Bidadari Syurgaku

Bidadari Syurgaku
bab 65


__ADS_3

Araf memeluk nasya yang tertudur dipelukannya, dia menjamahi setiap bagian wajah nasya yang mungil. Bibir yang selalu manis bila dia kecup wajah sayu bermata sendu dengan bulu mata lentik. Kulitnya yang bersih walaupun tidak seputih artis-artis korea namun bersih tanpa noda dan selalu cerah dan enak dipandang mata.


Pelan-pelan araf meletakkan kepala nasya diatas bantal. dengan hanya memakai celana pendek dia bangkit dan berjalan ke arah dapur. Setelah membuat kopi dia naik ke arah balkon kamar dia berdiri dan berpikir tentang ucapan danu sore tadi saat mereka bertemu sebelum kejutan ulang tahun nasya.


flashback on


"om tenang sekarang nasya udah ada keluarga yang mencintai dan menyayangi nasya. Kali ini jika om dinas kemana pun om ga akan terlalu khawatir. Terima kasih" ucap danu saat duduk disebuah cafe bersama araf.


"udah tugas saya om sebagai suami melindungi istri" araf tersenyum canggung berhadapan dengan danu.


"hah.... om minta kamu lebih extra menjaga nasya. Om selalu khawatir terjadi apa-apa dengan nasya karena dalang utama kecelakaan ibu nasya belum terungkap hingga kini. Om sudah berupaya tapi sepertinya orang ini sangat kuat"


"apa yang diincar cuma nasya om?" tanya araf penasaran. Dengan mimik wajah serius araf menatap pada danu yang terlihat santai sambil menyesap secangkir kopi.


"bukan" danu membalas tatapan araf. Dia memajukan tubuhnya mendekati araf sambil menyilangkan tangan diatas meja, "arcmedia-lah sasaran utamanya"


"maksud om perusahaan yang lagi aku kelola?" Danu memgangguk menyandarkan lagi punggungnya dia kursi.


"tapi setau aku ga ada yang tau perusahaan itu milik ayah kan" dengan wajah bingung araf mencondongkan tubuhnya ke arah danu.


"tanpa sepengetahuan mahesa, wiryo udah nyari tau tentang mahesa dan bisnis yang digeluti. Wiryo kakak dari maryam yang sudah merencanakan kecelakaan maryam agar maryam dan nasya mati saat itu kemudian perusahaan meuble jadi milik dia dan lina" jelas danu


araf, "..."


"lindungi nasya sampai saya bisa mengumpulkan semua bukti untuk menjerat wiryo dan memasukkan dia kedalam penjara. Ga akan lama lagi, hanya tinggal mencari orang yang menjadi saksi kunci kecelakaan dan setiap kejahatan wiryo"


flashback off


Araf menatap langit malam, "sebenarnya siapa om mahesa hingga disaat kematiannya musuhnya pun masih belum berhenti mengganggunya" pikirannya terusik dengan kata-kata itu. Saat dia sedang melamun sambil memegang secangkir kopi seseorang menyampirkan jubah tidur padanya.


"kenapa keluar ga pake baju nanti masuk angin kamu mas" ternyata nasya yang memakaikan. Araf meletakkan cangkir diatas meja dia menatap pada istrinya yang memakai baju tidur lengan panjang.


"kok kamu udah bangun?"


"mau shalat malam mas. Waktu aku bangun ga liat kamu liat balkon terbuka ternyata kamu disini"

__ADS_1


"baru ditinggal sebentar udah kangen aja ya istriku ini" araf memeluk istrinya erat dan menciumi puncak kepala nasya yang tertutup kerudung.


"ya udah aku mau mandi dulu terus shalat" nasya melepas pelukan suaminya. Saat nasya berjalan lengannya ditarik araf yang berakibat nasya kembali dipeluk araf.


"malam ini libur dulu ya, aku masih kangen sama istriku" Araf menciumi wajah istrinya dengan gemas.


"tadi kan udah mas"


"masih kurang" araf menggendong nasya ala bridal dan membawa masuk kedalam kamar, "kamu itu udah kaya candu buat aku tau ga" ucap araf sambil melepas pakaiannya setelah meletakkan nasya diatas tempat tidur. Jadilah pergulatan mereka lagi dirumah baru itu.


"ihhh kamu tuh ga ada capeknya ya" nasya menepuk pundak suaminya yang kemudian disambut senyum nakal araf.


****


"lapor kapten danu" seorang tentara masuk kedalam ruangan danu. Danu yang sedang mengerjakan sesuatu dimejanya langsung mendongak.


"ya lettu andika ada apa?" tanya danu


"ada tamu untuk kapten" briptu andika membuka pintu dan mempersilahkan seorang wanita cantik masuk. Dialah faiqa anak seorang jenderal yang bertahun-tahun menyukainya.


"kamu boleh keluar" perintah danu setelah tau siapa tamunya.


"ada apa fai?" tanya danu tanpa beranjak dari tempatnya duduk.


"malam ini mama sama papa ngundang kakak makan malm dirumah sambil membicarakan tentang hubungan kita" faiqa duduk didepan danu dan bicara dengan mudah seolah itu adalah hal sepele.


"maaf malam ini saya sibuk" danu acuh tak acuh


"seorang prajurit ga boleh ingkar janji" faiqa berdiri, "ok malam ini di cafe oriza jam 8 malam. Kami tunggu" faiqa beranjak hendak pergi.


"kenapa kamu memaksa?" suara danu terdengar keras seperti ada amarah didalamnya.


"aku cuma minta kakak menepati janji apa salah?" faiqa berbalik dan menatap danu tajam. Danu terlihat menggeram dengan mata melotot rahangnya terlihat mengetat. Faiqa berbalik dia memakai lagi kacamata hitamnya tersenyum meninggalkan danu diruangannya. Danu melempar kertas dihadapannya.


###

__ADS_1


"sayang jangan pakai gamis yang memperlihatkan bentuk tubuh kamu" araf mulai komplain saat nasya sedang memilah milih gamis yang hendak dia pakai untuk menemani araf makan malam dengan rekan bisnisnya diaebuah resto.


"ga biasanya sih mas aku diajak" Nasya mulai kesal dengan sikap araf yang sedari tadi memilih gamis namun tak ada yang menurut araf cocok.


"sesekali kan gapapa sayang" ucap araf masih memilih gamis yang cocok untuknya, "nih warna pink fuschia aja" araf memberikan gamis untuk dipakai nasya.


"bakalan dirubah lagi ga nih? pegel tau ganti-ganti pakaian terus"


"ya udah ga usah pakai baju aja kita ga usah makan malam aku malah seneng" araf hendak menghambur memeluk nasya namun ditahan nasya


"ihhh dasar mesum kamu mas" nasya berbalik dan berganti baju.


Sesampainya diresto


Araf membukakan pintu untuk nasya dan memberikan kunci pada petugas vallet kemudian menuntun nasya masuk kedalam resto. Dilobby araf melihat danu hendak masuk kedalam resto juga dia pun memanggil.


"sayang kayanya itu om danu" ucap araf pada nasya. Nasya langsung melihat ke arah yang ditinjuk araf.


"om... danu..." araf sedikit berteriak. Danu menoleh dan mendapati araf dan nasya.


"hai... kalian makan malam disini juga?" sapa danu. araf dan nasya menyalami danu


"iya om aku ada makan malam sama klien sekalian ajak nasya. om sendiri?"


"Kak danu!" seorang wanita cantik bertubuh langsing dengan rambut bergelombang mendekat dan langsung memeluk lengan danu. Nasya dan araf saling pandang.


"siapa di om?" tanya nasya penasaran


"hallo kenalkan aku faiqa calon istri danu" jawab wanita itu sambil tersenyum senang. Danu hanya menghela nafas mendengar ucapan faiqa.


"wahhh serius om? kok kita ga tau?" tanya araf dengan wajah senang mendengar danu memiliki calon.


"selamat ya om, ayo mas nanti klien kelamaan nunggu" nasya menarik araf menjauh dari danu.


"nasya..." panggil danu yang tidak direspon oleh nasya

__ADS_1


"siapa mereka kak?" tanya faiqa


"nasya dan suaminya" Danu menjawab singkat


__ADS_2