Bidadari Syurgaku

Bidadari Syurgaku
bab 52


__ADS_3

Araf duduk disisi nasya dia memegang tangan nasya erat. Menatap netra madu milik nasya, "sya aku mau menjelaskan sesuatu..."


"apa?" tanya nasya membalas tatapan mata araf


"Ini tentang erika" ujar araf pelan


"hmmm"


"aku pernah bilang kan dia aku minta pertolongan untuk utusan bisnis dengan big boss?"


Nasya mencoba mengingat-ingat dan mengangguk, "terus?"


"Ternyata dia dan big boss itu dijadikan istri walau simpanan, Dari situ semua bisnis mulai lancar sampai pada akhirnya aku mengetahui kelicikan dari sang big boss yang mencoba mengambil alih perusahaan ayah. Yang lebih parahnya lagi ini didukung oleh salah 1 karyawan kepercayaan ayah. Aku dan erika mencoba mencari bukti alhamdulillah udah dapat walaupun endingnya kamu lihat aku dan erika dikeroyok orang. Yang membuat aku bingung ternyata dia sendiri udah punya pacar yang menghamili dia. Big boss mengetahui ini mulailah si big boss marah dan meninggalkan dia. Namun ga dengan istri sah sang boss dia masih belum terima kalau dia pernah dikhianati dan berusaha untuk menyingkirkan erika dan bayinya. Karena dia pikir bayi yang dikandung berika adalah anak dari suaminya. Begitu pun pacar erika masih suka mengganggu dia meneror dia karena dia ga terima ditinggal oleh erika yang menjadi atm berjalan dia"


Araf menjeda ceritanya kemudian, "aku merasa harus bertanggung jawab atas apa yang menimpa erika. Ditambah dia sendiri ga punya keluarga. Sampai sini kamu paham kan kenapa aku hrus bertanggung jawab pada erika?"


Annasya memberikan secangkir air pada araf, Setelah minum segelas air araf berucap, "sya maafkan aku yang ga pernah bisa melindungi kamu milikku, ga menghargai kamu yang sabar untuk aku dan ga bisa selalu ada saat kamu butuh aku. makasih atas kesabaran luar biasa yang kamu berikan untukku"


Annasya masih terdiam tampak menatap tajam mata araf mencari celah kebohongan disana tapi dia tak menemukannya, "hmmhhh... ok aku akan mencoba lebih pengertian" ucap nasya sambil menghela nafas.


"Nasya...."


"ya..."


"aku... cemburu kamu sama om danu"


"aku sama om danu cuma keponakan dan om"


"kamu ga mau menjelaskan sama aku sesuatu?"


Nasya menggelengkan kepalanya, "apa yang harus aku jelaskan. Kamu tau dan aku ga pernah ngumpetin apapun dari kamu"


"ya Allah... punya istri dingin begini kaya kutub utara" gumam araf


"aku bisa bersikap hangat kamu tau itu, tapi aku juga bisa bersikap dingin tergantung bagaimana sikap kamu ke aku mas" Nasya menjelaskan karena mendengar gumaman araf.


"sekarang kamu jelasin sama papi dan mami yang barusan karena mereka pikir kamu menghamili wanita lain" Nasya berdiri dan menggandeng tangan araf.

__ADS_1


Dibawah tepatnya di ruang keluarga sudah berkumpul orangtua dan abangnya juga istrinya. Zaki duduk disamping orang tuanya. Sedang hana duduk dibangku single. Araf mendekati mereka duduk diseberang orang tuanya nasya duduk disisi araf.


"mi... pi... araf mau menjelaskan sesuatu" ucap araf perlahan.


"silahkan, kami juga perlu konfirmasi dari kamu" sahut bayu dengan suara yang tenang.


Araf menjelaskan permasalahan yang dia hadapi dengan erika, dan mengakui kalau bukan dia yang menghamili erika. Sesaat mami dan yang lain merasa sangat lega.


"mami lega araf ternyata benar kata nasya harusnya kami bisa lebih beraabar" sesal mami


"araf gue minta maaf ya udah salah paham. Tapi tetap aja lo salah!" baru saja hana melembut dan minta maaf sekarang kasar lagi.


"baru juga minta maaf dah ngebentak gue lagi. Kalau bukan mpok ipar gue getok lo" sewot araf


"berani lo" zaki melotot pada araf


"ihhh...." desis araf


"mami... papi... maafkan kami yang udah buat keributan seperti ini" ucap nasya


"ya sayang... mami juga minta maaf udah salah paham" jawab mami


"mister Alex benetton" jawab araf


"hahh... kenapa kamu bisa berurusan dengan mister alex raf..." papi terkejut terlihat wajah frustasinya


"dia terkenal dengan kelicikannya apalagi istrinya mrs melinda terkenal bengis dan ga berperikemanusiaan" jelas papi


"terus gimana? udah selesai masalah kamu dengan dia?" tanya zaki


"aku udah nyerahin bukti ke polisi pi, tinggal diproses aja. Begitu pun tentang penyerangan kami waktu itu aku juga udah serahin bukti ke polisi pi" jelas araf


"tapi mereka belum menangkap mr alex dan istrinya pi" sambung araf sambil menunduk


"mungkin bukti yang kamu berikan masih kurang hingga sulit menangkap mereka" ujar bayu


"itu dia pi... menurut araf semua bukti udah aku kumpulin dan memberatkan mereka"

__ADS_1


"sepertinya kita butuh bantuan danu pi" ucap leni pada bayu


"loh mami sama papi kenal om danu?" tanya araf bingung


"iyalah dia kan adiknya mahesa masa kami ga kenal dia itu dari satuan pasukan khusus. Tapi dia juga bisa diminta bantuan untuk menyelidiki ini. Dia punya orang-orang yang bisa diandalkan" jelas bayu


"dan yang paling penting dia juga pasti mengantisipasi untuk melindungi kita sekeluarga terutama nasya" ucap mami


****


Araf merebahkan tubuhnya diatas ranjang dia menatap pada nasya yang ada disisinya, "sayang terima kasih ya"


"jangan terus sakiti aku mas, aku ga tau sampai kapan masih bisa sabar dan selalu disisi kamu" ucap nasya sambil memeluk araf.


Keesokan harinya araf menerima telepon jika erika sudah diperbolehkan pulang. Karena khawatir dengan keselamatan erika maka araf meminta tolong pada nasya agar erika bisa tinggal di apartemen mereka. Awalnya nasya menolak, "mas yang bener aja aku ga mungkin bisa nahan diri aku lagi mas. Mas mau aku mati cepet!" ujar nasya menahan emosinya setengah mati


"sya aku mohon hanya untuk sementara sampai semua selesai" ujar araf meyakinkan


"terus kalau terjadi apa-apa sama kamu dan dia gimana?kenapa bukan dirumah utama? disana ada pembantu juga banyak orang mas" nasya masih menahan emosi


"kamu tau sendiri hana orangnya gimana dia ga mungkin bisa baik sama erika"


"mas kamu bener-bener gila! kamu sadar ga sih mas ini nyakitin buat aku" nasya tak lagi bisa menahan diri. Araf terkejut melihat istrinya marah. Dia sangat memahami bagaimana marahnya nasya.


"aku ga bisa mas" sambung nasya


"aku mohon sya" suara araf memelas


"keterlaluan kamu mas. hah... terserah kamu lah" nasya tak lagi bisa menahan amarahnya dia segera beranjak dari tempatnya duduk. Daripada terus bertengkar lebih baik dia menghindar.


"nasya bukan maksud aku nyakitin kamu. Aku hanya butuh bantuan kamu untuk kali ini saja ya aku mohon"


Nasya menatap pada araf dengan tatapan penuh amarah dan airmata.


***


Menyakiti atau disakiti?

__ADS_1


realistis keduanya juga merasakan sakit


__ADS_2