
Pernikahan zaki dan hana akan segera dilaksanakan di bali. Nasya dan araf sudah berada didalam pesawat. Sesampainya di bali mami, papi, zaki, araf dan nasya ke kamar hotel masing-masing. Begitu pun dengan hana sekeluarga.
Saat berada dikamar nasya sedang merapikan barangnya juga barang araf. Araf menatap pada istrinya, "sayang..."
"ya mas..." jawab nasya sambil melihat ke arah araf yang berdiri didepannya. Araf langsung memeluk nasya dari belakang. Dia menghirup dalam-dalam tengkuk nasya, "maaf ya setelah aku lulus aku sangat sibuk dan hampir mengabaikan kamu"
Nasya mengkerutkan dahinya, "kamu kenapa mas?" tanya nasya bingung
"cuma kangen istri cantikku" araf menyandarkan kepalanya pada kepala istrinya, "kita nikmatin ya moment liburan ini. Aku kangeeennn banget istriku"
Araf membalikkan tubuh nasya dia menciumi wajah nasya dengan lembut. Setelahnya mereka berdua menikmati kerinduan masing-masing. Hingga hari menjelang sore nasya bangun setelah bersih-bersih dan shalat nasya hendak makan, ketika dilihatnya araf sudah selesai berpakaian dia mengajak araf untuk makan. Araf pun mengangguk setuju.
Diresto hotel araf menelepon orangtuanya, "mi araf dibawah kita mau makan"
"iya sayang nanti kita menyusul" jawab mami pada araf diseberang telepon. Saat araf sedang asyik berjalan sambil telepon melihat ada bayi balita usia 4 tahun memggemaskan sedang berlari dan menabrak nasya. Anak itu menatap pada nasya kemudian menunduk, "sorry aunty" anak perempuan itu seperti menyesal. Nasya jongkok dan mensejajarkan tingginya dengan anak itu perempuan bule tersebut, "no problem baby. you are so cute, what is your name?" tanya nasya sambil membelai wajah cantik bermata biru dan berambut blonde keriting benar-benar seperti boneka hidup pikir nasya.
"clare..." belum sempat anak itu menjawab sudah ada uang memanggilnya. Nasya dan anak itu melihat ke arah seorang pria tampan berwajah bule dengan tubuh tinggi dan atletis.
"daddy..." clare langsung memeluk pria itu. Nasya tersenyum melihatnya. Araf yang sedari tadi melihat nasya hanya tersenyum kemudian mendekati, "cantik ya sayang"
Nasya melihat ke arah araf, "iya mas seperti boneka" nasya menatap anak itu lagi. Clare menunjuk pada nasya yang masih meperhatikannya, pria tersebut pun melihat pada araf dan nasya kemudian mendekat, "hallo.... sorry if my daughter disturb you miss"
Nasya tersenyum, "no your daughter not disturb me, your baby so cute. I Like so much" nasya mencubit pelan pipi gembul yang tertawa digendongan ayahnya.
"hahaha.... thank you. my name is mark and this is my baby clare"
Nasya menundukkan pandangan dan melipat tangannya, "my name nasya and this is my husband araf"
"what?? are you merried already?" mark terlihat shock yang diangguki nasya
"why?" tanya araf heran, "kayanya dia suka nasya" pikir araf
"no nothing. i just confused. i think you all still too young hahaha..."
__ADS_1
Araf ikut tertawa, "yes we are married too early because i love her so much" araf memeluk nasya dari samping.
"nice to meet you mark. we need to go coz we want dinner. hungry already" ucap araf yang diangguki mark.
"bye aunty..." teriak gadis kecil itu yang disahuti nasya, "bye baby" nasya mencubit kecil pipi gembul itu.
Setelah duduk dan memesan makanan nasya melihat ke arah pantai. Kebetulan restoran ini menghadap langsung ke pantai. Araf memperhatikan istrinya yang terlihat melamun.
"sayang...." nasya tersentak saat araf menyentuh tangannya.
"ahh... iya mas?" tanya nasya kaget
"ngelamun apa?"
Nasya tersenyum dan menggeleng
"apa yang lagi kamu pikirin?"
Nasya membuang nafas kemudian memainkan bibirnya membuat araf gemas dia pun bangkit dan meraih kepala nasya diseberang meja kemudian mencium bibir nasya. Nasya terkejut dia langsung melepas tangan araf dari kelalanya, "ihhh mas malu ini didepan umum ihhh"
"kapan ya mas aku hamil lagi? aku... pengen banget punya anak. Kalau kamu lagi ga dirumah aku ga kesepian kalau ada anak?" ucap nasya sambil menatap keluar ke arah anak-anak yang sedang berlari-lari.
"sabar sayang ini kan kita juga lagi proses" jawab araf kemudian menggenggam tangan nasya.
"padahal waktu hamil pertama kita ga nunggu lama aku udah hamil ya mas. Kenapa sekarang ga ya mas?" tanya nasya memelas.
"apa kamu udah benar-benar ingin anak sya?" tanya araf meyakinkan
"kok kamu nanya begitu mas?"
"kamu masih sekolah sya nanti aja ya kalau kamu udah lulus kita fokus dan periksa ke dokter"
Nasya mengangguk saja mendengar perkataan suaminya.
__ADS_1
***
Keesokan harinya semua diaibukkan dengan peraiapan pernikahan. Nasya dan araf yang sudah mengganti pakaian dan dirias wajahnya oleh mua bersiap ke ballroom hotel. Araf begitu takjub melihat nasya yang sangat cantik malam ini, "Malam ini jangan kemana-mana ya kamu harus selalu disisi aku" ucap araf pada nasya yang diangguki nasya.
Zaki terlihat gugup saat mengucap ijab kabul, "saya terima nikah dan kawinnya farhana assyifa binti ilham satria dengan mas kawin uang tunai 250 ribu rupiah dan emas 25 gram dibayar tunai"
"bagaimana saksi sah"
"sah"
"alhamdulillah"
Setelah pembacaan doa semua merasa senang. Kemudian acara dilanjutkan dengan resepsi. Nasya dan araf berkumpul dengan teman-teman mereka. Terlihat nita dan vita juga datang di acara pernikahan hana. Begitu pun dengan daffa, fariz dan david sahabat araf.
"yahhh patah hati gue raf hiks..." daffa melihat ke arah pelaminan dimana hana sedang bersanding sengan zaki.
"lo suka hana? sejak kapan?" tanya araf bingung.
Daffa memandang pada sahabatnya, "sejak anak itu kelas 1 gue sering merhatiin dia diam2" ujar daffa
"kasihannn kasih tak sampai hahahahha" tawa david dan teman-temannya.
"santai masih ada vita noh sama nita yang jomblo" ujar araf melirik pada vita dan nita yang sedang asyik ngobrol dengan nasya.
"ga lah mereka ga se alim dan se lugu nasya, (menatap pada araf) gue tunggu jandanya nasya aja hahaha" sahut daffa yang kemudian dijitak oleh araf
"aww sakit ege" ucap daffa sambil mengelus kepalanya
"lagian ngomong sembarangan aja!" sahut araf kesal
"canda elahhh" ucap daffa
"makanya raf jaga baik-baik bini lo, sedikit aja lo sakitin dia bakalan banyak lelaki yang mau jadi sandaran dia" ucap fariz.
__ADS_1
"kalian kok gitu sih" tanya araf geram
"noh liat dari tadi banyak cowo-cowo ngelirik ke nasya, Ada juga yang sengaja ngajak kenalan dan ngobrol" kata fariz menunjuk pada nasya yang sedang asyik berbincang dan bercanda dengan sahabatnya. Namun disisi lain dia juga melihat tatapan para lelaki ke arah nasya. Kesal sudah pasti dirasakan araf sekarang.