
Setelah nasya mulai sibuk dengan kuliahnya araf pun juga mulai sibuk dengan kuliah dan pekerjaannya dikantor. Bahkan cafe yang didirikan araf terpaksa diserahkan pada david untuk membantu mengurus karena araf tak lagi bisa memanage waktu. Setiap hari dia harus berangkat pagi pulang menjelang tengah malam bahkan tak jarang pula dia tidak pulang karena pekerjaannya menuntutnya untuk ke luar kota. Disaat seperti ini annasya lagi-lagi merasa sangat kesepian saat malam menjelang dia pulang dari kampus dia akan sendirian di apartemen. Ditambah kini nita dan vita juga sibuk dengan kuliahnya. Hana? jangan ditanya ibu muda ini kini sedang berbahagia karena kehamilan pertamanya.
Pukul 8 malam nasya baru sampai diapartemennya dia melihat apartemennya sangat sepi. Dia duduk diruang makan awalnya perutnya sangat lapar tapi setelah merasa kesepian dia tak lagi merasa lapar. Dia menatap pada tempat biasa araf duduk dia lemas seketika betapa dia merindukan awal-awal pernikahan mereka yang tak pernah terpisah selalu bersama bahkan sekolah pun ditempat yang sama.
Dia merebahkan kepalanya jari-jarinya melingkar membentuk sebuah huruf bertuliskan araf. Dia tidak tau sudah berapa lama tidak bertemu araf bahkan untuk bicara saja mereka seperti tak ada waktu. Araf bahkan tak ada waktu untuk sekedar berbincang dengannya di week end. Nasya menghela nafas kemudian bangkit dan meninggalkan meja makan ke kamarnya.
Setelah membersihkan diri nasya membaca buku pelajarannya. Sehatian ini dia belum menghubungi araf. Entah kenapa dia merasa aneh dengan hubungannya mereka saling berjauhan tapi jarang sekali berkirim pesan. Karena sangat lelah nasya akhirnya beranjak tidur. Dia menggulung dirinya dibawah selimut.
Belum 2 jam dia tertidur araf pulang dengan wajah kusut karena lelah dia langsung beranjak kekamarnya. Dilihatnya nasya sudah tertidur. Dikecupnya sebentar istrinya kemudian dia beranjak kekamar mandi. Setelah membersihkan diri araf merebahkan tubuhnya disisi nasya. Seperti biasa pukul 3 pagi nasya bangun untuk shalat tahajud. Dilihatnya suaminya tertidur disisinya dilihatnya wajah lelah araf yang sedang tertidur lelap. Nasya menatap wajah kurus namun tampan itu. Kulit wajahnya tak lagi secerah dulu, kini dia terlihat kurus dan kulitnya sedikit menggelap.
Dirabanya wajah araf tanpa ada yang tertinggal, "mas maaf ya diusia kamu yang seharusnya bersenang-senang kamu malah harus bekerja keras" Nasya bangkit dan mengecup singkat kening araf.
Pagi ini seperti biasa nasya sudah siap dimeja makan menunggu araf yang sedang merapikan dirinya dikamar. Tak lama kemudian araf turun kebawah dia duduk ditempatnya biasa. Nasya tersenyum pada araf, "mas..." nasya menyerahkan sepiring nasi goreng dengan telur dadar kesukaan araf.
Araf menerimanya dengan senyum mengembang, "sayang minggu depan aku harus ke bangkok kamu mau ijut?" tanya araf sambil menyuap makanannya. Nasya mengangguk, "berapa hari mas?"
"3hari sayang"
"cepat banget mas"
"kalau kamu mau kita bisa tambah 2 hari untuk jalan-jalan. Aku ga bisa lebih lama lagi kerjaan banyak banget sayang"
"iya aku paham mas, hmmmm mas..."
"ya"
"hana hamil"
__ADS_1
"Alhamdulillah akhirnya bang zaki bisa jadi ayah" ucap araf senang
Nasya tertunduk lesu mendengarnya, seperti mengerti istrinya sedang sedih araf berkata, "jangan sedih sayang kita juga pasti bisa. Tunggu sampai kamu lulus kita akan ikut promil ya"
"kenapa harus menunggu selama itu mas? kenapa ga sekarang mas?" tanya nasya heran
"kamu masih kuliah sya, lagipula kita juga ga menundanya juga kan. Sabar sayang, kalau sampai kamu lulus belum hamil juga kita akan program ya"
Nasya hanya mengangguk mendengarkan araf dia tampak tak bersemangat. Araf mencium kening nasya, "udah jangan sedih aku janji setelah dari bangkok aku akan lebih meluangkan waktu untuk kita ya"
"aku cuma merasa kesepian banget mas, setiap kali pulang ga ada orang rasanya hampa" ucap nasya sambil menghela nafas dan menatap kosong pada araf kemudian menunduk. Araf memeluk nasya, "sayang apa kita pindah ke rumah utama? disana kan ada hana dan yang lainnya kamu pasti ga akan kesepian"
"Nasya menggelengkan kepalanya, "ga usah mas kejauhan juga dari kampus aku mas. Aku gapapa kok"
"kalau kamu mau jalan sama hana atau teman-teman kamu aku gapapa kok, Selain hanya ikut pengajian sepulang kuliah"
"iya sayang boleh"
****
Sepulang kuliah nasya kerumah mertuanya dia ingin bercengkerama dengan mertuanya dan hana. Betapa dia sangat merindukan ini. Saat nasya hendak masuk dilihatnya hana yang sedang beristegang dengan seorang wanita yang cantik tinggi semampai. Nasya pun mendekat ternyata wanita itu adalah nabila mantan pacar zaki abang iparnya.
Nasya mendekati hana, "kenapa hana?"
"sya perempuan ini udah ga waras!" hana menangis pada nasya
"aku mohon hana aku ga bisa hidup tanpa zaki hikz" rengek wanita itu kemudian bersimpuh didepan hana dan nasya.
__ADS_1
"kamu gila ya memangnya apa yang udah bang zaki lakukan sampai kamu begitunya?" hana tampak sangat emosi.
Nasya menenangkan hana, ibu hamil ini terlihat sangat terpukul, "tenang hana jangan marah ga baik untuk janin kamu"
"kamu lihat sya dia minta aku menyetujui rencana pernikahan dia sama bang zaki, aku ga mau dimadu sya"
"mba nabila apa kamu madih waras? perempuan itu harus punya harga diri! Ga malu kamu setelah mengkhianati abang kini kamu malah memohon untuk kembali ditambah abang kini udah punya istri" ucap nasya
"tapi zaki ga bahagia sya. Aku yakin dan aku tau zaki masih sangat mencintai aku" nabila menangis sambil berucap.
"sya..."
"udah ga usah diladenin ayo masuk. Kamu ga boleh kesal apalagi marah kamu lagi hamil muda" nasya mengajak hana masuk disaat bersamaan zaki pulang dilihatnya nabila bersimpuh pada 2 wanita didepannya yang tak lain adalah istri dan adik iparnya.
"ada apa ini?" tanya zaki heran apalagi dilihatnya hana sesenggukan didekatinya hana, "kamu kenapa sayang?" tanya zaki yang khawatir sambil memeluk hana.
"bang mantan kamu minta aku restuin kalian. Kamu ada rencana untuk poligami?" tanya hana pada suaminya
"hah!!" zaki terkejut dengan ucapan hana, "ya ga lah buat aku kamu udah cukup buat aku"
"tapi zaki kamu pernah berjanji untuk menikah sama aku" ucap nabila yang sudah berdiri
Zaki meminta nasya membawa hana masuk, "sya kamu bawa hana masuk ya kasihan dia pasti lelah menghadapi perempuan ini"
"mas... kamu ga akan balik sama dia kan? aku ga mau dimadu!" ucap hana sambil menangis
"ga sayang" ujar araf yang kemudian hana dan nasya masuk kedalam
__ADS_1
"aku akan kasih kamu cek pergi dari hidup aku dan keluargaku jangan ganggu kami lagi. Kalau kamu masih nekat menganggu kami kamu tanggung sendiri akibatnya. Kamu tau aku bagaimana kalau marah"