Bidadari Syurgaku

Bidadari Syurgaku
bab 66


__ADS_3

"sepertinya keponakan kamu ga suka sama aku ya kak" ucapan itu tiba-tiba meluncur dari mulut faiqa setelah makan malam dan kini mereka berjalan diteotoar.


"jangan suka berasumsi sendiri" danu berucap tanpa menoleh pada faiqa.


"kakak ga seneng ya aku nikahin?" tanya faiqa pada danu yang terlihat dingin dari awal makan malam sampai dia mengajak jalan berdua menikmati malam.


"entahlah"


Faiqa berdiri menatap danu yang berjalan mendahuluinya. Punggung lebar danu dengan tinggi 181 cm itu terlihat bagus dilihat dari belakang. Pesona danu yang membuat faiqa tak pernah bisa untuk menyingkirkan dia dari kepalanya.


Faiqa menarik lengan danu, "mau sampai kapan kakak seperti ini?" faiqa menatap mata danu nanar.


"fai.."


"move on kak... jangan sia-siain hidup kakak hanya untuk sesuatu yang ga pasti"


Danu menatap pada faiqa, "kamu sendiri kenapa ga move on dan cari lelaki yang bisa mencintai kamu?"


"karena aku mau bantu kakak untuk bisa lebih hidup"


Danu mengernyitkan keningnya, "kamu pikir selama ini aku apa?"


"aku mencintai kakak dengan tulus. Aku akan menunggu kakak tanpa lelah. Tolong kasih aku kesempatan bukalah sedikit hati kakak untuk aku" faiqa menunduk sambik berucap. Dia merasa sesak karena menahan perasaan selama bertahun-tahun ternyata ga mudah.


"fai.." danu menghela nafas dalam, "kamu masih muda, cantik, pintar bisa mencari..."


"jangan terus mencari alasan kak untuk terus menolak aku. Kakak sendiri yang berjanji kenapa kakak juga yang mengingkari?" tak terasa airmata faiqa berlinang.


"kasih aku kesempatan" ucap faiqa pada danu


"apa?" tanya danu bingung


"kasih aku kesempatan untuk selalu disamping kakak sampai aku lelah dan menyerah" faiqa menatap mata elang danu.


"kamu tau fai pekerjaanku mengharuskan aku pergi ke banyak tempat meninggalkan kamu"


"aku tau kak, bahkan sangat tau"


"terus kenapa kamu masih ngotot?"


"perasaan ini kak, rasa cinta ini ga mudah buat aku buang. Perasaan ini bertahun-tahun aku rasain dan semakin dalam"


Danu mengelus kepala faiqa, "maaf udah buat kamu seperti ini" memegang pipi faiqa dengan tangan kanannya, "baik aku akan coba untuk kasih kamu kesempatan" faiqa tersenyum lebar dengan tangannya dia menghapus airmatanya.


"makasih kak" danu mengangguk kemudian faiqa menghambur kepelukan danu.

__ADS_1


Ditempat lain nasya melihat adegan itu saat sedang menunggu araf mengambil mobil. Danu dan faiqa berjalan lagi ke arah resto. Nasya membalik tubuhnya tak mau melihat mereka saat danu dan faiqa berjalan ke arahnya. Danu menyapa nasya, "sya..."


Nasya berbalik dia melihat danu dan faiqa kemudian menyalami danu tanpa berkata apa-apa, "kamu udah mau pulang?" tanya danu yang diangguki nasya.


"fai ini keponakan aku" danu mengenalkan faiqa pada nasya.


"hai sya salam kenal ya semoga kita bisa akrab" sapa faiqa, nasya hanya membungkuk.


"btw aku baru tau kalau keponakan kak danu pakai cadar? boleh tanya alasannya?" tanya faiqa penasaran.


"Seperti kamu mencintai om danu apa ada alasannya?" faiqa terdiam saat nasya balik bertanya, "menutup aurat ga perlu alasan" nasya malas bicara pada faiqa kemudian menghadap danu "perempuan ini spesial ya buat om? ga biasanya om ngenalin perempuan sama aku" ucap nasya sambil menoleh ke arah faiqa lagi dan berbalik menatap danu.


"ahh... iya... om lagi coba buka hati"


"alhamdulillah" potong nasya kemudian berbalik, "om, tante saya pamit dulu. assalamu'alaikum" nasya langsung menghampiri mobil araf yang sudah sampai disampingnya.


"sayang itu om danu? aku sapa mereka dulu ya?" nasya membuka pintu mobil dan duduk disamping araf. Araf turun dari mobil setelah berucap dan diangguki nasya setwlah itu menghampiri danu.


"kak..." faiqa menatap danu


"hallo om" belum sempat danu menjawab araf menghampiri dan bersalaman pada danu dan faiqa.


"udah mau pulang ya?" tanya danu pada araf


"iya om. Kalau gitu kita pamit dulu om, tante assalamu'alaikum" ucap araf kemudian diangguki danu. Araf kembali masuk kedalam mobil.


***


"kamu kenapa sayang?" tanya araf saat melihat nasya hnya diam saja sepanjang perjalanan.


"hmmm" nasya menoleh pada suaminya


"kamu belum rela om danu dapat pasangan?" Araf bertanya dengan lembut takut menyinggung istrinya.


"ga lah mas. Aku seneng kalau om danu udah dapat pengganti ibu dan mulai membuka hatinya" nasya berucap sambil melihat ke arah araf.


"tapi yang aku lihat kok kamu sedih?" jujur araf


"Sedih? mungkin" nasya menghela nafas berat


"kenapa?"


"aku udah kirim pesan ke ustadzah aida guru aku dipondok pesantren untuk mempertemukan om dengan dia tapi ternyata om malah udah punya pacar mau nikah lagi"


"hah.... cuma itu alasannya?" tanya araf mencoba memancing nasya.

__ADS_1


"hmmm?" nasya mengangguk, "iya apalagi?"


"aku pikir karena kamu masih suka sama om danu kamu ga rela om danu bahagia sama cewe lain" kata-kata itu meluncur dari mulut araf membuat nasya kaget.


"kamu masih berpikir aku suka sama om danu?"


"masih?" araf menghentikan mobilnya, "berarti kamu pernah suka sama dia?" tanya araf menyelidik


"dulu sebelum menikah sama kamu. Setelah nikah ya aku belajar mencintai kamu suamiku. Walaupun sering sakit" ucap nasya tanpa beban.


Araf menatap mata istrinya, "aku harap cuma aku yang mengisi hati kamu sekarang. Cuma aku yang kamu cintai" ujar araf tegas penuh penekanan.


Nasya menatap pada suaminya membuka cadarnya mencium bibir araf sekilas, "kalau aku ga cinta sama kamu aku ga akan bwrtahan dengan berbagai rasa sakit yang selama ini kamu kasih" Araf menatap mata sendu nasya yang bening dia mengecup kedua mata nasya.


"makasih sayang"


"yuk pulang udah malam aku lelah banget rasanya" ajak nasya.


"ahhh rasanya bisa gila begini terus" araf berucap sambil menatap luris kedepan.


"kenapa mas?" tanya nasya bingung


Araf menoleh pada nasya meraih kepalanya dan mencium dalam bibir nasya yang dirasanya manis. Nasya mencoba melepaskan diri, "mas malu ihhh ini dijalan cepet pulang"


Araf melepas kepala nasya dari lengannya, "sebentar" rengek araf manja.


"apa kita lakuin dimobil aja ya? aku udah ga sabar" Araf mencoba melepas dasi namun ditahan nasya.


"mas apaan sih ga mau ah. Ayo cepet pulang" nasya mulai kesal dengan ulah araf yang mulai mesum.


"tapi..."


"ga! ayo pulang!" perintah nasya


"sebentar aja sayang"


"mau pulang apa puasa selama seminggu?" ancam nasya


"tega kamu" araf langsung menstater mobilnya


"heran kamu belakangan ini mesum banget deh" ucap nasya sambil melihat keluar jendela.


"wajarlah sama istri sendiri bukan orang lain kok"


"berani?" tatapan nasya bagai laser melihat ke arah araf

__ADS_1


"ya ga lah buat aku kamu aja cukup kok"


__ADS_2