Bidadari Syurgaku

Bidadari Syurgaku
bab 49


__ADS_3

**Terima kasih yang sudah membaca karya pertama author jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, vote atau komen ya terima kasih 🙏


ok kita lanjut 👇


💓💓💓💓💓**


Araf berlari ke arah ruangan twmpat nasya ditangani dokter setelah ibunya mengabari jika nasya terluka. Pikirannya kalut dan takut jika nasya kenapa-napa.


Belum lama araf pergi dokter keluar dan memanggil leni, "maaf apa anda keluarga pasien?" tanya dokter tersebut. Leni berbalik ke arah dokter, "bukan dok kami menemukan dia pingsan dijalan" jawab leni


"ahhh sayang sekali pasien harus segera ditindak lanjuti karena keterbatasan waktu...."


"memangnya ada apa dokter?" tanya leni yang kemudian penasaran.


"ibu erika mengalami pendarahan kami ingin meminta agar salah 1 keluarganya mendonorkan darah untuk pasien agar bayi dan ibunya bisa segera diselamatkan" jelas sang dokter


"apa? bayi?" tanya leni terkejut


"benar nyonya ini hasil pemeriksaanya, ibu erika tengah hamil 2 bulan"


Leni langsung shock melihat hasil lab hampir saja dia terjatuh karena terkejut.


"nyonya.... nyonya tidak apa-apa?" tanya suster yang menolong leni yang hampir terjatuh


"ya... sa... saya... gapapa... ahhh..." leni menangis pilu


"suster tolong segera cari tau alamat dan nomor telepion keluarga pasien. Kita harus segera mendapatkan donor darah B minus" perintah dokter tampan yang diperkirakan usianya masih pertengahan 30


"baik dokter..." suster tersebut langsung beranjak pergi.


Leni yang terduduk di bangku ruang tunggu seketika gemetar membayangkan jika araf benar selingkuh dan menghamili wanita lain. Leni merasa sangat bersalah pada 2 sahabatnya yang sudah menitipkan nasya padanya. Dia tidak terima dengan perlakuan araf. Dengan penuh amarah leni bangkit dan berjalan ke arah ruangan nasya. Dari luar terdengar suara hana yang berteriak pada araf. Leni menghembuskan nafas panjang dan melangkah masuk. Emosinya sudah tak terkendali lagi leni melempar kertas pada araf.


"apanya yang salah paham jelaskan ini sama mami!" bentak leni membuat araf terkejut

__ADS_1


Leni terlihat sangat kecewa dengan araf airmatanya sudah tak terbendung lagi. Araf memahami jika mami dan hana sangat marah padanya.


"jelaskan semuanya!" teriak leni pada araf saat araf memunguti kertas. Nasya yang penasaran ikut mengambil kertas hasil lab dan dibacanya. Nasya sungguh sangat shock melihatnya.


"Erika hamil mas?" tanya nasya pada araf dengan pandangan tak percaya


"na... na..." araf gugup


"lo kenal sama cewe itu sya?" tanya hana menghampiri nasya.


Nasya menggeleng, "aku ga kenal siapa wanita itu yang aku tau suamiku sering ketemu dia dibandung" suara nasya parau menahan tangis dan marah.


"jadi araf kenal dia udah lama?" tanya mami pada nasya, namun nasya tidak memjawab dia tiba-tiba jatuh terduduk dan menangis.


"sya...." hana memeluk nasya erat dia pun ikut menangis melihat tangis pilu nasya. Dia tau sahabatnya ini sudah tidak bisa membendung lagi rasa sakit dan kecewa. Nasya yang selama ini selalu kuat tiba-tiba jatuh terduduk menangis membuat hana tak kuasa melihat pilunya hati sahabat terbaiknya ini. Mami mendekat pada araf dan mendorong araf, "bilang sama mami ini semua bohong! bukan kamu kan ayah bayi wanita ini!!!" Leni berteriak sambil menangis


"mi... ini... ahhh...." araf ikut menangis melihat betapa pilunya hati dia melihat nasya begitu rapuh wanita kuat yang tak pernah marah padanya kini menangis pilu hingga terisak, "maaf mi araf mengecewakan mami tapi araf juga harus bertanggung jawab" ucap araf menunduk.


Hana bangkit dan memukul araf, "brengsek lo tau ga! kurang apa nasya sama lo hah! dasar biadab! lo ga punya hati!"


"kamu sendiri sedang sedih masih bisa kamu memikirkan orang lain. ya Allah betapa malunya aku yang Engkau titipkan putri berhati mulia ini" Leni menangis


"sya... lo ga mau marah sama araf?!" tanya hana heran


Nasya menatap pada hana "buat apa? setiap perbuatan harus dipertanggung jawabkan. Kita bahas ini nanti setelah mas araf selesai mengurusi erika. Mami bolehkan nasya pulang ke rumah mami? nasya mau tidur sama hana hiks... hiks... sakit mi..." nasya terisak sambil memeluk leni.


"iya sayang ayo pulang..."


"nasya..." araf mengejar nasya, "sya kasih aku waktu selesaikan semuanya setelah jelas semuanya nanti...."


"terserah mas... aku selalu ada dirumah ponselku juga aktif. Aku ga mau pulang ke apartemen dulu" ujar nasya tanpa menatap pada araf kemudian melangkah keluar diikuti hana dan leni.


Nasya memperbanyak istighfar disepanjang jalan walaupun matanya sudah tidak menangis namun hatinya masih menangis. "astaghfirullah betapa rapuhnya hatiku hanya masalah seperti itu bisa membuat aku memangis seperti ini" batin nasya

__ADS_1


"Ya Allah kuatkanlah nasya dalam menghadapi cobaan dari-MU" hana berucap dalam hati melihat keadaan yang dialami nasya.


"mahesa, maryam maafkan aku" batin leni sambil menangis


Sesampainya dirumah zaki dan bayu sedang duduk diruang tengah melihat keadaan mereka yang begitu kuyu zaki memapah mami dan mendudukkannya di sofa. Dia penasaran dengan keadaan mereka.


"imah tolong buatkan minum untuk mereka" perintah bayu pada imah


"ya tuan"


"ada apa ini sayang?" tanya bayu pada leni


"pi... araf... mengecewakan" tangis mami dipelukan bayu.


"hana..." zaki menatap hana


"mas malam ini aku tidur sama nasya ya kasihan dia sedang butuh teman" ucap hana memohon pada zaki yang diangguki zaki.


"sebenarnya ada apa ini?" tanya bayu penasaran begitu pun zaki.


"araf selingkuh pi... hiks..." jawab leni sambil terisak


Nasya menatap pada leni, "belum tentu mi... ini semua belum jelas" nasya membantah ucapan leni


"apanya yang belum jelas sya? dengan lo ditinggal araf bawa tuh perempuan kemobilnya tanpa omongan apa-apa ke lo sehabis lo bantu araf hajar itu preman-preman masih belum jelas?" hana bersemangat memarahi nasya yang dia tidak habis pikir sebenarnya apa yang dipikir temannya


"tadi itu..." nasya hendak berucap namun dipotong oleh leni


"araf menghamili perempuan lain dan perempuan itu..."


"mi... mas araf belum mengakui kalau dia yang menghamili erika mi"


"Nasya lo itu terlalu polos apa bloon sih! udah jelas-jelas dia bilang hrus tanggung jawab apa masih kurang!" Hana menatap kecewa pada nasya

__ADS_1


Bayu meminta hana untuk tenang kemudian bertanya apa yang sebenarnya terjadi. Hana menceritakan pertemuan mereka dengan araf yang dikeroyok orang. Bayu pun menginterogasi nasya sudah berapa lama dia tau mengenai erika. Nasya pun biacara jujur apa adanya.


Zaki dan bayu terkejut dengan berita ini, dia tak menyangka jika araf benar selingkuh.


__ADS_2