Bidadari Syurgaku

Bidadari Syurgaku
bab 24


__ADS_3

Hana melihat nasya yang nampak sangat gelisah, "kenapa sya??"


Nasya menengok ke arah hana, "mas araf wa aku nanya gimana tadi berobat"


"terus?"


"setelah aku kirimin hasil usg dia ga bales" jawab nasya sambil menunduk lemas. Tak terasa airmatanya pun meleleh.


Hana mendekat dan memeluk nasya, "sabar ya sya... mungkin dia masih sibuk jadi ga sempat balas"


"ini udah jam 5 han harusnya dia udah pulang" ucap nasya dipelukan hana.


"Biasanya kalau udah selesai lomba mereka akan ngadain sambutan atau pesta kecil gitu sya..." ujar nasya membesarkan hati nasya yang sedang kalut.


***


Saat araf mendapat balasan wa dari nasya berupa foto hasil usg araf terkejut. Dia sangat senang, namun saat hendak membalas wa dari nasya pelatih memanggil araf.


"raf kesini sebentar kita rayakan dulu...." panggil pelatih kepada araf yang sedang duduk sendiri dipojok.


"sebentar kak...."


"udah ayo" ujar pelatih sambil menarik tangan araf


Araf gelisah ingin segera pulang dan menanyakan maksud dari usg tersebut dia tidak terlihat menikmati pesta yang sedang berlangsung. Daffa yang melihat kegelisahan araf bertanya, "lu kenapa raf?"


"gue harus pulang daf, gue khawatir sama nasya, ga tenang rasanya" ujar araf pada daffa


"ya udah lu balik sana nanti gue yang bilang sama pelatih" ucap daffa


"thanks ya daf, gue balik duluan" ucap araf yang diangguki daffa. Araf pun lngsung berlari ke parkiran. Dia menyetir motornya dengan cepat khawatir dengan nasya juga penasaran apa yang sebenarnya terjadi.


Setelah memarkirkan motornya araf bergegas ke lift, saat dia menunggu lift dia berpapasan dengan hana.


"hai hana..." sapa araf


"eh kak araf maaf aku pulang dulu soalnya mama aku udah telepon" balas hana yang sudah berdiri didepan araf

__ADS_1


"iya gapapa han makasih ya udah mau nemenin nasya"


"iya kak, ya udah kakak lekas naik sana kasihan nasya sendiri. Tadi bi tini diminta pulang sama nasya"


"loh kenapa?" tanya araf bingung


"ga tau kak dari balik periksa dia sering nangis kak, ibu hamil maklum mellow dan sensitif kak" hana mencoba memberi penjelasan


"apa? nasya hamil?" araf tampak terkejut yang diangguki hana, seketika raut wajah araf langsung terlihat senang bukan main, "Alhamdulillah ya Allah. makasih ya han. kamu hati-hati ya pulangnya. sekali lagi terima kasih sudah bantu kami"


"iya kak sama-sama aku pulang dulu. Assalamu'alaikum"


"wa'alaikumsalam" jawab araf. Tanpa membuang waktu araf langsung beranjak naik ke apartemenya.


"kak araf tampak senang kayanya cuma kekhawatiran nasya aja deh. hmmhhh.... semoga semua baik-baik aja" gumam hana yang langsung pergi meninggalkan apartemen nasya.


***


Araf masuk kedalam apartemen sebelum masuk kamar araf ke toilet dapur untuk mencuci tangan, kaki dan wajahnya. Setelah itu araf masuk ke dalam kamar. Namun araf tidak menemukan nasya dilihatnya ke balkon yang terbuka pun nasya tidak ada. Sambil memanggil nasya terus menerus namun tidak juga mendapat sahutan. Akhirnya araf beranjak ke toilet, betapa terkejutnya araf saat melihat nasya yang sudah memejamkan matanya didalam bath thub.


Dipukulnya lembut pipi nasya namun tidak juga sadar, akhirnya araf menganggkat tubuh telanjang nasya ke kamar. Diletakkannya nasya diatas tempat tidur. Araf langsung melaburi nasya dengan minyak angin agar hangat kemudian memakaikan nasya baju tidur.


"gapapa raf dia pingsan karena kelelahan dan beban pikiran, sebelumnya saya minta maaf kalau salah sepertinya nasya sedang hamil muda ya" tanya dokter danu sembari memberi penjelasan.


"kalau itu aku sendiri belum tau pasti dokter soalnya belum sempat antar nasya periksa" jawab araf jujur


"ok lah kalau begitu kamu bisa bawa nasya ke rumah sakit keluarga nanti biar nasya diperiksa lebih detil"


"btw ini kok nasya belum bangun ya dok?" tanya araf khawatir


"dia hanya pingsan sebentar lagi juga sadar. jangan buat dia berpikir terlalu keras raf. Fisiknya tidak sekuat biasanya" jelas dokter yang diangguki mengerti oleh araf


Setelah dokter pergi araf membuatkan teh manis hangat dan dibawanya kekamar dengan sabar araf menunggu nasya sadar diolesinya minyak angin ke telapak tangan dan kaki nasya. Tidak berapa lama nasya bangun. saat dia membuka matanya terlihat araf sedang mengoles minyak pada kaki nasya.


"mas..." panggil nasya lemah


"sayang kamu udah bangun?" Araf langsung mendekat pada tubuh nasya. Dia membantu nasya duduk setelah dia beri minum teh hangat, araf merapikan anak rambut nasya, "kamu kenapa malah pingsan di bath thub? lain kali ga boleh mandi pakai bath thub kalau ga ada orang. bahaya tau"

__ADS_1


"aku cuma mau mandi mas, mana tau kalau kemudian aku pingsan"


"sayang terimakasih ya..." ucap araf tersenyum senang sambil menciumi tangan nasya


"untuk???" tanya nasya bingung


"mau mengandung anakku"ujar araf dengan senyum merekah


"mas ga marah?" tanya nasya menatap lekat wajah araf


"kenapa aku harus marah?" Araf bingung dengan pertanyaan nasya, dia mengerutkan dahinya tampak berpikir


Nasya menunduk kemudian berkata, "aku pikir mas bakalan marah karena kita masih sekolah tapi aku udah hamil" jujur nasya sambil menangis


"hei... hei... hei... aku senang sayang kenapa kamu bisa berpikir aku bakalan marah hmmm"


"maaf mas aku..."


"ssstttt udah-udah buang pikiran negatif kamu, aku sayang banget sama kamu. melihat kamu sakit beberapa hari ini bikin aku ga tenang. Rasanya sedih banget liat kamu sering pingsan dan muntah-muntah. Kalau bisa rasa sakit itu mending buat aku" tutur araf panjang lebar sambil memeluk nasya dari samping.


Nasya bersyukur ternyata apa yang dipikirkan tidak menjadi kenyataan. Malah sebaliknya araf malah merasa senang.


"terus gimana keadaan baby didalam?" tanya araf sambil mengelus perut nasya yang masih rata itu


"dokter bilang sehat mas, dia baik-baik aja"


"Alhamdulillah" araf menciumi wajah nasya kemudian beralih ke perut rata nasya.


"baik-baik kamu didalam ya sayang. jangan nakal kasihan mama mmmuuuacchh" araf menciumi perut nasya membuat nasya merasa geli.


Nasya tertawa, "mas ihhh geli tau hihihi...."


"biarin udah lama aku ga liat kamu tertawa sya... rasanya bahagia banget" ujar araf sambil tersenyum senang memandangi wajah nasya yang mulai merah.


"oiya mas terus kapan kita mau kabarin mami sama papi?"


tanya nasya pada araf

__ADS_1


Araf mengeratkan pelukannya pada nasya, "hmmm yang pasti nanti setelah mami smaa papi udah sampai dijakarta. udah ga sabar gimana ya reaksi mami waktu denger dia mau jadi nenek pasti heboh"


Araf dan nasya tertawa senang


__ADS_2