
Hana ttidur di kamar seberang kamar utama. Nasya menemani hana curhat hingga tertidur bersama hana. Entah kenapa ada kehangatan dihati nasya yang sangat dirindukannya. Selama ini nasya selalu kesepian semenjak araf sibuk dengan kuliah, kantor dan cafe.
Saat araf pulang dia tidak mendapati nasya diruang tamu tertidur seperti biasanya. "ahhh mungkin dia dikamar" batin araf setelah meletakkan sepatu dan tas dia mencuci kaki dan tangannya di toilet dekat dapur setelahnya dia naik ke lantai atas tempat kamarnya berada. Saat dia membuka kamar sambil mengucap salam dia tidak mendapati nasya didalam kamar. Dia mencari dipenjuru kamar namun tak mendapati nasya hingga toilet pun dia tak menemukan. Dengan paniknya takut nasya kabur dia lekas mencari hp-nya dan menghubungi nasya.
Drrrttt.... ddrrrrttt...
Suara hp nasya diatas nakas samping tempat tidurnya, "kamu kemana sya? mana ga bawa hp. Ya Allah ada apa dengan nasya kenapa dia pergi tanpa izin. Ga kaya biasanya" araf bermonolog.
Saat araf keluar kamar dia menutup pintu kamar dengan keras. Membuat nasya dikamar seberangnya terbangun, nasya buru-buru bangun dan membuka pintu. Dia melihat araf terburu-buru menuruni tangga. Nasya pun memanggil, "mau kemana kamu mas malam begini?" tanya nasya heran
Araf langsung berbalik saat dia melihat nasya dia lngsung berlari memeluk nasya. Araf memeluk nasya sangat erat, "mas belum jawab pertanyaan aku" nasya melepas pelukan araf.
Araf menarik nasya ke kamar dia mendudukkan nasya ditepi tempat tidur, "mas tuh mau nyari kamu, lagian kamu main ilang aja bikin mas jadi khawatir tau ga"
"aku tidur dikamar depan ada hana disini" jelas nasya sambil menatap araf.
"hana?" tanya araf yang diangguki nasya
"tumben dia nginep?" tanya araf lagi. Nasya bangkit dari duduknya dia menatap araf, "kamu pasti haus kan aku ambil minum dulu buat kamu"
Araf menarik tangan nasya, "ga usah sayang aku udah ambil sendiri tadi"
"maaf ya mas" nasya menunduk
"gapapa" araf menatap istrinya yang malam ini terlihat sangat cantik. Araf tersenyum, "sayang..." panggil araf sambil membelai wajah nasya
"apa?" tanya nasya
"malam ini udah boleh kan?"
"maksudnya?"
Araf tersenyum nakal pada nasya yang melihat araf aneh. Araf pun memeluk nasya dari belakang, "malam ini boleh yah minta jatah?" tanya araf
"ada hana mas malu lah" jawab nasya
__ADS_1
"hana dah tidur"
Dengan tidak sabar araf menggarao nasya malam itu. Dia menumpahkan segala rasa rindu pada nasya yang beberapa hari ini tak dia perhatikan. Setelah selesai araf merebahkan tubuhnya masih tanpa pakaian dia memeluk nasya.
Kemudian dia teringat pada hana, "sayang hana kok tumben dia nginep disini? ada apa?" tanya araf pada nasya.
Nasya yang tertidur meletakkan kepalanya didada bidang araf, "dia nangis mas tadi"
"kenapa?" tanya araf sambil menggerakkan kepalanya mencium rambut nasya yang wangi strawberry.
"dia melihat bang zaki pelukan sama nabila dikantor"
"serius?" araf langsung bangkit menghadap nasya. Nasya mengangguk
"dia bilang dia jadi ragu untuk nikahin abang"
"ga bisa dibiarin aku harus ngomong sama abang, mami pun harus tau soal ini"
Nasya menaikkan selimuy ke dadanya sambil duduk bersandar pada kepala tempat tidur, "aku pikir mereka cuma salah paham. Ada baiknya mas bicara baik-baik sama abang. Tanya abang kalau belum bisa untuk ngelupain nabila jangan sakiti hana. Hana orang yang sangat baik"
Araf ikut bersandar pada kepala tempat tidur, "aku akan bicarain sama abang besok"
Nasya menarik bedcover menutupi tubuhnya dia ingin turun dari tempat tidur. Araf pun menarik balik, "mau kemana sih?"
"mandi mas aku mau shalat" jawab nasya sambil mencoba berdiri
Araf pun iseng dengan menarik selimut ke arahnya dia melihat nasya telanjang. Nasya terpekik, "ahhh... mas iseng banget sih" nasya langsung berlari ke kamar mandi diiringi tawa araf, "kamu tuh sexy banget tau ga hahaha...." Nasya hanya menyebikan bibirnya mendengr penuturan araf.
***
Pagi-pagi sekali nasya sudah berkutat didapur untuk membuat sarapan. Bi tini hanya 1 minggu membantu nasya di apartemen. Hana turun dengan wajah kucel, "pagi syaaa masak apa?" tanya hana manja sambil meletakkan dagunya diatas meja.
Nasya menoleh sambil tersenyum, "assalamu'alilaikum hana aku masak nasi goreng sama telur dadar. gimana perasaan kamu udah mendingan belum?"
Hana mengangguk, "sya...." panggil hama sambil menegakkan kepalanya
__ADS_1
"ya" jawab nasya singkat sambil mengaduk nasi gorengnya
"aku jadi ragu untuk nikah. aku... takuy sya...." tutur hana sambil memainkan toples berisi kerupuk didepannya.
Hana merapikan masakannya dia letakkan diatas meja, "hana.... orang kalau mau menuju halal itu ga ada yang mudah. Mungkin kamu harus bicara sama bang zaki. Kamu tanyakan kebenaran tentang perasaan bang zaki sama mantannya. Jangan pernah ambil keputusan sendiri karena biar bagaimana pun ada keluarga kalian yang akan merasa sakit nantinya.
Hana menatap pada nasya, "makasih ya sya... hmmmhh gue akan coba bicara sama bang zaki. Kalau dia belum bisa melupakan nabila aku memilih mundur sya"
"keputusan ada ditangan kamu hana...."
Hana tersenyum masam
Araf turun dengan hanya menggunakan boxer dan kaos oblong yang kebesaran. Dia terlihat baru bangun dari tidurnya, "syaaa...." Araf memeluk nasya manja sambil menciumi pipi nasya. Nasya merasa kegelian sedang hna yang melihat merasa jengah. Dilemparnya araf dengan sisa kerupuk yang dimakannya, "woiiii mesra-mesraan didepan gue lo ga liat apa ada orang disini!" sentak hana
Wajah nasya merah merona karena malu sedang araf mencebikkan mulutnya, "ck.... iri aja lu ah"
****
Hana melangkahkan kakinya ke cafe yang berada didekat kantor zaki, dia sudah janjian dengan zaki untuk makan siang bersama. Dilihatnya zaki sudah berada dicafe dia mendekati zaki.
"assalamu'alaikum mas" ucap hana menyapa zaki yang asyik dengan hp-nya.
"wa'alaikumnsalam sayang ayo duduk" Zaki menarik kursi untuk duduk hana.
"pesen apa sayang?"
"apa aja" jawab hana singkat
Setelah memesan makanan, zaki menatap hana, "ada apa sayang?" tanha zaki yang melihat kegelisahan hana
"aku... aku... mau tanya tentang perasaan kamu sama nabila" ucap hana sambil menunduk
Sebenarnya zaki terkejut dengan pertanyaan hana namun dia lekas menepisnya dia oun tersenyum kemudian memegang tangan nasya, "soal dia peluk aku waktu itu?" tanya zaki pelan yang diangguki hana.
"Hana aku sama nabila udah ga ada apa-apa waktu itu dia peluk aku, aku pun ga tau kamu lihat sendiri kan aku ga balas pelukan dia. Sayang dia adalah masa lalu aku dan kamu adalah masa depan aku. Aku mohon jangan ragukan aku. Aku janji aku akan jaga jarak dengan semua wanita terkecuali kamu dan mami"
__ADS_1
"maafin aku yang udah meragukan kamu mas" sesal hana
"aku paham sayang"