
Akhirnya hari yang dinantikan pun datang hari ini danu dan faiqa telah menikah. Resepsi pernikahan mereka dirayakan dengan sangat meriah juga ada upacara pedang pora karena danu adalah seorang tentara angkatan darat. Faiqa terlihat anggun dan cantik, begitu pun danuarta singodiredjo terlihat sangat tampan diusianya yang sudah mencapai 38 tahun dia masih terlihat muda dari usianya. Banyak para prajurit wanita yang patah hati karena idola mereka telah menikah sampai ada yang memberi tagar hari prajurit patah hati di akun social media mereka.
Danu walaupun terlihat dingin dan kaku juga jarang tersenyum tapi menjadi idola para prajurit wanita. Selain tegas dia juga sangat tangguh dan bertanggung jawab dalam setiap langkah yang diambil. Dia sangat terkenal di kesatuan. Walaupun banyak yang sudah menduga kalau danu pada akhirnya takluk dengan faiqa, gadis itu tanpa malu bahkan terang-terangan sering mengatakan kalau danu adalah calonnya. Bahkan sudah bukan berita baru jika faiqa selalu mengejar danu. Dulu banyak yang meragukan tapi sekarang terbukti semua ucapan faiqa.
Sekarang hari bersejarah itu telah tiba mereka disatukan dalam ikatan suci pernikahan. Faiqa selalu tersenyum karena saking bahagianya. Begitu pun keluarga faiqa juga danu. Nasya melihat om-nya lebih hidup dari sebelum dia menikah dengan faiqa. Nasya percaya jika faiqa bisa membahagiakan danu. Karena nasya yakin faiqa adalah gadis yang tepat untuk danu yang kaku dan keras. Faiqa sangat anggun tapi dia juga gadis yang ceria dan selalu membawa suasana bahagia untuk orang disekitarnya.
"alhamdulillah ya Allah akhirnya om danu bisa hidup bahagia. Semoga om danu selalu diberi berkah dan kebahagiaan dalam hidupnya. Engkau jadikan keluarga mereka sakinah mawaddah warrahmah Amin Allahuma amin" doa nasya dalam shalatnya saat break shalat disesi acara.
Ditempat vip khusus keluarga tiba-tiba nasya merasa sesak lagi. Mungkin karena ballroom hotel padat manusia karena yang datang bukan hanya teman danu dan faiqa tapi juga teman-teman orang tua faiqa juga rekan bisnis bayu dan leni. Bayu dan leni sudah menganggap danu seperti adik sendiri. Nasya yang sudah tak sanggup dia berdiri hendak meninggalkan ballroom namun saat berdiri araf yang duduk disisinya mencekal tangan nasya, "mau kemana sayang?" tanya araf berbisik tapi masih terdengar oleh nasya.
"aku mau ke toilet mas" jawab nasya. Mendengar jawaban nasya araf ikut berdiri dia menggenggam tangan nasya yang terasa dingin maka dia inisiatif untuk mengikuti nasya karena takut ada apa-apa dengan istrinya.
Sesampainya nasya ditoilet dia lekas menyiram wajahnya yang sudah dilepas cadarnya dengan air agar dia merasa lebih baik. Setelah selesai mengeringkan wajahnya dengan tissue juga memakai cadar dia keluar. Dilihatnya araf bersandar pada dinding toilet sambil memainkan ponsel menunggu nasya keluar. Setelah dekat nasya bersandar pada pundak araf.
"hufff... mas... aku pulang duluan boleh ga?" suara nasya terdengar lemah seperti tak bertenaga.
"iya sayang kita pulang sekarang kamu tunggu sebentar dibangku sana ya aku pamit dulu sebentar didalam" araf memapah nasya duduk dibangku dekat spg yang bertugas menerima tamu.
Nasya menengadahkan kepalanya mengatur nafas. Araf masuk lagi kedalam ballroom hotel setelah pamit dengan orang tua dan besan araf pamit dengan pengantin yang sedang duduk dipelaminan.
__ADS_1
"om tante selamat menempuh hidup baru ya semoga jadi keluarga sakinah, mawaddah, warahmah" araf memeluk danu dan mengucap terima kasih. Araf bersalaman dengan faiqa.
"nasya mana raf? kok sendirian?" tanya danu sambil mencari-cari nasya diantara para tamu.
"nasya lagi kurang sehat om, makanya aku mewakili dia kesini sekalian pamit" terang araf
"nasya sakit?" seketika danu menampakkan wajah khawatirnya.
"mungkin karena kelelahan om dia kan juga lagi sibuk karena udah mulai koas dirumah sakit" araf menjelaskan agar danu tak perlu khawatir dengan nasya.
"iya aku juga ga enak hati nasya selalu ikut aku sepulang dari rumah sakit dia bantu aku nyari perlengkapan nikah" faiqa merasa bersalah.
Araf segera menghampiri nasya yang masih duduk ditempat semula dengan segelas air mineral ditangannya. Entah dia dapat darimana araf pun segera mendekat, "sayang..." araf memegang pundak nasya.
"mas..." suara nasya pelan dan lemah.
"pak sebaiknya cadarnya dibuka dulu dia sepertinya kesulitan bernafas" ujar salah satu spg. Namun nasya menggelengkan kepalanya. Araf pun tak ingin memaksa.
"terimakasih ya sudah membantu istri saya" spg itu pun mengangguk.
__ADS_1
Araf meminta layanan kamar dihotel itu juga dokter karena tak mungkin araf membawa pulang nasya. Nasya merebahkan dirinya diatas kasur dibantu araf. Araf melepaskan kerudung juga cadar nasya. Tak terasa airmata nasya juga keluar. Araf melepaskan juga bra nasya agar dia bisa bernafas lebih baik.
"sya..." araf merasa ketakutan melihat nasya menangis. Dia mengusap tangan nasya dengan kedua tangannya agar lebih hangat.
"mas kepalaku sakit dadaku juga sesak" keluh nasya. Tanpa pikir panjang dan menunggu lagi araf membopong nasya meminta pada pelayan hotel untuk menyiapkan mobil. Araf segera membawa nasya ke rumah sakit terdekat.
Sesampainya dirumah sakit nasya segera diperiksa. Araf menunggu dengan cemas diluar. Tak sampai 30 menit dokter sudah keluar. Araf langsung beranjak menghampiri, "gimana dokter?" tanya araf panik.
"tidak apa-apa pak ini hanya anemia karena sepertinya istri anda sedang hamil. Untuk lebih jelasnya besok akan diperiksa oleh dokter kandungan sekalian usg" jelas dokter yang membuat araf terkejut sampai melongo tak percaya.
"tapi demi kesehatan bu nasya lebih baik dia dirawat dulu sampai kondisi bu nasya lebih baik" lanjut sang dokter. Araf masuk kedalam ruangan tempat nasya dirawat. Nasya masih belum sadar mungkin karena efek obat yang diberikan dokter. Dia juga mendapat bantuan dari selang oksigen agar bisa bernafas.
"ya Allah sehatkanlah nasya" araf menangis tak menyangka dalam setiap kehamilan nasya selalu saja nasya merasakan sakit. Dulu saat masih sekolah nasya sering muntah dan pingsan. Sekarang sesak nafas dan sakit kepala. Araf membelai lembut wajah nasya, "sayang semoga kamu kuat dengan kehamilan saat ini. Andaikan aja bisa aku ingin aku lah yang merasakan sakit ini. Aku ga kuat liat kamu seperti ini hiks..." airmata araf tak terbendung lagi. Dia menangis terisak sambil mencium tangan nasya. Ada rasa sakit yang tak bisa diungkap.
🏵🏵🏵🏵
Semoga nasya kuat ya guys 😞
Jangan lupa untuk like, koment dan vote ya. Terima kasih 🙏.
__ADS_1