Bidadari Syurgaku

Bidadari Syurgaku
bab 79


__ADS_3

Annasya membalas pelukan faiqa, "ga ada alasan buat aku ga suka sama dia. Semoga om danu bisa bahagia sama dia" batin nasya disaat dia memeluk faiqa. Wanita cantik yang membuat danu memantapkan hatinya untuk menikah. Faiqa melepas pelukannya dan memandang nasya, "banyak hal yang membuat aku penasaran sebenarnya sama kamu karena danu ga pernah melupakan sedikit pun momen tentang kamu. Semua hal tentang kamu danu selalu menomor satukan"


"jangan iri tante itu karena aku cuma punya om danu sebelumnya sebelum aku menikah" ucap nasya tak enak hati dengan ucapan faiqa. Faiqa tersenyum dan menggeleng, "aku ga cemburu sya dengan danu mencintai keponakannya seperti anak sendiri aku jadi memahami kalau danu adalah orang yang penyayang dan bertanggung jawab. Aku yakin aku ga salah pilih"


Nasya tersenyum dibalik cadarnya, wanita dewasa didepannya apa benar-benar sangat mencintai om-nya pikir nasya namun dia tak mau ambil pusing. Yang terpenting om-nya bahagia.


Annasya pulang selepas maghrib dia langsung menuju rumah utama. Nasya selalu semangat jika pergi kerumah utama karena dia sangat menyukai gibran keponakannya. Bertemu gibran selalu membuat nasya semangat.


Sesampainya dirumah utama ternyata araf sudah ada disana. Dia lekas bersalaman dengan mertua juga suaminya kemudian beranjak ke toilet tamu membersihkan diri karena dia sangat ingin menggendong gibran. Setelah selesai nasya langsung ikut keruang tamu dia mengambil alih gibran dari gendongan hana, "hai... ponakan tante yang ganteng" nasya menciumi gemas pipi gembul gibran dan bayi tersebut tertawa membuat nasya makin gemas.


"sya..." papi memanggil nasya dengan lembut.


"ya pi..." jawab nasya menoleh pada bayu.


"hari ini danu kesini karena dia ingin meminta kita semua untuk melamar seorang gadis danu akan segera menikah apa kamu udah tau?" tanya bayu pelan.


"iya pi gadis itu dosen dikampus nasya tapi dia dosen fakultas ekonomi bukan fakultas nasya" jelas nasya


"syukurlah nasya kalau kamu udah kenal, mami mau tanya bagaimana perempuan itu?" kali ini mami yang bertanya dengan tatapan serius.


"Dia gadis yang baik kok pi, mi ga usah khawatir. om danu juga kenal dia udah 10 tahun. Walaupun perbedaan usia mereka 14 tahun tapi faiqa dewasa dan terlihat bisa menyeimbangkan om danu" jelas nasya


"baguslah kalau begitu. Kalian udah ketemu juga mami percaya dengan kalian" ucap mami


Zaki dan hana memperhatikan nasya yang asyik bermain dengan gibran terlihat gibran pun senang dengan nasya dia selalu tertawa. Zaki yang melihat berucap, "wahhh kayanya ada yang udah ga sabar pengen punya anak ya sayang" zaki bicara pada hana sambil memperhatikan nasya.


"sabar nanti juga ada waktunya mereka dapet lagi" mami berusaha bijak. Araf dan nasya hanya tersenyum masam.

__ADS_1


Selepas isya danu datang sendiri, tak kan ada yang menyangka jika danu sudah berusia mendekati kepala 4. Wajahnya yang tampan dengan kulit excotic dan sedikit bulu halus dirahangnya yang tegas.


Danu duduk dibangku single sisi sebelah kanan nasya, "aku minta tolong sama kalian untuk melamarkan seorang gadis. Dia anak dari atasanku" danu to the point dengan maksud kedatangannya.


"Alhamdulillah kamu akhirnya membuka hati" leni berucap syukur diikuti yang lain.


"terus rencananya gimana?" bayu menatap pada danu dengan serius.


"aku ga ngerti caranya ngelamar jadi aku cuma menyerahkan ini..." danu menyerahkan cek kosong pada keluarga araf, "aku minta tolong untuk seserahan dan lain-lain kalian yang urus"


Papi menyerahkan cek kosong itu pada danu, "ga usah danu. Soal seserahan dan biaya pernikahan mahesa udah mempersiapkan sejumlah uang untuk pernikahan kamu. Juga rumah yang sudah dibeli didaerah pinggiran jakarta"


"bang mahesa?" tanya danu tak percaya karena seingat dia, mahesa dan dirinya tak pernah benar-benar bicara walaupun tidak juga dibilang tak akur. Tapi dia tak menyangka kalau mahesa begitu memperhatikan dirinya.


"danu sebenarnya mahesa ingin menyerahkan sendiri semua ini sebelum dia meninggal tapi kamu ga ada saat dia meninggal jadi dia berpesan pada kami untuk menyerahkan semua ini saat kamu menikah. Setelah selesai pernikahan kami akan serahkan semua hak kamu" Leni tersenyum pada danu yang masih shock.


🌸🌸🌸


Acara yang dinantikan pun tiba sabtu siang selepas dzuhur rombongan keluarga araf berangkat ke rumah faiqa mendampingi danu untuk melamar gafis itu. Danu terlihat gugup. Acara pun berjalan dengan hikmat dan lancar sudah disepakati pernikahan mereka diadakan 2 bulan dari sekarang.


Danu merasa senang begitu pun faiqa gadis itu terus tersenyum. Annasya pun yang melihat danu ikut bahagia, "ayah akhirnya om danu menemukan kebahagiaanya" gumam nasya tak terasa airmata menetes dibalik cadarnya.


🏡🏡🏡


Setelah acara selesai mereka semua kembali kerumah utama, Leni dan bayu memaksa danu untuk tinggal dirumah mereka atau dirumah nasya sampai acara pernikahan danu. Leni tak mau ambil resiko karena dia tak pernah benar-benar tau dimana danu tinggal kecuali asrama. Danu pun mengangguk pasrah menuruti mereka.


"mas..." nasya memanggil suaminya yang sedang bermain handphone diteras belakang rumah.

__ADS_1


"ya sayang..." araf mengalihkan pandangannya pada nasya yang berdiri disampingnya. Direngkuhnya pinggang kecil nasya dan didudukkan dipangkuannya.


"mas boleh ga kalau om danu tinggal dirumah kita" nasya berucap sambil menunduk takut suaminya marah.


"boleh dia bisa tinggal dirumah kita sampai dia menikah" ucap araf membuat nasya mendongak tidak percaya, "nanti biar aku telepon bi minah untuk siapin kamar"


"makasih banyak ya mas" annasya memeluk araf karena senang.


"ehemmm .... ehem...." suara deheman seseorang membuat nasya beranjak dari pelukan araf.


"eh... om" araf terkejut dengan kedatangan danu yang tiba-tiba.


"mentang mentang udah halal mesra-mesraan ga liat tempat" gerutu danu yang mengambil duduk disisi kiri araf.


"om..." panggil araf pelan


"ya..." danu menoleh pada araf


"sampai om menikah nanti om mau kan tinggal dengan kami?" araf menatap pada danu dengan pandangan penuh permohonan.


"iya om tinggal bareng kita ya, aku kan keponakan om boleh dong manja sama om sampai om menikah nanti" ucap nasya yang sudah duduk lagi dipangkuan araf.


"owh jadi itu maksud kamu minta om tinggal sama kamu? emangnya araf ga pernah manjain kamu?" danu mencoba menggoda pasangan suami istri didepannya ini.


"nanti om pikirin dulu" sambung danu


"yah kok pake dipikirin sih om" araf berucap memelas.

__ADS_1


"danu harus tinggal disini biar papi bisa pantau dia. Papi juga udah bilang ke atasan danu untuk jangan meminta danu keluar kota sampai pernikahan digelar" papi yang datang santainya berkata.


__ADS_2