Bidadari Syurgaku

Bidadari Syurgaku
bab 48


__ADS_3

Sudah 3 hari ujian nasional pun berakhir, sekarang nasya lebih banyak dirumah terkadang dia akan keluar jika ada janji temu dengan om atau teman-temannya. Nasya ingin menyelesaikan masalahnya dengan araf dia merasa tidak bisa jika seperti ini terus. Setiap hari dia akan menunggu hingga araf pulang namun setiap dia menunggu maka dia akan tertidur disofa. Nantinya araf akan mengangkat dia ke tempat tidur.


Saat araf sedang sarapan nasya melihat ke arah araf, "gimana mas sarapan hari ini?" tanya nasya sambil tersenyum menatap araf.


"enak" jawab araf singkat


Nasya mengangguk kemudian, "mas...." panggil nasya sambil memegang tangan araf.


Araf tersentak dia langsung melihat ke arah nasya, "ya"


"maafkan aku" ucap nasya dengan sorot mata sedih


"ga ada yang salah sya... kamu benar aku harus introspeksi diri"


"aku akan berusaha lebih memahami kamu lagi mas. Aku ga mau kita seperti ini terus" ujar nasya


"iya sya aku pun akan belajar jadi suami yang lebih bertanggung jawab lagi. kapan kelulusan sekolah kamu sya?" tanya araf sambil melahap sisa nasi goreng dipiringnya.


"3 hari lagi mas"


"Aku ga janji bisa datang krena ada meeting ke yogyakarta"


Nasya mengangguk saja sambil menatap telapak tangannya dan memainkan jari-jarinya.


Ada rasa sedih yang menyeruak didalam hatinya. Araf selesai makan dia menatap pada nasya, "kamu mau meneruskan kuliah dimana?"


"kedokteran mas"


Araf mengangguk dia mendekat mencium kening nasya. Nasya ikut beranjak mengantar araf ke pintu, "mas" panggil nasya


"apa?" araf berbalik melihat ke arah nasya


"aku minta izin saat kuliah perbolehkan aku pakai cadar lagi"

__ADS_1


Araf tersenyum melihat ke arah istrinya, "iya boleh"


"ahhh 1 lagi nanti sore mami mau ajak kamu sama hana tadi mami udah telepon aku" Nasya mengangguk mengerti.


 


////


 


"mami... makasih ya udah ajak kita jalan-jalan seneng deh disaat suami kita lagi pada sibuk mami manjain kita" ujar hana sambil bergelayut manja pada ibu mertuanya. Nasya hanya tersenyum melihat kelakuan sahabat yang sudah menjadi iparnya itu. Mami memegang tangan hana, "iya sayang yang penting kalian bahagia"


"ya udah kita pulang yuk udah jam 8 malam"


Mereka ber-3 melangkah ke arah parkiran sesampainya didalam mobil mami berucap, "pak dodo kita anterin nasya dulu ke apartemen habis itu baru pulang"


"baik nyonya" jawab pak dodo kemudian menstater mobilnya.


Seketika leni langsung melihat ke arah keluar begitu pun nasya dan hana, "ya Allah araf anakku..." teriak leni kemudian hendak turun namun dilarang oleh dodo, "jangan nyonya bahaya. kayanya mereka bukan orang sembarangan" Nasya yang juga melihatnya langsung turun dan membantu araf. Dia membantu araf menghajar satu-persatu orang bertubuh tinggi besar itu. Leni langsung menelepon polisi. Tak lama kemudian polisi datang ditangkaplah preman-preman itu.


Araf tanpa melihat ke arah nasya dia beralih ke arah wanita yang sedang pingsan, "erika bangun erika...." araf tampak panik. Leni dan hana yang melihat nasya hanya berdiri mematung melihat araf seperti itu langsung memeluk nasya, "sya..." panggil hana


Leni mendekat pada araf, "siapa perempuan ini raf?" tanya leni


"nanti araf ceritakan mi, sekarang kita bawa dulu dia kedokter" ucap araf sambil menggendong wanita sexy yang berpakaian sangat minim itu ke mobilnya.


Hana memeluk nasya membawa nasya ke mobil mengikuti mobil araf. Mami melihat ke arah nasya yang sedari tadi hanya diam. Dia merasa pilu melihat ini.


"ya Allah sya tangan kamu kok bisa berdarah?" tanya hana yang melihat lengan baju nasya berlumuran darah.


"ah... aku juga ga tau mungkin kena pisau" ucap nasya mencoba terus tegar dia tak mau menangis saat ini. Rasa sakit karena pisau ini tak seberapa dibanding melihat dan merasakan hal menyakitkan tadi. Dari semenjak araf ia tolong hingga polisi datang tak ada sapaan dari seorang araf untuk dirinya. Bahkan araf terkesan memgkhawatirkan wanita sexy itu. Mami yang melihat nasya memeluknya. Seperti tau kekhawatiran leni dia pun mengelus pundak leni, "i'm ok mi"


Sesampainya dirumah sakit araf berlari ke ugd. Leni langsung meminta dokter untuk segera memeriksa lengan nasya. Nasya mendapat luka sayatan cukup dalam dia mendapat 8 jahitan. Leni yang sudah tidak sanggup menahan amarah berkata pada hana, "hana kamu jaga nasya dulu ya. Mami akan cari araf"

__ADS_1


"iya mi" sahut hana yang duduk disisi nasya


Setelah kepergian Leni, hana memeluk nasya yang baru saja selesai dijahit lengannya. Dengan suara parau menahan tangis hana berucap, "kenapa kamu hanya memendam sakit itu sendiri sya..."


"hana... aku baik-baik aja" jawab nasya


Hana menatap pada nasya dengan wajah merah padam, "apanya yang baik-baik aja? aku tau kamu rapuh hanya kamu mencoba untuk terlihat kuat dan tegar!" bentak hana


"lalu aku harus apa han? manangis? marah? apa semua itu bisa menyelesaikan semua masalah? ga kan?" nasya menatap pada sahabatnya terlihat gurat lelah diwajah nasya. Hana sangat paham sahabatnya adalah tipe orang yang tidak mau bertengkar jika bisa berunding lebih baik daripada bertengkar.


Hana menangis melihat sahabatnya yang semakin lama semakin dingin. Hana menangis melihat nasya.


Leni mencari araf di ugd terlihat araf sedang duduk diruang tunggu, "disini kamu rupanya!" suara leni mengejutkan araf seketika araf langsung berdiri.


"mami...."


"siapa perempuan itu? kenapa kamu lebih mengkhawatirkan dia daripada istrimu?"


"nasya.... bagaimana keadaan dia mi?" tanya araf yang panik baru ingat akan nasya.


"masih peduli kamu? kamu disini mengkhawatirkan orang lain istrimu disana sedang dijahit lukanya hanya karena membantu kamu! kemana pikiran kamu araf!!"


Araf langsung shock memdengar nasya dijahit lukanya dia berpikir jika nasya mendapat luka parah. Dia pun berlari ke arah nasya di ruangan lainnya. Saat melihat nasya sedang minum dibantu hana araf langsung berlari ke arah nasya, "sayang kamu..."


"aww...." nasya memekik sakit karena bekas jahitannya disentuh araf


"aduhhhh" araf menjerit saat hana memukul kepala araf dengan tasnya, "sakit hana!" bentak araf


"sakit lo bilang! sakit mana saat istri lo bantuin lo lawan preman-preman itu tapi lo lebih khawatir sama cewe lain! kalau gue tau segitu ga pedulinya lo sama nasya harusnya gue biarin lo mati aja dikeroyok!" emosi hana memuncak dia menangis melihat sahabatnya disakiti seperi ini.


"ini salah paham hana" ucap araf melembut


"apanya yang salah paham jelaskan sama mami apa ini!" Leni yang tiba-tiba datang melempar kertas ke wajah araf.

__ADS_1


__ADS_2