
Sebelum selesai acara annasya merasa sangat pusing dia pun meminta izin kepada keluarga araf untuk kembali ke kamar. Saat itu araf melihat nasya melenggang ke arah dirinya, "mas aku duluan ke kamar aku ga enak badan" pamit nasya pada araf.
Araf menyahut, "iya" saat nasya hendak pergi araf menarik tangannya. Nasya meoleh dia melihat ke arah araf yang berpamitan pada teman-temannya. Masih menggandeng nasya araf berjalan ke arah pintu. Saat araf dipintu lift menunggu lift terbuka.
"araf..." seketika araf menoleh ke sumber suara dilihatnya seorang gadis cantik memakai dress selutut dengan lengan sabrina tersenyum lebar ke arahnya
"mika.... kok lo ada disini?" tanya araf menoleh pada gadis itu tanpa melepas tangannya dari genggaman istrinya.
Mika gadis itu langsung berlari kecil ke arah araf dan memeluknya. Nasya terkejut begitu pun dengan araf, "mika apa-apaan sih lo" tolak araf sambil melepas pelukan mika.
"sorry kelepasan gue hehehe.... gue kesini ngadirin nikahan anak temen bokap gue. Ngewakilin bokap karena beliau ga bisa datang. Btw lo sendiri ngapain disini?"
"Sebelumnya kenalin ini istri gue...." araf mengenalkan nasya pada mika. Nasya hanya tersenyum singkat saat mika berowh ria tanpa berminat menyalami nasya.
"gue dateng karena abang gue nikah" ucap araf kemudian menggenggam lagi tangan nasya. Saat pintu lift terbuka araf berucap, "ayo sayang hati-hati" ucap araf sambil memegang bahu nasya membuat mika sedikit kesal.
Mika menatap pada araf dan nasya dia belum juga melepas pelukannya pada nasya, "ternyata cowo yang terkenal cool dikampus busa bersikap manis sama istrinya bikin gue iri aja" ucap mika tanpa melihat ke arah mereka.
Nasya menatap pada suaminya setelah mika berkata seperti itu. Araf tersenyum dan menyahut, "gue sama dia kan udah halal mika. Kalau lo mau lo bisa segera cari pasangan dan nikah" ucap araf sambil menatap ke arah pintu lift
"masih terlalu muda gue" jawab mika menoleh ke arah araf.
Nasya menyandarkan dirinya didada araf, "mas aku ga kuat masih lama apa?" Araf memeluk erat nasya dia memegang dahi nasya, "kamu panas banget sya" saat pintu lift terbuka araf tanpa berpamitan pada mika berjalan sambil menggendong nasya yang wajahnya sudah sangat merah. Suhu tubuhnya panas sekali, setelah membuka pintu kamar araf meminta layanan kamar juga meminta hotel memanggilkan dokter.
Setelah diperiksa dokter, meminum obat nasya tertidur. Araf membersihkan wajah nasya dan melepas semua pakaian nasya digantinya dengan pakaian tidur. Setelah itu araf duduk disamping nasya yang tertidur karena efek obat dia melihat laptopnya dan mulai bekerja lagi.
***
Pagi menjelang seperti biasa nasya menunaikan kewajibannya sebagai seorang muslim. Namun karena masih kurang sehat nasya tertidur lagi. Begitu pun araf yang memang sudah menjadi kebiasaannya. Nasya memeluk araf, "mas..." panggil nasya saat dia berada dipelukan araf.
"hmmm..." sahut araf
"kamu ga ada hubungan apa-apa kan sama mika?" tanya nasya
__ADS_1
"kamu cemburu ya sayang" araf mencium kepala nasya.
"kamu sendiri gimana rasanya kalau tiba-tiba ada lelaki yang peluk aku?" tanya nasya ketus
"aku hajar dia!" geram araf sambil melihat ke arah nasya.
"aku pun pengen lakuin itu mas" sahut nasya santai
"aku sendiri kan ga tau sya kalau mika peluk aku. Aku juga udah lepasin pelukan dia kan"
"aku ga tau seperti apa pergaulan kamu mas, tapi aku minta kamu jaga jarak sama semua cewe"
"iya sayang..." araf memeluk nasya erat dan menciumi wajah nasya dengan gemas, "kamu masih anget sayang sini aku peluk yang erat"
"modus ihhh" tangan nasya memukul tangan araf yang sudah menjelajah tubub nasya sambil wajah araf menciumi wajah nasya. Araf tertawa lepas tapi masih juga menjahili nasya, "aku gemes ama istriku yang sekarang tambah gembul" ucap araf sambil menciumi wajah nasya
"aku gemuk ya sekarang? mulai besok aku puasa daud lagi"
"aku udah sehat kok"
"yang bener?" tanya araf sambil menatap nasya yang ada dipelukannya.
"aduhhh kayanya salah ngomong deh" ucap nasya uang kemudia malah menyembunyikan wajahnya didada araf. Araf memeluk erat tubuh nasya, "udah yuk tidur nanti jam 7 aku bangunin kita sarapan" ucap araf yang diangguki nasya.
***
Setelah sarapan araf berencana langsung naik ke kekamar. Namun nasya mengajak berkeliling pantai sebentar.
Saat mereka menikmati jalan berdua ada 2 orang gadis mendekati, "hai raf" teriak salah satu gadis. Dia melihat salah satunya adalah mika yang semalam memeluk araf.
Araf menoleh dia hanya tersenyum kemudian menggandeng nasya menjauh dari mereka. Araf terus berjalan gadis-gadis itu mendekat, "raf tunggu ihhh" ucap mika
Araf berhenti, "ada apa mika?" tanya araf yang sebenarnya enggan menyapa
__ADS_1
"gue cuma mau ngingetin 2 hari lagi lo harus kerumah gue. Tugas kita belum selesai"
"mas..." nasya menoleh ke arah araf
"kenapa harus dirumah lo tempat lain aja yang rame banyak orang" ujar araf ketus
"araf gimana sih kalau ngerjain tugas itu butuh konsentrasi masa ditempat rame" cewe 1 lagi ikut bicara
"nila gue sama mika itu bukan muhrim tau, jadi ya ga pantas dong gue kerumah dia. Apalagi tugasnya hanya dilakuin berdua" jelas araf
"lah apa salahnya yang penting lo berdua ga ngelakuin yang aneh-aneh" ucap nila sambil melirik ke arah nasya.
"eh btw nih cewe siapa raf? masa ke pantai pake baju rapet bener. ga kegerahan itu?" ucap nila sinis
Pandangan nasya langsung tertuju pada nila, "saya istrinya" jawab nasya tanpa ekspresi
"kalian nikah muda? kenapa?" tanya nila
"kayanya bukan urusan lo ya, lo urus aja urusan lo sendiri. Mika gue pamit assalamu'alaikum" ucap araf langsung berlalu dari hadapan mereka sambil memegang tangan nasya.
"paling juga hamil duluan makanya bikah muda munafik" ucap nila keras sengaja
"udah nila apaan sih lo malu tau" mika menatap pada nila. Araf yang mendengar ucapan nila berbalik ke arah mereka, "nila gue harap lo jaga mulut lo jangan suka fitnah. Jadilah wanita yang bisa menjaga akhlak agar disegani kaum lelaki. Bukan hanya dinikmati lalu ditinggal pergi" setelah mengatakan seperti itu araf melenggang pergi dengan menggandeng nasya.
Nila merasa geram dengan ucapan araf, "lo tuh..."
"udah sih nila ihhh malu tau dilihat orang tu" mika sambil menatap pada orang-orang yang sudah menatap mereka
"gue ga terima mik" geram nila
"udah ah ayo balik kamar"
mika menarik nila ke kamar, dengan perasaan kesal nila memgikuti
__ADS_1