
Sesampainya disekolah nasya melihat hana yang diantar zaki. Nasya tersenyum melihatnya, setelah bersalaman dengan araf nasya berjalan ke kelasnya. Dari belakang hana memanggil nasya.
"sya.... nasya..." Nasya berbalik dilihatnya hana berlari kearahnya
"pengantin baru.... kok udah sekolah aja sih emang ga capek? nyampe kapan kamu na?" tanya nasya bermaksud menggoda hana.
"isss... malu tau" ucap hana merona merah, "semalam nyampenya gimana sekolah tanpa gue disisi lu? aman kan?"
"biasa aja"
"lu udah sarapan?" hana bertanya pada nasya yang diangguki olehnya.
"yahhh sayang banget padahal gue pengen lu sarapan bareng gue. Gue pengen lu cobain bekal yang gue buat" ucap hana sambil menunjukkan rantangnya.
"tumben kamu buat bekal? rajin sekali lhooo pengantin baru ini" goda nasya sambil tersengum.
"ihhh...." hana merengek manja, nasya tertawa kecil, "gue kan cuma pengen jadi istri yang baik aja. nyiapin sarapan sama bekal suami biar dia ga jajan diluar" ucap hana sambil melangkah diikuti nasya. Nasya mengangguk saja, dia pun teringat araf yang ga pernah bia buatin bekal.
"lo sendiri gimana sya?"
"hmmm...." nasya bergumam sambil menoleh pada hana
"lo siapin bekal juga ga buat araf?" tanya hana sesampainya dikelas dia duduk sambil menaruh barang.
Nasya nampak berpikir dia selama menjadi istri araf belum pernah menyiapkan bekal untuk araf apa dia kecewa?"
Nasya membuka hp-nya dan mengirim pesan untuk araf.
imamku:
mas mulai besok mau ga aku buatin bekal?
Araf lama tidak membalas membuat nasya heran. Nasya menggeleng bel sudah berbunyi vita dan nita juga sudah datang. Jam pelajaran kimia sudah dimulai. Bu rita menerangkan tentang rumus kimia. Namun pikiran nasya sedang tidak ditempat.
Bel istirahat berbunyi setelah 3 jam berkutat dengan kimia. Nasya melihat lagi ponselnya masih ga ada jawaban. Bahkan belum dibaca oleh araf, "apa dia sibuk banget ya" pikir nasya
"sya jantin yuk..." ajak vita
"kita duduk ditaman aja makan bekalnya hana kayanya enak" jawab nasya yang melihat bekal hana disisinya.
"ya udah kalau gitu gue beli minumannya" Vita beranjak hendak membeli minuman
__ADS_1
"kita tunggu dibangku taman belakang sekolah ya vit?" teriak hana
"ok" sahut vita sambil mengacungkan jempolnya
Hana, nasya dan nita sudah berada dibangku taman, "hmmm ha nyangka ya kalian udah merried duluan. Gimana rasanya nikah muda?" tanya nita yang duduk disisi hana.
"belum tau sih kan baru 4 hari gue ngerasain jadi ya masih yang manis gitu. Nasya tuh yang udah pengalaman" Hana dan nita menoleh ke arah nasya
"hmmm... " nasya menoleh ke arah mereka kemudian menghadap kedepan.
Vita datang membawa 4 botol minuman dingin, "nih minuman kalian" vita menyerahkan 1 persatu minuman pada temannya.
"so. gimana sya?" tanya nita sambil menyuapkan sosis ke mulutnya
"apaan sih?" tanya vita ingin tau
"mereka kan nikah muda gue pengen tau aja gimana rasanya. Apalagi nasya kan nikah udah lama" jawab nita
"owh.... iya tuh hana, nasya kalian kok berani sih ambil resiko nikah muda?" nita pun ikut bertanya
"jadi yang mana dulu nih yang aku jawab?" tanya nasya
"Pertanyaan gue dulu lah" vita tak mau mengalah
vita dan nita mengangguk mendengar penjelasan nasya. Kemudian nita menatap pada hana, "lo sendiri kenapa han?"
Hana diam sejenak, "gue kenapa ya mau nikah muda ahh...." hana bermonolog membuat teman-temannya menoleh ke arahnya. "gue sendiri ga tau sih. Waktu di rumah sakit gue liat mami begitu sayang dan perhatian sama nasya cuma 1 sih yang dipikran gue"
"apa?" tanya mereka serempak
"pengen jadi menantunya" jawab hana sambil menata ke-3 temannya, "dan akhirnya terkabul"
"terus perlakuan suami lo ke lo sendiri gmn han? kalau araf kan kita tau soalnya dah sering liat dulu waktu masih sekolah. Lah lo sendiri zaki gimana?" tanya vita
"sampai sekarang dia masih baik, perhatian tapi...."
"tapi apa?" tanya nasya penasaran
"Dia overprotektif banget. Gue ga boleh nyetir sendiri kemana pun harus sama dia atau minimal harus ada nasya, ga boleh bawa mobil sendiri. Ga boleh bersih-bersih kamar cuma boleh masak itu pun kalau gue ga capek"
"ahhh mau banget deh punya suami begitu bikin iri tauuu" ucap vita sambil menggigit sendok
__ADS_1
"lo sendiri gimana sya?" tanya nita
"ga segitunya sih kalian kan lihat sendiri aku lebih sering naik angkot atau taxi online. Masak bersih-bersih ya harus aku kerjain kan aku cuma tinggal berdua"
"perhatian ga?" tanya vita
"sewajarnya" jawab nasya singkat
"ahhh enak banget deh jadi kalian berdua jadi pengen deh nikah muda" ucap nita diiringi tawa nasya dan yang lain
***
Sampai nasya pulang sekolah dia belum juga mendapat balasan dari araf. Nasya meletakkan buku dan tasnya kemudian berbaring diatas ranjang. Baru saja merebahkan punggungnya ponsel nasya berbunyi ternyata dari hana.
drrttt....ddrrrrtttt
"assalamu'alaikum hana ada apa?"
"malam minggu kita kumpul yuk, ajak temen-temen kebetulan bang zaki ga dirumah. Dia ada dinas 3 hari ke surabaya"
"aku izin mas araf dulu ya, nanti aku kabarin" ucap nasya
"ok"
Setelah sambungan terputus nasya beranjak dari tempat tidurnya dia melihat ada wa masuk.
imamku:
ga usah sayang aku ga mau kamu kelelahan. maaf y baru bales soalnya baru free. kerjaan numpuk. i miss u sayang
Nasya hanya membaca tanpa niat membalasnya
***
Pukul 10 malam araf baru tiba dirumah, kali ini nasya menunggu tanpa tertidur. Araf yang masuk melihat nasya belum tidur bertanya, "loh kok belum tidur sayang?"
Setelah bersalaman araf mencium kening nasya, saat berdekatan nasya mencium bau parfum yang manis seperti milik wanita. Namun nasya enggan bertanya karena dia pikir araf pasti lelah bekerja seharian.
"mas mau makan dulu apa mandi dulu?"
"aku udah makan sayang, aku mau mandi habis itu tidur capek banget rasanya"
__ADS_1
Nasya memgangguk kemudian mengikuti araf ke kamar. Feeling nasya tiba-tiba tidak enak namun nasya menepisnya. Saat araf mandi nasya mebereskan pakaian araf diletakkannya di ranjang pakaian kotor