Bidadari Syurgaku

Bidadari Syurgaku
bab 62


__ADS_3

Annasya dan danu berjalan berdampingan disebuah mall, danu terlihat bahagia beberapa kali dia tertawa. Hal yang jarang dia alami jika tak bersama nasya. Nasya menggandeng danu seperti anak kecil yang takut kehilangan orang tua.


"kita makan disana aja ya" danu mengarahkan tangannya ke sebuah resto masakan jawa nasya mengangguk setuju.


Danu menggandeng nasya masuk kesebuah resto dia mengambil tempat dekat dekat jendela agar bisa lelusa melihat sekitar mall.


"kamu mau pesan apa sya?" tanya danu sambil melihat buku menu


"terserah om aja aku manut" jawab nasya


Nasya mendongak dan melihat-lihat sekitar seketika dia terpaku dengan sosok pria yang berjalan didampingi 2 orang laki-laki dan perempuan yang membawa tas belanja, "mas araf? bukannya dia lagi dinas keluar kota ya?" nasya bermonolog.


"kenapa sya?" tanya danu saat melihat nasya yang pandangannya terpaku pada sebuah toko perlengkapan pesta.


"tadi nasya berasa kaya liat mas araf on keluar dari sana" jawab nasya jujur


"loh emangnya araf ga dijakarta?" tanya danu dengan mimik muka heran


Nasya menggeleng, "ga om dia blg ga bs pulang 2 hari karena ada urusan mendesak"


"owh... kamu sering ya ditinggal begini?"


"lumayan om semenjak dia mulai kuliah sambil kerja jafi sering keluar kota om"


"ternyata kang mahesa ga salah pilih menantu. awalnya om ragu dengan araf apa dia bisa bertanggung jawab tapi ternyata (tersenyum) dia bisa diandalkan"


"om tau kan ayah sama ibu ga pernah salah pilih"


Danu mengangguk sambil dengan tangan kanan menepuk pelan tangan nasya.


"sya ulang tahun kamu om mau ajak kamu kesingapur. Kita adain ultah disana mau? dulu kamu kan yang merengek minta om bawa kamu ke universal singapur" ujar om danu


"mau banget om tapi kan om tau aku udah nikah sama mas araf. Diizinin ga ya om" suara nasya terdengar pelan karena menunduk.


"coba untuk bilang araf walaupun waktunya mepet tapi om akan buat ulang tahun kamu berkesan. om janji kalau bisa araf juga ikut" ujar danu pada nasya yang masih memandangi danu. Annasya memgangguk menyetujui.


***


Pukul 8 malam annasya sudah tiba diapartemennya dia melihat ponselnya yang tak kunjung mendapat balasan dari araf, "apa mas araf beneran ya tadi?" tanya nasya pada diri sendiri.


Nasya membuka aplikasi pesan dia melihat araf sudah membaca pesannya tapi tidak membalas, "mungkin sibuk banget kali ya" guman nasya pada diri sendiri.

__ADS_1


Nasya meletakkan ponselnya diatas nakas dia pun menggntungkan tasnya di sebuah lemari. Kemudian dia beranjak ke kamar mandi. setelah selesai dia keluar melihat ponselnya berdering.


drrttttt.... drrrttt....


Nasya melihat layar ada nama imamku tertera disana, nasya menyunggingkan senyum. Dia menggeser gambar warna hijau, "assalamu'alaikum mas"


"wa'alaikumsalam sayang gimana jalan-jalannya sama om danu?" tanya araf langsung tanpa basa basi.


"alhamdulillah aku seneng mas"


"hmmm mas...." lanjut nasya


"ya sayang"


"om danu mau ajak aku ke singapur saat ulang tahun aku kamu kasih izin ga?"


"ga..." jawab araf tegas


Seketika nasya cemberut, "yahhh mas"


"kamu baru semester awal, kuliah kamu mau ditinggal?"


"sebentar aja kok mas ga sampe 3 hari kok"


"iya deh mas maaf"


"kalau kamu mau kesingapur nanti aja kalau libur semester aku ajak"


"iya mas"


Seketika nasya teringat saat jalan ke mall tadi dia melihat araf kelur dari toko perlengkapan pesta dia pun hendak bertanya, "mas... tadi aku sama om danu ke mall dipusat kota loh"


"hah kapan?" araf terdengar panik diseberang sana membuat nasya merasa heran.


"tadi selepas maghrib kalau ga salah, aku juga liat mas jalan sama 2 orang. mas lagi ga diluar kota ya?" tanya nasya.


"sya aku masih banyak yang harus dikerjakan besok aku telepon lagi ya" araf buru-buru mematikan teleponnya tanpa mendengar persetujuan nasya.


"mas araf kenapa?" nasya bicara sendiri, "apa jangan-jangan dia bohongin aku ya. Dia lagi ga diluar kota. Tapi dia dimana? dirumah mami juga ga ada" Nasya duduk ditepi ranjang masih menggenggam ponsel ditangannya, "apalagi yang kamu sembunyiin sekarang mas" gumam nasya.


****

__ADS_1


Pagi-pagi danu sudah berada didepan pintu dia hendak mengantar nasya ke kampus. Dia memencet bel keluarlah nasya dari dalam apartemennya, "udah siap berangkat?" tanya danu setelah nasya keluar. Nasya mengangguk mereka pun betangkat kekampus nasya.


"sya kamu udah sarapan?" tanya danu masih fokus melihat kedepan sambil menyetir mobil.


"belum om, kita sarapan bareng yuk om. Aku buatin nasi goreng seafood kesukaan om" ujar nasya sumringah.


"tapi kamu kan ga bisa makan seafood sya"


"om masih inget aja ya"


"ya iyalah punya ponakan cuma 1 kok"


"aku bikin roti lapis buat aku sendiri om"


Danu memarkirkan mobilnya dipinggir jalan yang lengang. Dia pun membuka kotak bekal yang disiapkan nasya beserta twh panas didalam termos stainless kecil.


"wahhh akhirnya bisa makan masakan rumah terima kasih putri kecilku sayang" ujar danu sambil menepuk kepala nasya.


"kalau om mau makan masakan rumah makanya om nikah" ujar nasya menasehati om-nya.


"coba liat siapa yang coba nasehatin om. Bisa-bisanya anak kecil nasehatin orang deasa ckckckck" danu menatap pura-pura kesal pada nasya.


"Aku bukan anak kecil om aku dah dewasa sekarang aja aku dah nikah dan kuliah kok" jawab nasya sambil melahap roti lapisnya.


"tetep aja kamu masih dibawah umur"


"hmmm... kalau om ga kabur-kaburan apa mungkin ya om ayah bakalan nikahin aku sama om"


Danu tersedak mendengar ucapan nasya, nasya pun memberikan teh pada danu, "sekarang liat yang anak kecil siapa? makan aja bisa kesedak ishhh" cibir nasya


"kamu lagian ngomong kok aneh-aneh aja. Om ini pak lek kamu bisa-bisanya mikir begitu. Dasar anak kecil"


"lagian ayah kamu itu pasti akan titipin kamu ke om sebagai anak bukan istri. Kalau kamu dititipin ke om juga pasti ayah kamu was-was ga tenang karena om ga selalu bisa ada disisi kamu. Kerjaan om kan keluar kota bahkan keluar negeri terus"


"nasya mau kok ikut kemana aja om pergi asal itu sama om"


Danu memukul kepala nasya dengan sendok plastik bekas makannya, "ihhh om sakit tau..." keluh nasya


"biar kamu sadar ga mimpi terus"


"aku ga mimpi kok"

__ADS_1


"sya..."


"iya... iya maaf om, dasar orang tua ngeselin" gumam nasya pelan. Araf yang mendengar hanya melotot nasya memandang ke sembarang arah mengulum senyum.


__ADS_2