
Saat makan malam araf berbicara pada orang tuanya tentang keinginannya untuk pulang ke jakarta, "mami, papi besok araf harus sekolah karena ada ulangan"
Papi menatap pada yang lain, "papi juga besok harus segera kembali bekerja karena papi sudah terlalu lama meninggalkan kantor"
Nasya menunduk, "maaf karena nasya kalian semua jadi repot"
Leni mengelus kerudung nasya, "tidak nak kamu adalah keluarga kami jadi kami tidak merasa direpotkan. Besok mami temani kamu ke ponpes ya untuk mengurus kepindahan kamu sekolah dijakarta"
"Kalian pulanglah lebih dahulu, setelah urusan sekolah nasya selesai mami dan nasya akan menyusul kalian"
"iya mi,,,, dan papi harap nasya akan betah nanti tinggal dijakarta"
"btw nanti di jakarta nasya sekolah dimana mi?" tanya araf penasaran
"bareng kamu dong disekolah yang sama" jawaban mami sontak membuat araf tersedak
"kenapa raf?" tanya papi
"mami yang bener aja" ucap araf setelah menenggak minuman, "nasya kan pake cadar mi masa hrus sekolah di sekolah umum. mana boleh pake cadar"
"sayang...." panggil mami lembut pada nasya, "mami minta maaf sebelumnya apa kamu bisa untuk melepas cadar?" tanya mami. Annasya tidak langsung menjawab. Dia hanya menunduk dalam.
"maafkan mami tolong kamu jangan salah paham pada mami, mami tidak bisa meninggalkan kamu di ponpes ini. dijakarta pun mami tidak bisa membiarkan kamu tinggal diponpes. walau bagaimana pun kami dan araf sudah menikah. mami tidak mungkin memisahkan kalian. kalian hrus terus sama-sama nak"
"mi nasya itu sudah berhijab syar'i ga mungkin kan sekolah disekolah araf yang banyak anak nakalnya. Araf gapapa kok nasya masuk pondok lagi" ujar araf mencoba berdiskusi dengan ibunya.
Nasya menatap pada suaminya kemudian mertuanya, "alasan nasya memakai cadar karena ayah bilang banyak orang yang ingin mencelakai nasya, ayah tidak akan bisa terus menerus melindungi nasya. dengan memakai cadar tidak akan ada yang tau wajah asli anak ayah sehingga nasya bisa aman (menghela nafas) walaupun nasya sangat suka memakai cadar nasya ikhlas untuk melepasnya. karena saat ayah di rumah sakit bilang nasya tidak boleh jauh dari araf dan keluarga. karena hanya kalian yang bisa melindungi nasya"
Bayu menarik nafas dalam, "aku sangat tau bagaimana mahesa membangun usahanya, itulah kenapa dia tidak pernah menunjukkan dirinya di perusahaan yang ia bangun agar tidak seorang pun bisa mencelakai keluarganya"
__ADS_1
Bayu menatap ke depan dengan pandangan sendu, "ibumu dulu kecelakaan karena ada orang yang mencelakai. orang itu yang memotong rem mobil ibumu. yang paling mengejutkan lagi tiba-tiba ada truk besar dan panjang melintang saat ibumu hendak menghindar sudah tidak terelakkan lagi. jadilah dia menghantam keras truk itu. sedangkan kamu ada dikursi pernumpang berlumuran darah"
"beruntung kamu bisa diselamatkan tapi tidak dengan maryam. setelah kejadian itu mahesa seperti orang yang sangat overprotektif pada nasya karena mahesa belum menemukan orang yang sengaja mencelakai keluarganya"
Nasya dan araf sangat terkejut dengan penjelasan bayu begitu pun leni.
"jadi itu alasan mahesa menyerahkan nasya pada kita dan meminta kita membawa nasya jauh dari sini" gumam leni
bayu mengangguk, "kita tidak pernah tau seberapa banyak musuh mahesa, karena kamu tau sendiri mahesa sangat jenius banyak orang iri padanya" leni mengangguk
"jadi papi minta sama kamu araf agar kamu jangan pernah meninggalkan nasya" Araf mengangguk mengerti, "jadi ini alasan om mahesa menolak untuk resepsi besar-besaran juga ya pi?"
Bayu tersenyum, "sekarang kamu paham kan bagaimana sulitnya mahesa menjaga harta yang paling berharga, jadi tolong jangan kecewakan kami ya nak"
Araf tersenyum, "iya pi araf akan berusaha untuk membahagiakan nasya"
"ya Allah terlalu banyak yang hamba tidak ketahui tentang ayah, selama ini ayah selalu memendam sendiri penderitaannya. Ayah maafkan anakmu yang tidak berguna ini" tangis nasya sambil bergumam dalam hati
"malam ini aku berangkat ke jakarta kamu disini sama mami ya besok kalau urusan sekolah kamu selesai langsung berangkat ke jakarta sama mami ya" ucap araf yang diangguki nasya
"mi.... araf titip nasya" ucap araf pada ibunya
"heiii kenapa hatus nitip nasya kan anak mami juga sudah kewajiban mami menjaga dia" ucap mami
mami menatap pada nasya, "mami bahagia akhirnya mami punya anak gadis juga"
"kita harus berterima kasih pada mahesa ya sayang" ucal mami pada bayu. bayu pun tersenyum, "tentu sayang"
###
__ADS_1
Semalam araf dan bayu sudah berangkat kerja hari ini leni mengantar nasya ke pondok pesantren untuk mengurus kepindahan sekolah nasya ke jakarta. Saat berpamitan guru-guru dan teman-teman nasya menangis sedih. Annasya terkenal sebagai anak yang pandai dan juga baik. Banyak yang sayang nasya. Mereka seperti tidak rela nasya pergi dari mereka.
"ibu leni apa tidak bisa menunggu nasya lulus? ini sudah kelas dua juga semester 2 tidak lama lagi akan segera lulus" ucap ibu munawaroh ustadzah sekaligus kepala sekolah disana
Leni tersenyum, "saya tidak bisa jika harus bolak balik jakarta semarang bu. Saya dan suami sangat sibuk. kalau nasya di jakarta ada 2 anak lelaki saya yang bisa saya andalkan untuk menjaga nasya"
Ustadzah munawaroh hanya menghela nafas kecewa, "kami akan sangat kehilangan santri terbaik dan tersayang kami. kami sangat mencintai nasya dari anak itu dititipkan disini 9 tahun lalu saya sudah sangat menyayangi dia seperti anak sendiri. begitu pun guru-guru yang lain"
"saya sangat mengerti bu ustadzah nasya pun juga sama pasti merasa sedih, tapi saya benar-benar harus meminta maaf kami harus membawa nasya"
"baiklah saya mohon bu leni agar menjaga nasya dia adalah mutiara kami"
Leni mengangguk, kemudian mereka keluar dari kantor kepala sekolah. Saat nasya berpamitan pada ustadzah munawaroh nasya memeluk sangat erat dan menangis sampai membasahi cadarnya. Ustadzah munawaroh pun memeluk erat nasya
"sayang jika suatu saat kamu ingin kembali kesini tempat ini selalu terbuka untuk kamu kapan pun. kami sangat menyayangi kamu" ujar ustadzah sambil menangis. Nasya mengangguk.
"ayo sayang nanti kita terlambat" ujar leni
kemudian mereka pergi dari ponpes tersebut
Saat nasya ada dimobil dia mendapat notifikasi pesan wa dari suaminya
Suamiku
kamu sudah siap belum berangkat ke jakarta?
nasya tersenyum kemudian membalas:
ini arah bandara mas
__ADS_1
💓💓💓💓
Terima kasih untuk yang sudah like jangan lupa tinggalkan jejak dan komen juga ya. Mohon maaf jika ada kesalahan pengetikan dalam penulisan. Author sangat menghargai waktu kalian untuk membaca tulisan ini.