Bidadari Syurgaku

Bidadari Syurgaku
bab 77


__ADS_3

Faiqa masih terdiam didalam mobilnya bersama danu. Dia tak habis pikir dengan nasya kenapa dia bisa melewatkan kesempatan yang sangat bagus seperti itu. Danu merasa faiqa lebih pendiam yang biasanya begitu cerewet dan banyak bicara kini lebih diam. Danu yang sedang mengemudikan mobilnya menoleh pada faiqa, "kamu masih mikirin soal beasiswa nasya?" danu seperti tau apa yang dipikirkan oleh faiqa membuat faiqa menghela nafas kasar kemudian menoleh padanya.


Faiqa mengubah duduknya ke arah danu, "kak kalau dipikir nasya itu kan jenius ya tapi beneran deh aku ga habis pikir dengan apa yang dia pikirin. Kok bisa-bisanya nasya menolak tawaran itu ya" faiqa menggeser kaki kanannya ke arah samping dan menekuk sedikit ke atas bangku membuat pahanya yang kecil dan mulus yang terbalut dress mini itu terlihat jelas. Danu refleks membuang mukanya ke arah depan setelah sebelumnya melihat ke arah faiqa.


Faiqa pun ikut membuang muka ke arah jendela, Saat lampu merah danu membuka jaket kulitnya dan menutup paha mulus faiqa, "fai besok-besok kalau pake baju yang beneran dikit. Jangan memancing macan tidur" faiqa menoleh pada danu dia merasa kesal karena danu tidak memperhatikan ucapannya hanya memperhatikan paha mulusnya.


"ahhh ga nyambung kakak ini kalau diajak ngomong" sungut faiqa.


"Annasya anaknya ga akan mudah goyah dengan berbagai rayuan jika dia udah memutuskan sesuatu. Jadi biarkan saja dia melakukan yang menurut dia baik. Lagipula menjadi lulusan dalam atau luar negeri sama aja kan yang penting itu keahliannya bukan. Banyak kok dokter-dokter terbaik lulusan dalam negeri" Danu bicara perlahan agar faiqa mengerti.


Faiqa mengangguk, "iya sih kak tapi sayang aja menurut aku kak. Aku aja yang bisa kuliah dan lulus dengan normal kadang ga pernah melewatkan kesempatan apapun yang datang tapi dia bisa ya melewatkan begitu aja kesempatan emas itu" gumam faiqa. Danu hanya tersenyum masam.


Faiqa melipat tangannya, bahunya yang terbuka membuat dia merasa sedikit kedinginan, "kak ac-nya kecilin boleh?" faiqa meminta izin pada danu yang diangguki oleh danu. Saat danu hendak memutar perseneling faiqa memajukan tubuhnya membuat danu menyentuh bagian terlarang faiqa yang empuk. Danu pun langsung menarik tangannya faiqa yang merasa danu gugup dia tersenyum nakal. Saat mobil berbelok ke tikungan faiqa melepas seatbeltnya dan mendekati danu.


Danu yang merasa faiqa akan berulah lagi dia bicara dengan suara keras, "jangan kurang ajar atau kita ga akan jadi nikah!" suara itu lebih seperti perintah.


Faiqa yang awalnya ingin memcium danu langsung memundurkan tubuhnya, "ck!" decih faiqa kesal.


"kamu itu perempuan kok ga bisa jaga image dikit"

__ADS_1


"kakak sih bikin aku gila. Kalau sampai kakak ga jadi nikahin aku, aku ga akan berhenti ganggu hidup kakak" gerutu faiqa yang dibalas dengan gelengan kepala danu. Danu mengusap wajahnya kasar diikuti desahan nafas beratnya.


"Minggu depan aku akan merencanakan lamaran kerumahmu. Nanti minta ayahmu untuk jangan kemana-mana" pinta danu.


faiqa tersenyum bahagia, "beneran kak?" seru faiqa menoleh pada danu. Faiqa beranjak dari duduknya kemudian meraih leher danu mengecup bibirnya cepat membuat danu menge-rem mobilnya tiba-tiba.


"kamu gila ya kalau kita kecelakaan gimana?!" sentak danu yang mulai kesal dengan sikap kekanak-kanakan faiqa. Faiqa menatap danu dengan airmata menggenang dipelupuk matanya, "maaf kak aku ga sengaja kan saking senangnya kakak mau ngelamar aku" faiqa tertunduk. Entah mengapa danu menjadi gemas dengan faiqa sekarang yang terlihat sangat menggoda.


Danu melihat ke arah faiqa meraih leher faiqa dan menciumi faiqa dengan ganas membuat faiqa hampir tak bisa bernafas. Tangan danu pun mulai bergerilya namun seketika bayangan nasya muncul membuat danu melepaskan faiqa yang kondisinya sudah tak karuan. Danu menarik nafas dalam-dalam, "ahh shit!" danu memukul kemudi didepannya.


Faiqa terdiam bagai patung melihat wajah danu memerah entah marah atau menahan sesuatu faiqa tak paham tapi yang pasti dia melihat bukan seperti danu yang biasa dia lihat. Danu yang biasanya adalah danu yang tenang dan cool juga sangat santai. Berbeda dengan yang dilihatnya saat ini yang benar-benar kacau dengan wajah merah dan rambut berantakan.


Faiqa hanya mengangguk pelan, "betulkan lagi itu pakaianmu. Ya Allah kenapa aku bisa kenal gadis ini hah...." Gerutu danu mengehembuskan nafas kasar.


"kak..." panggil faiqa pelan.


"apa lagi!" danu merasa geram


Faiqa membelakangi danu, "aku ga bisa ngancingin baju belakang aku kak"

__ADS_1


"ya Allah faiqa...." danu semakin frustasi dibuatnya.


Jakun danu naik turun melihat tubuh belakang faiqa yang terekspos bebas didepan matanya rambut panjang bergelombang faiqa dia kedepankan agar danu bisa dengan mudah mengancingi pakaiannya.


Danu menghela nafas dan mengusap wajahnya kasar. Dia mengancingi baju belakang faiqa setelahnya faiqa duduk menghadap kedepan menaikkan baju bagian depan membuat dada faiqa yang awalnya hampir terekspos jadi tertutup lagi.


"lain kali jangan pakai baju terbuka sepeti itu!"gertak danu yang menyalakan mobilnya lagi kemudian berjalan mengantar faiqa pulang.


"terus aku harus pakai baju apa? berkerudung seperti nasya?!" faiqa menggerutu kesal.


"ga perlu ya seenggaknya jangan berpakaian yang bisa mengundang syahwat begini!" suara danu pelan tapi seperti menanggung banyak beban.


Faiqa menatap danu disampingnya sebenarny dia juga salah karena sudah membuat danu hampir kehilangan kendali. Faiqa menunduk dengan berderai airmata faiqa berucap, "maaf kak"


Danu menoleh pada faiqa yang kini sudah menangis sesenggukan, "fai... aku ga tau bagaimana pergaulan anak muda jaman sekarang" suara danu lebih tenang membuat faiqa mendongak menatap danu yang memberhentikan mobilnya didepan rumahnya, "aku menghargai kamu sebagai wanita aku ga mau menodai kamu sebelum kita resmi menikah. Jadi sampai hari itu tolong jagalah sikapmu jangan buat aku atau laki-laki lain khilaf"


"kak aku begini cuma didepan kakak kok" bantah faiqa.


"apapun alasan kamu aku udah ga mau dengar, kalau kamu mau kita menikah lekas jaga diri baik-baik ok! kamu anak seorang tentara kamu tau persyaratan untuk menjadi ibu persit aku ga perlu jelaskan. Ok udah sampai kamu bisa turun sekarang aku ga mau mampir udah malam banget. Pakai jaket aku saat keluar"

__ADS_1


Faiqa mengangguk menuruti danu


__ADS_2