
Araf mengikuti danu dibelakangnya saat danu mengatakan semua sudah berakhir, kekhawatiran mereka tentang perusahaan juga sudah berakhir. Pakde wiryo diperiksa penyidik dengan banyak kasus dari mulai penyuapan, penipuan hingga perbuatan kriminal. Karena ternyata kecelakaan 13 tahun lalu adalah hasil karya wiryo yang menginginkan meuble milik maryam ibu nasya. Saat dia berkenalan dengan mister Alex, wiryo baru mengetahui betapa kayanya mahesa karena dia pemilik perusahaan it terbesar diindonesia yang juga sudah mendunia. Dari sanalah dia bekerja sama dengan alex yang tidak lain adalah teman mahesa yang membantu mahesa menyuntikkan modal untuk membesarkan perusahaan kecil mahesa menjadi besar seperti sekarang.
Alex tidak puas hanya dengan pengembalian modal dari mahesa karena dia juga ingin menjadi pemilik perusahaan dengan saham terbesar namun mahesa dan Alex hanya mempunyai perjanjian pengembalian modal itu yang alex sesalkan dan akhirnya berbuat curang dan jahat. Jika saja alex mau berkomprominsaat mahesa masih hidup mungkin mahesa akan membiarkan alex membeli saham arcmedia. Namun alex terlalu gengsi karena dia dulu yang menganggap sepele perusahaan yang dibangun mahesa tak akan bisa berkembang. Kini Alex sudah lebih dahulu masuk bui dengan kasus penipuan yang diungkap araf dan erika dengan bantuan fariz.
Sekarang adalah wiryo, kakak dari maryam ibu nasya yang juga pakde nasya yang sangat serakah, yang tidak puas hanya memiliki meuble milik keluarga maryam kini dia juga ingin memiliki arcmedia perusahaan it yang dibangun oleh ayah nasya namun dengan cara licik. Beruntung danu dan fariz bekerja sama mengungkap kejahatan wiryo yang kini sudah berada dikantor polisi. Araf dan danu bertekad tidak akan memudahkan mereka jika pun bisa araf ingin wiryo ditahan seumur hidup karena sudah menewaskan maryam juga membahayakan keselamatan nasya kecil saat itu.
Danu duduk di bangku tunggu kantor polisi setelah mengantar araf untuk ditanya-tanya oleh penyidik. Dia meminum air mineral didalam botol, "bang maafin gue ga bisa memenuhi permintaan lu untuk menutup kasus maryam. Gue cuma ga mau hal yang sama terjadi sama nasya. Nasya dah kaya anak gue sendiri bang" gumam danu pelan.
Setelah danu bergumam dia mengusap wajahnya kasar dengan telapak tangannya menghela nafas dalam. Sebuah tangan menepuk pundak danu, "om..." sapa araf yang ternyata sudah selesai diperiksa.
"ya... sudah selesai?" tanya danu menoleh pada araf, araf mengambil posisi disebelah danu mengambil botol air yang disuguhkan danu.
"Alhamdulillah semua sudah selesai" araf mengucap syukur.
__ADS_1
"belum" tegas danu sambil menatap kedepan araf menoleh pada danu yang terlihat serius, "kaki tangannya belum tertangkap apalagi yang ada dirumah kamu. Usahakan hari ini nasya tak kembali dulu kerumah sampai kondisi kembali normal"
Araf mengangguk menyetujui ucapan danu.
🌚🌚🌚🌚
Tidak sampai 2 hari kaki tangan alex yang berada dikantor maupun dirumah araf tertangkap. Nasya tinggal dirumah utama araf beralasan dia akan jarang pulang karena banyak pekerjaan dan dia tidak tenang meninggalkan nasya dirumah. Namun nasya sudah mengetahui kejafian yang sebenarnya karena lina menelepon nasya dan menangis meminta maaf atas perlakuan kakaknya yang tak lain adalah wiryo pakde nasya. Awalnya nasya ingin membantu namun dia tidak ingin gegabah. Dia segera menelpon daffa teman dekat araf sekaligus yang bekerja pada raf dikantor untuk menanyakan hal yang sebenarnya tapi daffa melimpahkan pada fariz karena daffa beralasan farizlah yang membongkar semuanya dibantu danu.
Fariz mengatakan semuanya pada nasya tanpa ada yang tertinggal. Nasya tak menyangka betapa banyak kejahatan wiryo pada orang tuanya. Nasya menangis tersedu saat tau yang sebenarnya. Betapa kagetnya dia saat tau kalau wiryo yang menyebabkan kecelakaan ibunya. Araf baru saja memasuki kamar saat mendapati nasya menangis terisak dan duduk dilantai menangkup wajahnya dengan kedua lututnya.
🏵🏵🏵🏵
Araf berbicara dengan penjaga dia meminta untuk bertemu dengan wiryo. Setelah kemarin menangis tiada henti kini nasya ingin bertemu dengan wiryo. Penyebab ibunya meninggal.
__ADS_1
Nasya terlihat tenang namun sebenarnya pikirannya kalut, selalu kenapa dalam pikirannya kenapa. Dia sangat tau wiryo jahat tapi dia tak menyangka kalau wiryo sampai hati mencelakai dirinya dan ibunya 13 tahun lalu selama 13 tahun pun sifatnya tak berubah masih sangat jahat. Bahkan masih dalam ingatan nasya saat ayahnya meninggal tak ada empati sama sekali bahkan masih dalam suasana berkabung dia masih membahas warisan.
Nasya menengadahkan kepalanya saat dia melihat pakdenya datang menghadap pada nasya yang didampingi araf. Masih dengan wajah angkuh tanpa rasa bersalah dia duduk dihadapan nasya dengan menyilangkan tangannya didepan dada.
"mau apa kamu kesini?" dengan dinginnya wiryo bicara dan menatap nasya. Nasya tersenyum getir dia pikir pakdenya akan meminta maaf dan merasa bersalah hingga dia berpikir untuk meminta keringanan hukuman pada araf dan danu. Tapi ternyata masih sama.
"bagaimana kabarnya pakde?" tak kalah dingin nasya bertanya dengan orang tua dihadapannya. Wiryo hanya tertawa menjawab ucapan nasya. Wiryo menatap nasya tajam, "apa kamu senang sekarang?!" geram wiryo
Araf mengeraskan rahangnya melihat wiryo yang masih angkuh walaupun dibui, "apa pakde merasa betah? kalau pakde merasa betah aku akan minta tim pengacara untuk memberikan hukuman seumur hidup karena rencana pembunuhan berencana disertai hilang nyawa. Bagaimana!" ucap nasya sinis menatap tajam pada wiryo.
Seketika senyum yang ada diwajah wiryo memudar berganti dengan amarah membara. Dia menggeram, "apa kamu pikir dengan menjebloskan saya kedalam penjara semua sudah berakhir! kamu terlalu naif!" Wiryo berdiri meninggalkan nasya dan araf.
"jika sampai pakde merencanakan perbuatan jahat pakde lagi aku akan menjamin keluarga pakde yang akan menerima akibatnya tentunya hidup pakde dipenjara pun aku akan buat lebih baik mati daripada hidup" Wiryo yang emosi menarik kerah baju araf, "jika kamu berani menyentuh keluargaku..."
__ADS_1
"jika pakde berani merencanakan pembinuhan lagi maka ga akan ada ampun lagi, pakde tau siapa aku dan keluargaku termasuk om danu dia ga akan biarkan hal buruk terjadi pada nasya! lebih baik pakde merenung dan bertaubat agar tidak terjadi hal buruk pada keluarga pakde akibat dari keserakahan anda!" Araf melepas tangan wiryo dari kerah bajunya.
Araf menarik nasya keluar dari dalam penjara. Nasya terlihat menarik nafas dalam-dalam. Araf mengelus kepala nasya yang tertutup jilbab dengan lembut.