Bidadari Syurgaku

Bidadari Syurgaku
bab 46


__ADS_3

Annasya tersenyum terus sejak danu meneleponnya mengajak bertemu dengan araf. Araf yang sedang menyetir merasa heran juga cemburu, "sya... kamu kok kelihatan seneng banget sih?"


Nasya menoleh pada araf "senyum dibibirnya benar-benar cantik kenapa aku jarang sekali melihatnya tersenyum" pikir araf.


"mas makasih ya dah izinin aku ketemu sama om danu"


"dia benar-benar paman kamu? karena setau aku ayahmu anak tunggal. Mami sama papi juga bilang begitu"


Annasya mengeluarkan ponselnya dia menunjukkan foto lama keluarga ayahnya dari mulai kakek, nenek, ayahnya dan danu.


Araf menepikan mobilnya, nasya memberikan ponselnya pada araf, "ini kakek kandung aku ayahnya ayah, yang ini nenek tiri aku, ibu tiri dari ayah aku. Nenek kandung aku meninggal saat ayah masuk kuliah dan ini om danu adik tiri ayah aku beda usia mereka 10 tahun"


Araf menatap pada nasya, "jadi dia bukan om kandung kamu?"


Nasya menatap tajam pada araf, "ini maksudnya gimana ya mas? mau kandung atau ga tetap aja dia om aku mas apa ada yang salah?"


Araf terdiam dengan membalas tatapan nasya lebih tajam. Disana terlihat tatapan mata araf yang tak biasa seperti memendam sebuah amarah. Namun beberapa detik kemudian araf memalingkan wajahnya, "nothing" ucap araf singkat kemudian menyetir lagi menatap kedepan. Nasya merasa heran dengan araf dia pun tidak lagi sesumringah tadi. Dia jadi terdiam tanpa senyum dan melihat ke luar jendela.


Sesampainya di restoran nasya menggandeng araf yang tampak cuek padanya. Nasya menarik araf, "mas kamu kenapa?"


Araf menatap pada nasya, "gapapa ayo lekas kita cari om kamu aku ga mau dia nunggu lama" araf menggenggam tangan nasya dan membawanya masuk ke dalam resto. Nasya melihat-lihat ke setiap sudut dia menunjuk ke arah orang yang sedang duduk sendiri membelakangi mereka dengan mengemakan jaket denim berwarna hitam.


Nasya dan araf berjalan ke arah lelaki itu, "assalamu'alaikum om?" sapa nasya lelaki tersebut langsung menoleh ke arah suara


"wa'alaikumsalam" lelaki yang dipanggil nasya om itu menyahut dia langsung tersenyum. Nasya dan araf mwnyalami danu, "owh jadi ini menantu om?" danu langsung menepuk punggung araf, "ayo duduk kalian mau pesan apa?"


Araf melihat ke arah danu dia terlihat sangat muda diusianya yang sudah 38 tahun. Berparas tampan wajahnya sangat tegas dengan tubuh terlihat atletis. Araf merasa lelaki ini rajin ng-gym pikir araf karena badanya sungguh bagus untuk ukuran lelaki. Dia benar-benar idaman wanita.

__ADS_1


"mas?" nasya memyenggol araf yang terlihat melamun


"hah..." araf terkejut


"kamu mau pesan apa?" tanya nasya melihat heran ke arah araf yang melamun


"apa aja terserah kamu" ucap araf tanpa melihat ke arah nasya.


Danu memperhatikan araf dia terlihat canggung dan grogi. Danu menepuk pundak araf yang duduk didepannya, "santai aja om ga akan interogasi kamu. hmmm" danu tersenyum pada araf. Araf menyahut dengan mengangguk sambil tersenyum.


"om mas araf sama kelurganya baik banget sama aku mereka benar-benar memanjakan aku. Apalagi mami dia udah seperti ibu sungguhan untuk aku om" Nasya mulai bercerita betapa bahagianya dia mendapat keluarga baru.


Danu tersenyum kemudian menatap pada araf yang masih menunduk, "araf" panggil danu pelan. Araf langsung mendongak matanya langsung beradu dengan mata elang danu yang jika diperhatikan matanya terlihat meyeramkan namun terasa hangat.


"i... iya... om" jawab araf


"Om kapan ke luar negeri lagi?" tanya nasya membuat araf melihat ke arah nasya.


"kurang dari seminggu karena om dapat tugas mendadak" jawab danu singkat.


"memangnya om ga stay diindonesia?" tanya araf pada danu. Danu menatap pada araf dia tersenyum, "memangnya kamu ga tau pekerjaan om? Nasya ga cerita apa-apa tentang om ke kamu?" danu menyelidik


Araf menatap pada nasya, Nasya hanya nyengir kuda, "lupa om hehehe"


Danu hanya menghela nafas dia melipat tangannya, "om bekerja sebagai tentara dan pekerjaan om mengharuskan bepergian dimana pun atasan meminta untuk om pergi didalam maupun luar negeri"


"owh... om tentara maaf om aku ga tau"

__ADS_1


"gapapa om paham kok. Itulah nasya jika dia merasa ga ada yang nanya dia ga akan menjelaskan apapun. Begitu pun kalau kamu berbuat sesuatu yang salah nasya ga akan bertanya dia hanya akan menunggu kamu menjelaskan hanya saja dia akan bersikap lebih dingin dari kamu" jelas danu


"owh... iya... sepertinya... om lebih memahami nasya aku harus belajar banyak dari om" ucap araf tersenyum simpul


"kalian udah menikah jadi ga perlu belajar dari orang lain. Kalian hanya harus belajar saling memahami khusus untuk nasya ceritakan semua yang kamu lakukan pada suamimu dan tanyakan semua yang membuatmu penasaran jangan terus diam dan memendam sendiri. Kalian sering-seringlah berkomunikasi" nasehat danu pada nasya dan araf


"om ini udah kaya penasehat pernikahan seperti om udah pernah nikah aja" celetuk nasya.


Araf terkejut dengan ucapan nasya, "kamu ini yang sopan sama om" araf bicara pelan pada nasya namun masih terdengar danu. Danu tertawa mendengarnya membuat araf heran.


"hhaha.... kamu ini sya belum berubah masih aja ketus"


"maaf om saya akan mengurnya" ucap araf tidak enak hati


"itu udah biasa araf santai aja"


"Araf jika kamu menemukan nasya banyak bicara berarti dia sedang bahagia tapi jika kamu menemukan nasya menatap kamu aja malas banyak diam dan menuruti kamu tanpa suara itu artinya kamu membuat marah dia dan kalau kamu menemukan dia ketus seperti ini itu artinya dia minta diperhatikan hahahah" Danu tertawa terbahak menggoda nasya


"mana ada aku kaya gitu om ngarang aja" cetus nasya yang bersikap sangat manja pada danu.


Araf hanya mengangguk mengerti.


***


Sejak dari pertemuan dengan danu araf tak bicara pada nasya begitu pun nasya yang enggn untuk membuka omongan pada araf. "jadi selama setahun ini aku hanya kenal kamu tanpa bisa memahami kamu ya sya huffhhh" keluh araf sambil menyupir. Nasya menatap pada araf yang berada disisinya namun enggan untuk memjawab.


Sesampainya di apartemen langsung merebahkan diri di sifa bed ruang tengah dia membuka ponselnya sedang nasya langsung kedapur mengambil minuman untuk araf. Setelah diletakkan nasya berucap, "mas minum dulu airnya"

__ADS_1


Tanpa menoleh araf hanya menggumam, "hmmm" karena merasa tidak direspon nasya beranjak meninggalkan araf sebelum melangkah araf berujar, "sya aku jadikan kamu seorang istri bukan pembantu"


__ADS_2