas kemeja dan menaruhnya di box cucian kotor. Araf hanya menatap nasya yang berjalan ke arah kamar mandi dengan wajah heran. Setelahnya nasya melepas kerudungnya dan beranjak ke kamar mandi. Nasya sedang membersihkan wajahnya saat araf ikut masuk kekamar mandi dan memeluk nasya.


"mas mau mandi duluan?"


Araf meletakkan kepalanya diatas pundak nasya dan menciumi leher nasya. Araf memejamkan matanya menghirup wangi ditubuh nasya yang membuat araf kecanduan.


"sya...."


"hmmmm"


"besok kita makan malam sama om danu yuk, anggap aja sebagai ucapan terima kasih"


"boleh mas tapi dirumah aja ya"


"ok, tapi jangan kamu yang masak ya"


Nasya menghentikan gerakannya mengusap wajahnya melihat ke arah araf dari cermin, "loh emang kenapa?"


"aku ga mau kamu kelelahan" araf melepas pelukannya pada nasya dan beranjak ke bath thub yang sudah disiapkan oleh nasya.


"ya udah aku telepon om danu dulu, cuma om danu mas? fariz sama daffa ga?"


"kok kamu perhatian banget sama mereka?" Araf bertanya dengan tatapan cemburu.


"loh kan kasus ini dibantu ka fariz sama ka daffa ga cuma om danu mas" jawab nasya sambil memainkan ponselnya mencari nomor danu.

__ADS_1


"ga usah, mereka udah aku kasih bonus kok" Araf berucap dengan nada jutek.


Nasya tersenyum, dia berjalan mendekati suaminya yang sedang berendam didalam bak mandi. Berjongkok kemudian tersenyum mengejek araf, "sepertinya ada bau-bau orang cemburu nih"


Araf mencipratkan air ke wajah nasya, "buruan mandi bau asem tau ga usah mikir yang aneh-aneh"


"bau asem gini juga suamiku tetap cinta kok" nasya beranjak keluar dari kamar mandi sedang araf tersenyum melihat tingkah istrinya ini.


Nasya menyiapkan baju araf diatas tempat tidur, tak lama kemudian araf keluar dengan hanya mengenakan handuk dibagian pinggang kebawah. Giliran nasya yang mandi dia pun masuk ke dalam kamar mandi.


"sya kamu udah telepon om danu?" araf masuk lagi kedalam kamar mandi dia melihat nasya yang sedang diguyur shower seketika jakunnya naik turun menelan salivanya.


Nasya mematikan showernya, "belum mas, lupa coba kamu aja yang telepon" nasya mengolesi tubuhnya dengan sabun cair membuat araf mendekat.


Araf berdiri dikaca pembatas, "seksi banget ya istriku"


"kamu dah mandi mas" peringat nasya


"masuk angin nanti kamu. Udah ah sana aku mau cepat selesaikan mandiku" nasya mendorong araf agar menjauh. Araf mendengus kesal kemudian berjalan menjauh dari nasya. Dia kembali kekamar dan memakai baju yang disediakan nasya diatas kasur.


🏡🏡🏡


"nasyaa...." teriak nina dari kejauhan dia berlari ke arah nasya diikuti jessica. Nasya yang sedang bersama lisa berbalik karena panggilan nina.


"ada apaan sih keknya heboh banget" lisa bertanya yang hanya dijawab dengan gelengan kepala nasya.


"gila lu sya pinter banget sih lu makan apaan?" tanya nina saat sudah ada didepan nasya.


"makan apaan? apaan sih maksudnya?" tanya nasya bingung


Nina tampak masih ngos-ngosan jessica yang lebih santai menjelaskan, "kita dapat info katanya nasya jadi kandidat untuk kuliah dengan beasiswa penuh di LMU jerman"


"what??? gue ga salah denger?" lisa ikut histeris membuat banyak orang memandang kepada mereka.

__ADS_1


"owh soal itu aku udah dapet infonya dari kepala rektor" nasya berjalan santai sambil bicara


"terus terus kapan lu berangkat?" tanya nina heboh yang dijawab dengan gelengan kepala nasya.


Nasya menatap pada ke-3 temannya di universitas, "aku ga mungkin ambil"


"loh kenapa sayang banget tau" lisa menyayangkan keputusan nasya.


"itu tuh kesempatan langka sya asal lu tau ya sya banyak orang pengen dapet beasiswa itu dengan banyak cara nah lu ditawarin begitu aja kenapa ga lu ambil?" jessica heran dengan keputusan nasya


"pertama aku udah punya suami aku ga mungkin ninggalin suami. Kedua kalau aku ambil terus aku ldr lama lagi dong aku punya anaknya, ke-3 aku ga berminat kampus kita juga kampus terbaik kok se indonesia" jelas nasya


"gue ga tau deh apa isi otak anak jenius ini bisa-bisanya ngilangin kesempatan emas" nina menggelengkan kepalanya.


"ga usah dipikirin nanti kalian pusing sendiri. Udah ya aku masuk kelas dulu ada jam praktek" nasya meninggalkan teman-temannya.


"gila ya tuh anak dikasih makan apaan sama suaminya otaknya bisa encer banget gitu. Sumpah ngiri gue" nina menatap kepergian nasya denga 3 orang temannya.


"iya gue juga heran dia 2 tahun lebih muda dari kita 1 angkatan waktu baru masuk sekarang jadi kakak kelas kita" jessica ikut bicara.


"nak semoga kamu bisa sepintar aunty nasya ya" lisa mengelus perutnya yang masih rata. Seketika nina dan jessica menoleh ke arah lisa.


Nina tersenyum dan ikut mengelus perut lisa, "tapi cantiknya seperti aunty nina ya hahaha..." lisa dan jessica ikut tertawa.


🌸🌸🌸


Makan malam ssudah disiapkan dimeja makan dengan menu kesukaan danu berupa blackpepper beef, sapo tahu ayam, sup jagung, tumis sawi putih, udang telur asin. Araf dan nasya senang melihat menu yang sudah tertata rapi diatas meja hanya tinggal menunggu tamu datang.


"Sayang siapain 4 piring ya soalnya om danu mau bawa calonnya juga katanya" araf berucap sambil menatap istrinya.


"owh iya mas" nasya mengangguk patuh menuruti ucapan araf.


tak sampai 10 menit danu datang dengan seorang wanita cantik yang memakai gaun malam yang masih terhitung sopan dengan riasan sedikit merona. Nasya terlihat tidak begitu suka namun karena wajahnya tertutup cadar dia tak menampakkannya. Berbeda dengan araf yang tampak senang dengan kedatangan 2 sejoli ini, "hai sya kita ketemu lagi" faiqa menjabat tangan nasya yang dibalas anggukan dan jabat tangan nasya.

__ADS_1


__ADS_2