Bidadari Syurgaku

Bidadari Syurgaku
Bab 83


__ADS_3

Setelah acara selesai danu dan faiqa ke kamar pengantin mereka yang disediakan bayu di hotel miliknya. Perasaan danu tak karuan mengingat nasya, sepengetahuannya nasya sangatlah jarang sakit selagi menunggu faiqa membersihkan diri danu mengirim pesan pada araf.


raf bagaimana keadaan nasya?


namun araf tak juga membalas setelah ditunggu hampir 30 menit. Danu mulai gelisah karena takut terjadi sesuatu pada annasya. Dia hendak beranjak dari kamar saat sebuah pesan masuk yang ternyata dari araf.


alhamdulillah om nasya baik-baik aja. Dia hanya kelelahan dan sebentar lagi om akan jadi seorang kakek hehehehe


Balasan dari araf sontak membuat danu terkejut namun dia juga merasa sangat senang. Saat faiqa keluar dari kamar mandi faiqa heran melihat lelaki yang kini jadi suaminya berteriak senang apalagi melihat dirinya danu langsung memeluk faiqa.


"ada apa sih kak?" faiqa yang hanya mengenakan jubah mandi bingung dengan tingkah suaminya.


"nasya hamil fai" ucap danu merasa senang dia pun menciumi faiqa membuat faiqa kegelian karena bulu halus di wajah danu.


"alhamdulillah" faiqa juga merasa senang.


"aku juga ga mau kalah" danu melepas pelukannya pada faiqa berkacak pinggang.


"maksudnya?" faiqa lebih bingung lagi melihat danu yang tadinya senang sekarang serius.


"karena aku udah berumur aku ga mau kamu menunda untuk punya anak. Sekarang kita buat sepupu untuk nasya" tanpa basa basi danu mengangkat faiqa ke ats ranjang.


*****


Keesokan harinya araf mengabari keluarganya jika nasya masuk rumah sakit. Seketika mami dan yang lainnya panik dibuatnya. Belum juga araf mengatakan jika nasya hamil maminya sudah histeris dan meminta yang lainnya untuk segera melihat kondisi nasya.


Araf menelepon sekretaris dan asistennya billy untuk menghandle pekerjaanya hari ini karena dia ingin menemani nasya. Pukul 8 pagi nasya sudah dijemput para suster untuk dibawa ke bagian kandungan. Araf mengikuti nasya.


"mas aku beneran hamil" tangis nasya haru saat dokter menaruh alat usg diperutnya terlihat kantung janin disana.


"selamat ya pak ibu sudah hamil 3 minggu tolong dijaga kesehatannya jangan setress ya bu karena janin ibu sepertinya kembar" dengan perlahan dokter mengarahkan alatnya pada perut nasya.


"Alhamdulillah" araf dan nasya berseru senang.

__ADS_1


"sepertinya janinnya lebih dari 2 ini belum begitu jelas jadi masih harus menunggu usia janin 2 bulan atau lebih" lagi dokter menjelaskan.


"mas kembar.." tangis bahagia nasya tak terbendung. Araf menciumi nasya berulang kali karena merasa senang. Dokter pun tertawa kecil melihat pasangan muda didepannya.


Setelah dokter meletakkan alat dan emrapikan pakaian nasya dia bertanya, "apa ada keluhan selama hamil bu?"


"saya hanya sering merasa agak sesak nafas dokter juga sakit kepala" keluh nasya.


"iya dokter dan yang paling parah adalah semalam makanya saya langsung bawa dia kerumah sakit" araf menjelaskan.


"Dilihat dari hasil pemeriksaan semua masih terlihat normal bu. Ibu merasakan sesak nafas bisa jadi karena hormon progesteron yang meningkat selama masa kehamilan yang menghambat saraf pernafasan ibu. Juga anemia yang ibu alami bisa jadi pemicu sesak nafas dan sakit kepala yang ibu alami. Karena darah ibu sangat rendah, gula darah juga rendah. Mohon diperhatikan lagi asupan makanannya ya pak bu" penjelasan dokter membuat nasya dan araf mengangguk mengerti.


Dokter hanya meresepkan vitamin dan penguat kandungan. Setelah selesai diperiksa para suster mendorong bangkar nasya kembali keruangannya. Disana sudah ada mami, papi, zaki juga hana. Terlihat mami dan hana yang sedang menangis berpelukan.


"mami.... kenapa?" nasya bertanya pada araf.


"mungkin khawatir mendengar kamu masuk rumah sakit" dengan santainya araf menjawab.


"mi..." panggil araf


"maaf bu... pasien masuk ruangan dulu ya" ujar salah 1 suster yang diangguki mami dan yang lainnya. Mami mengusap airmatanya dan mengikuti masuk kedalam ruangan.


"kamu sakit apa sayang?" tanya mami yang sangat khawatir duduk ditepi tempat tidur dan memeluk nasya. Namun bukannya menjawab nasya hanya tersenyum dan memeluk mami dengan erat.


"raf..." papi menoleh pada araf meminta penjelasan.


"ga ada penyakit apa-apa pi... dia hanya sesak nafas dan sakit kepala mungkin karena kelelahan" ucap araf yang duduk disisi kiri nasya sambil mengupas buah jeruk yang dibawa hana.


"mami... hana mau denger kabar bagus ga?" nasya mendongak melihat ke arah mami.


"apa? jangan bikin gue penasaran" hana langsung mendekat pada nasya.


"aku hamil..." nasya tersenyum senang

__ADS_1


"beneran sya?!" hana mulai heboh


"alhamdulillah ya Allah" semua bersorak senang


"berarti kamu harus cuti dulu kuliahnya. Ga ada bantahan kamu harus nurut kali ini!" papi yang biasanya bersikap bijak sekarang arrogant.


Nasya mengangguk menuruti, semuanya yang awalnya merasa sedih sekarang bahagia karena mendengar nasya hamil.


"kamu pindah kerumah mami ya biar ada yang mengawasi" kali ini mami yang memberi perintah.


"ga mau ah mi aku pengen dirumah aku sendiri. Lagipula dirumah juga ada maid kok yang bakalan ngawasin aku. Aku yakin mas araf juga akan memantau" ucap nasya manja


"tapi sya lu tuh kan lagi hamil muda pasti bkalan sering mual kalau dirumah kan ada gue sama mami yang bakal jagain lu selagi araf kerja" ucap hana


"in shaa Allah aku bisa jaga diri kok mi, please aku mau menikmati momen aku sama mas araf" ucap nasya memelas.


"ok lah mami ga akan paksa kalian. Tapi kalian harus ingat ada apa-apa langsung bilang mami. jangan seperti sekarang masuk rumah sakit dari malam pagi-pagi baru ngabarin!" gerutu mami. Araf hanya tersenyum samar sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"assalamu'alaikum..." terdengar suara lelaki dan perempuan mengucap salam dari pintu.


"wa'alaikumsalam" jawab semua orang yang ada diruangan.


"ehhh danu... pengantin baru kok pagi-pagi udah nongol aja emang ga tidur?" mami mengejek danu yang disambut tawa oleh danu dan faiqa.


"gimana keadaan kamu sya?" tanya danu yang langsung menghampiri ponakannya.


"ya Allah nasya kamu ternyata cantik banget ya" faiqa memuji nasya yang tak memakai cadarnya. faiqa memang baru pertama kalinya melihat nasya tanpa cadar. Nasya tersenyum dan berterima kasih.


"iya tante dulu tuh lagi jaman sekolah nasya ga pake cadar banyak banget cowo yang coba deketin nasya walaupun uda pada tau kalau nasya dah punya araf banyak yang diam-diam masih deketin" ukar hana.


"pantas araf ga kasih izin kamu lepas cadar" canda faiqa


"beneran masih banyak yang deketin kamu waktu sekolah? kok aku ga tau" araf mulai menampakkan mode cemburu.

__ADS_1


"ihhh kamu mas kaya ga tau hana aja dia bercanda lah" semua tertawa melihat tingkah araf yang lucu karena cemburu.


__ADS_2