Bidadari Syurgaku

Bidadari Syurgaku
bab 35


__ADS_3

Araf masih setia menunggu nasya, dia terus menciumi tangan nasya mengelus wajah pucat yang sudah 3 hari belum juga sadar. Rasanya sangat sakit sekali hati araf melihat nasya seperti ini. Ada rasa bersalah yang sangat besar pada nasya.


"raf..." panggil bayu yang masuk kedalam ruangan rawat nasya. Araf menoleh kebelakang. Dilihatnya papinya dengan setelan jas rapi melaju ke arahnya. Araf berdiri dan menyahut, "iya pi"


"hari ini sidang perdana kasus kamu. Kamu harus hadir" ucap bayu sambil memegang pundak araf.


"lalu nasya gimana pi?" tanya araf sambil menatap pada nasya yang masih setia menutup matanya.


"Ada aku kak, aku akan menunggu sampai kakak datang" hana yang datang sendiri mendekat menghampiri 2 orang lelaki yang berbeda generasi itu. Bayu tersenyum, "sebentar lagi mami juga dateng kok"


Araf mengangguk pelan dia menatap nasya kemudian mencium wajah pucatnya, "sayang aku tinggal sebentar ya"


Setelahnya araf beranjak pergi betsama bayu setelah menitipkan nasya pada hana. Hana duduk disisi nasya setelah kepergian 2 orang itu.


Tidak sampai lama hana duduk dia melihat ke arah nasya dilihatnya nasya mulai membuka matanya. Hana terkejut dia langsung menekan bel darurat. Tak lama kemudian dokter datang bersama suster. Dibelakangnya ada leni yang terkejut melihat kedatangan dokter dan suster.


Dia mendekat pada hana, "ada apa hana?" tanya leni dengan wajah yang sangat cemas.


Hana memeluk leni dari samping, "nasya sudah sadar mi" jawab hana tersenyum lebar. Mami menganga merasa senang. Dia menutup mulutnya kemudian menatap pada hana dengan mata berbinar, "benarkah?" Hana mengangguk senang.


Dokter mendekat pada hana dan leni, "nyonya..." dokter dan suster membungkukkan tubuhnya menyapa leni. Leni menatap pada dokter, "bagaimana keadaan nasya danu?" tanya leni yang sudah tidak sabar.


"Alhamdulillah semua baik-baik saja. tapi masih harus dirawat dirumah sakit sampai kondisinya stabil"


"iya danu terima kasih banyak" jawab leni terharu dia pun mendekat pada nasya. Setelah dokter pergi leni mendekat pada nasya, "hai sayang...." peluk leni pada nasya.


Nasya menatap pada leni dan tersenyum tipis. Hana pun ikut mendekat dan memeluk nasya. Setelah melepas pelukan nasya dia menatap lekat pada menantunya. Nasya tersenyum, "mah..." panggil nasya pelan karena dia masih lemah.


"iya sayang" sahut leni


"bayi aku baik-baik aja kan?" tanya nasya pada leni. Tiba-tiba tatapan mata leni sendu dan redup. Dia sangat sedih namun tak sanggup menjawab pertanyaan nasya. Hana memdekat, "yang sabar ya sya... kamu harus kuat" ucap hana menitikkan airmata


Leni terlihat sudah menangis sedih, nasya mengerti dengan ucapan dan rasa sedih yang dirasakan leni. Dia hanya diam tak bertanya lagi namun dia menitikkan air mata menangis terisak tanpa suara.


"ya Allah anakku..." gumam nasya dengan menangis terisak.

__ADS_1


Hana mengelus lengan nasya, "istighfar ya sya, lu harus sabar... ikhlas ya" nasya memalingkan wajahnya masih menangis.


***


Sidang telah selesai setelah 2 jam berjalan. Akhirnya araf merasa lega, saat araf dan ayahnya hendak masuk mobil ada orang yang memanggil bayu.


"Tuan bayu...." terlihat seorang pengacara berlari memanggil bayu.


"iya jeff?"


"maafkan anak saya tuan" ucap jeff sambil membungkuk


"sudahlah toh sidang sudah dimulai" bayu bersikap dingin pada jeffry.


Dimobil araf menatap pada ayahnya yang duduk disisinya, "pi...."


"Sudahlah araf ga usah dibahas. Sekarang kita harus ke rumah sakit. Papi berharap hari ini nasya sudah sadar" Araf mengangguk. Mereka diam selama perjalanan ke rumah sakit.


Araf turun dari mobil begitu pun bayu. Araf mempercepat langkahnya karena sudah ga sabar lagi. Saat sampai dikamar nasya, araf mengucap salam yang dijawab serempak oleh mami, hana dan nasya. Saat araf masuk betapa terkejutnya araf saat melihat nasya sedang duduk sambil disuapi bubur oleh hana.


"masyaa Allah nasya kamu udah sadar?" Araf mendekat dan memeluk nasy erat, "Alhamdulillah ya Allah"


"ga peduli" jawab araf yang langsung menghujani nasya dengan ciuman.


"ihhh kak araf ga malu" nyinyir hana


"bodo" jawab araf singkat


"raaafff ...." panggil leni sambil menjewer twlinga araf.


"ahhh iya mi maaf maaf"


"nasya baru sadar jangan kaya gini" seru mami


"iya mi... iya"

__ADS_1


Hana mendekat pada araf, "kak suapin nih istrimu aku mau pulanh dah malam"


"ga nunggu zaki aja sayang biar diantar?" tanya mami


"ga usah mi mungkin bang zaki sibuk banget jadi ga bisa kesini katanya dia lembur" ucap hana menjelaskan


"owh ya udah kamu hati-hati ya" ucap mami


Setelah berpamitan hana segera beranjak pergi. Leni memdekat pada nasya, "bagaimana perasaan kamu swkarang sayang?" tanya sambil mengelus kepala nasya.


"aku udah lebih baik mi" sahut nasya


"mi..." panggil araf pada maminya


"iya kenapa?" mami menatap pada araf


"mami sama papi pulang aja nasya biar araf yang jagain" ucap araf pada maminya.


Leni menatap tajam pada araf, "kok kamu bilang begitu sama mami? kamu ngusir mami?" leni merasa tersinggung


"bukan ngusir mi..." araf jadi salah tingkah


"lalu?" mami memojokkan araf


Araf menghela nafas panjang, bayu seperti mengerti keinginan araf dia pun berkata, "mi... kita pulang yuk dah lama kita ga dinner, nasya kan sudah sadar sekarang giliran mami luangin waktu buat papi. Kita pacaran yuk" bayu memeluk istrinya dari samping. Leni menghela nafas berat walaupun dia tidak rela meninggalkan nasya tapi pada akhirnya dia setuju dengan untuk pergi.


Setelah orang tuanya pergi araf duduk disisi nasya memeluk nasya, begitu pun nasya memeluk erat araf, "mas anak kita udah ga ada..." tangis nasya pilu didada araf


"sshhhh... sudah .... sudah jangan menangis, mungkin belum rezeki kita. Kita harus ikhlas ya" ujar araf menenangkan. Araf menangkup wajah nasya, "kita masih muda masih banyak waktu untuk mencoba lagi. Sekarang yang penting kamu baik-baik aja sayang"


Nasya masih menangis dipelukan araf, "seandainya aku nurutin kamu mas untuk ga kelur dari mobil" tangis nasya makin histeris. Araf mengecup lama puncak kepala nasya yang tertutup kerudung


"sudah sayang jangan diingat lagi ya. Kita harus belajar ikhlas ya. kita doakan anak kita yang sudah berpulang ya" nasya mengangguk.


Sebenarnya araf pun merasa sangat sedih karena kehilangan anak pertamanya. Apalagi jika mengingat perjuangan nasya yang sakit-sakitan dan mengalami hypermesis bukan hanya morning sickness. Namun dia pun tidak bisa berbuat apa-apa karena semua sudah terjadi. Nasya uang kelelahan saat menangis dia tertidur dipelukan araf

__ADS_1


❤❤❤❤


jangan lupa tinggalkan jejak ya terima kasih 🙏


__ADS_2