Bidadari Syurgaku

Bidadari Syurgaku
bab 85


__ADS_3

Selama kehamilan nasya tak pernah meminta yang aneh-aneh walau begitu araf selalu siaga untuk apapun demi nasya. Namun saat kehamilan ke 2 araf merasa ada yang aneh dengan nasya, dia jadi sering lupa meletakkan barang, memakaikan dasi, tak jarang pula araf bertanya apa nasya sudah makan atau belum dia selalu menjawab lupa.


Seperti hari ini dia melihat nasya yang duduk ditepi kolam dia terlihat melamun. Araf mendekati nasya, "lagi apa sayang?"


"mas udah pulang?" nasya menoleh pada suaminya. Dia mengangkat tangannya 1 menyalami araf. Araf mencium pucuk kepala istrinya.


"kamu udah makan?" selalu itu yang araf tanya saat pulang bekerja.


"lupa mas tapi perut aku laper banget deh mas" nasya menjawab suaminya dengan wajah memelas.


"ya udah ayo kita makan. Qta liat apa yang dimasak sama bibi" araf membimbing istrinya masuk kedalam.


"bi minah" pnggil araf yang kemudian keluar dengan tergopoh.


"ya tuan"


"siapkan piring buat istri saya dia mau makan" perintah araf pada pembantunya.


"baik tuan"


Bi minah dibantu 2 orang lainnya menyiapkan makanan untuk majikannya. Nasya terlihat lahap memakan masakan pembantunya. Araf melihat nasya makan dengan lahap dia sangat senang. Selesai makan nasya bersandar pada kursi, "mas kalau kamu kekantor aku ke rumah mami ya. Aku bosen kalau dirumah sendirian"


"iya sayang, sekarang kamu mau apa lagi?" tanya araf dia sangat sabar menghadapi istrinya saat ini.


"aku mau kekamar" araf menggndeng istrinya ke kamar. Sejak nasya hamil, araf memindahkan kamar utama dilantai bawah agar nasya tak merasa lelah. karena kandungan nasya lemah.


Setelah memastikan nasya sudah tidur diatas ranjang araf beranjak ke ruang makan. Memanggil para pembantunya yang berjumlah belasan.


"saya mau tanya sama kalian apa nasya makan teratur dan minum obat?" araf duduk disofa melihat ke arah para art yang berdiri dihadapannya.


Bi arti yang ditugaskan memantau nasya menjawab, "saya selalu pastikan tuan nyonya makan teratur dan minum obatnya"


"bagus"


"tapi tuan..." bi arti menggantung ucapannya.


"kenapa?" araf bertanya dengan tatapan tajam


"sepertinya nyonya sekarang jadi mudah lupa tuan"


Araf mengangguk mendengar penjelasan art-nya. Sebenarnya araf juga merasakan perubahan pada nasya. Dia orang yang punya ingatan tajam bahkan bisa dikategorikan sangat jenius.


"ya... saya pun merasakan" gumam araf pelan.


"besok adalah jadwal nyonya untuk periksa kandungan tuan lebih baik tuan bicarakan dengan dokter"


"ya... besok saya akan bicarakan. terima kasih ya bi"


"iya tuan..." jawab mereka serempak

__ADS_1


Araf bangkit dari duduknya dan beranjak ke kamarnya. Saat masuk dia melihat nasya yang duduk diatas ranjang menyandarkan bahunya pada kepala ranjang. Araf melihat dengan iba, "sesak lagi sayang?"


Nasya menoleh pada suaminya mengangguk pelan. Araf mendekat memeluk nasya yang sedang mencari ketenangan didekapan suaminya, "mas..."


"ya sayang?"


"ga nyangka ya kita nikah hampir 6 tahun" nasya berucap sambil membelai dada bidang araf yang masih terbungkus kemeja kerjanya. Namun tak lama kemudian nasya bangkit seperti mencari sesuatu. Araf menatap pada istrinya yang tampak kebingungan sesekali memegang kepalanya.


"kemana ya ya Allah..." nasya berkacak pinggang.


"cari apa sih sayang?" Araf mulai penasaran.


"ponsel aku mas" nasya terlihat lelah dia duduk ditepi ranjang.


Araf meraih ponselnya yang ada di meja nakas samping kasur. Dia menelepon ponsel istrinya terdengr bunyinya namun entah dimana keberadaanya. Araf bangkit kemudian memeluk istrinya dengan lembut.


"mas aku lagi cari...." araf mengambil sesuatu dari dalam kantong gamis istrinya dan mengeluarkan ponsel itu.


"ya Allah kok bisa dikantong aku ya?" tanya nasya pada diri sendiri.


"istriku ini terlalu banyak berpikir ya, mikirin apa sih hmmm?" Araf menangkup wajah istrinya dengan telapak tangannya.


"ga kok" araf menatap manik mata araf.


"mas..."


"pengen makan laper deh"


Araf terkejut karena seingatnya belum sejam nasya selesai makan. Mungkin bawaan bayi pikir araf.


"mau makan apa?" Araf bertanya pada istrinya dengan lembut.


"makan spaghety mas tapi mas yang buat"


"iya sayang ayo ke dapur" araf menggandeng istrinya ke arah dapur.


Tak sampai 15 menit araf menyediakan makanan pada istrinya, "enak masss..." araf senang melihat istrinya yang lahap memakan masakannya. Sudah lama sekali semenjak lulus sekolah araf tak pernah lagi masak.


🌸🌸🌸🌸


Annasya dititipkan dirumah utama saat araf berangkat bekerja. Dia sangat senang karena dirumah itu ada gibran bayi lucu yang sangat lincah dan selalu membuat suasana ceria. Setelah salaman dengan araf nasya segera memasuki ruang utama. Disana sudah terlihat gibran yang berlari ke arah nasya.


"aunty...." gibran memeluk nasya


"gibran jangan minta gendong aunty ya... nanti dedenya nangis" hana berucap yang mengambil gibran dari pelukan nasya.


"sya katanya hari ini u cek kandungan? jam berapa?" hana bertanya setelah mendudukkan gibran dan memberikan mainan pada anaknya.


"jam 10 han sekalian makan siang sama mas araf" jawab nasya

__ADS_1


"mau aku antar?"


"ga usah hana aku sama mas araf aja"


"ya udah kalau gitu.


πŸ’“πŸ’“πŸ’“πŸ’“


"mas..." panggil nasya setelah araf menjemputnya untuk cek kandungan hari ini.


"ya sayang kenapa?"


"habis dari dokter aku pengen makan bebek bakar deket kampus mas"


"iya nanti kita kesana ya"


Annasy mengangguk senang. Dia merasa senang karena semenjak hamilnaraf selalu menyediakan waktunya untuk dirinya.


Sesampainya dirumah sakit


"alhamdulillah bu bayinya sehat dan ukurannya juga normal. sepertinya bayinya ada 3 wahhh pasti sering merasa lapar ya"


"iya dokter sering banget lapar saya"


"tapi istri saya kok jadi sering lupa ya?" tanya araf yng sangat khawatir pada istrinya.


"kalau lupa dengan hal-hal kecil itu masih dalam batas normal pak. Syndrom ini disebut pregnancy brain atau momnesia. Setelah melahirkan akan hilang dengan sendirinya" jelas dokter


"tapi ini bukan gejala alzheimer kan dok?" tanya nasya yang menoleh ke arah dokter.


"bukan bu... yang terpenting untuk mengatasi hal ini biasakan ibu menaruh barang ditempatnya. Atau menulis kegiatan yang sudah dilakukan bersama waktunya"


"alhamdulillah" gumam nasya.


"apa ibu merasakan mual? atau masih sering pusing sakit kepala?" tanya dokter setelah merapikan pakaian nasya.


"sudah ga dokter tapi kalau sesak nafas msih sering" jawab nasya.


"mengalami sesak nafas saat sedang hamil itu biasa terjadi pada kehamilan trimester ke-2 dan ke-3 mungkin karena ibu hamil kembar lebih dari 2 maka ibu merasakan juga di awal kehamilan. Untuk mengantisipasinya ibu tidak diperkenankan stress, makan terlalu kenyang, bahkan beraktifitas yang membutuhkan tenaga besar" penjelasan dokter sangat diperhatikan oleh annasya dan araf.


"Jaga terus kesehatannya ya bu saya hanya meresepkan penguat dan vitamin diminum teratur ya"


"Terimankasih dokter" ucap nasya dan araf bersamaan.


πŸ’“


πŸ’“πŸ’“


πŸ’“πŸ’“πŸ’“

__ADS_1


__ADS_2